Jerat Cinta Sang Penguasa.

Jerat Cinta Sang Penguasa.
Bab 207.


__ADS_3

“Ya, mereka memiliki mobil yang sama dengan ada yang di foto. Mereka punya tiga mobil yang sama dengan yang digunakan oleh pelaku dan kami sedang memeriksa ketiganya,” ujar bawahan Stevan yang segera mengarahkan mereka ke bagian gudang dari tempat penyewaan itu. Ada beberapa orang yang Graciella pikir adalah pemilik dan juga karyawan dari tempat penyewaan ini.


“Apakah ketiganya juga di sewa pada malam itu?” tanya Graciella langsung. Bawahan Stevan langsung melihat ke arah Graciella. Tentu dia takut untuk menjawab pertanyaan dari Graciella jika tidak ada persetujuan dari Stevan. Bagaimana pun itu adalah data rahasia kepolisian.


“Dia penyelidik swasta yang bekerja sama dengan kita. Jadi mulai sekarang apa yang dia butuhkan atau dia tanyakan, kalian harus menjawabnya jika kalian memang memiliki informasinya,” ujar Stevan memerintahkan.


“Baik komandan,” ujar bawahan Stevan. Walau merasa agak aneh karena biasanya Stevan dari dulu sangat tidak suka jika penyelidikannya di campuri oleh pihak lain. Kali ini dia memerintahkan mereka malah mengikuti permintaan penyidik swasta ini. Graciella melihat kembali ke arah bawahan Stevan dengan wajah yang menuntut jawaban. “Oh, ya. Ketiganya di sewa pada malam itu dan kami juga sudah mendapatkan data peminjamnya.” Bawahan Stevan segera memberikan beberapa kertas tentang penyewa mobil itu.


“Apakah ketiga mobil itu sudah dibersihkan?” tanya Graciella.


“Menurut pemilik. Satu mobil sudah dibersihkan oleh pemiliknya sebelum dikembalikan 4 hari lalu. Dua belum dibersihkan, dan dikembalikan 2 dan 1 hari yang lalu,” ujar bawahan Stevan sambil terus membawa mereka menuju ke gudang itu.


Graciella melihat data penyewa mobil itu bersama dengan foto kopi kartu identitas yang mereka tinggalkan. Mengamati semuanya. Ada dua orang yang postur tubuhnya bisa dibilang cocok dengan pembunuh itu. Tapi itu tak langsung membuatnya bisa menentukan siapa tersangkanya.


“Ini adalah ketiga mobil itu,” ujar bawahan Stevan menunjukkan tiga buah Jeep wrangler tahun 2018 yang sudah berjajar di depan mereka. Graciella memperhatikan dua buah mobil yang tampak kotor dan yang satunya bersih sekali.


“Mana yang disewa oleh Kevin Wang?” tanya Graciella melihat ke arah bawahan Stevan.


“Yang ini, yang tengah. Dia baru mengembalikannya kemarin. Tidak sempat mencucinya. Ini adalah miliknya,” ujar bawahan Stevan mengarahkan Graciella.


Graciella langsung berjalan ke arah mobol itu dan melihat mobil yang tampak kotor dengan debu dan juga banyak cipratan tanah juga lumpur. Mengerak di bagian bawah mobil itu.


Bawahan Graciell membuka mobil itu. Bagian dalamnya sama kotornya dengan bagian luarnya. Graciella mengambil sisa lumpur yang mengeras, menganalisanya sejenak. Mengambil kembali di bagian-bagian tertentu. Menghancurkannya dengan tangannya dan sedikit mencium residu yang ada di sana.

__ADS_1


“Ada apa?” tanya Stevan.


“Aku rasa, dia bukan pelakunya," ujar Graciella langsung dengan wajahnya yang serius.


“Kau tahu dari mana?” tanya Stevan langsung.


“Pekerjaannya adalah seorang fotografer alam liar. Mobilnya dipenuhi dengan lumpur. Di beberapa bagian terlihat lumpurnya yang bertumpuk tandanya dia sudah menggunakan mobil ini ke daerah berlumpur cukup lama. Karena ada tumpukan yang berbeda, jadi dia berjalan di lumpur dan mengulanginya lagi keesokan harinya. Fakta bahwa mobil ini bau amis laut menandakan dia pergi ke daerah dengan berbatas laut dan lumpur yang cukup tebal dan hitam, ada daun bakau yang sudah mengering di sana, mungkin sudah ada di sini sekitar 7 hari. Di negara ini, tempat itu ada di daerah timur. Tempatnya sekitar 12 jam dari sini. Kau melakukan pembunuhan lalu pergi selama 12 jam untuk membuat alibi, dan mengulanginya beberapa hari. Lalu kembali lagi ke sini kemarin. Sedikit menyusahkan.” Graciella menganalisa.


“Masuk akal, masukkan dia ke daftar terakhir,” ujar Stevan perintahnya pada bawahannya.


“Yang mana mobil dari Chuck?” ujar Graciella.


“Itu yang di sebelah sana,” ujar bawahan Stevan langsung berjalan ke arah mobil itu tapi Graciella bergeming.


“Apakah sudah di cuci?” tanya Graciella.


“Ya, karena itu lebih baik memeriksa mobil yang sudah di cuci saja,” ujar Graciella yang langsung menuju ke arah mobil yang tidak ditunjuk oleh bawahan Stevan.


Semua orang yang mendengar perkataan Graciella langsung mengerutkan dahinya. Untuk apa memeriksa mobil yang sudah di cuci? Tapi Stevan dan Daren tidak ingin menanyakan lagi apa yang ingin dilakukan oleh Graciella. Pastilah dia tahu apa yang dia lakukan.


Graciella langsung membuka mobil itu. Dia melihat mobil itu sudah sangat bersih dan juga rapi. Graciella langsung perlahan naik ke dalam mobil itu. Karena posturnya yang tak terlalu tinggi, Graciella sedikit susah untuk naik ke atasnya.


“Sini aku bantu,” ujar Stevan membantu Graciella untuk naik ke atas mobil itu.

__ADS_1


“Terima kasih,”  ujar Graciella tersenyum. Untung saja hari ini dia tidak menggunakan gaun. Jika tidak ini pasti sangat menyusahkan.


Graciella melihat semua yang ada di mobil itu. Dia memperhatikan depan dan belakangnya. Dia juga memegang setirnya seolah merasakan semuanya.


“Apa yang ingin kau dapatkan di sini?” ujar Stevan.


“Saat pelaku melakukan pembunuhan. Dia menggunakan sarung tangan bukan? apakah sarung tangan itu di temukan di areal rumah sakit atau sekitarnya?” tanya Graciella.


“Tidak, sarung tangan itu tidak ditemukan,” ujar Stevan.


“Jadi dia membawanya,” ujar Graciella seolah bergumam bagi dirinya sendiri. “Apakah di TKP darah mengenai tempat lain?” tanya Graciella yang memang belum mendalami tentang TKP. Dia juga tidak jadi datang ke sana.


“Ya, ada percikan yang terkana di dinding, pinggiran ranjang, tiang infus dan lantai,” ujar Stevan yang langsung meminta tabletnya dari bawahannya. Dia tahu pasti Graciella ingin melihat hal itu.


“Ada fotonya?” tanya Graciella lagi. Dia seperti anak-anak yang mencoba untuk mengemudikan mobilnya.


“Ya ini.” Stevan segera memberikan foto-foto tempat TKP itu.


Graciella memandangi semuanya secara detil. Yang menjadi sorotannya adalah distribusi darah yang disebabkan penembakan itu. Ada dua muncratan darah di dinding putih. Di tiang infus. Tapi yang membuatnya senang adalah melihat darah yang ada di pinggiran tempat tidur. Darah itu seolah samar tertarik di ujungnya. Itu menandakan darah itu terhapus oleh sesuatu dan bisa saja itu adalah pakaian pembunuhnya.


“Baiklah, boleh pegang ini dulu?” tanya Graciella menyarahkan kembali tablet itu.


“Ya.”

__ADS_1


Daren dan Stevan mengerutkan dahinya ketika Graciella mengatur tempat duduknya hingga tubuhnya menyentuh setir mobil itu. Dia juga menarik seatbelt-nya dan memposisikan semuanya. Dia lalu melihat tubuhnya dan melihat keadaannya.


“Ada apa Graciella?” tanya Daren penasaran. Dia selalu suka wajah Graciella yang berbinar jika dia menemukan sesuatu. Tapi wajah itu juga membuat semua orang penasaran. Apa yang sudah dia temukan?


__ADS_2