Jerat Cinta Sang Penguasa.

Jerat Cinta Sang Penguasa.
Bab 263. kau ingin ke mana?


__ADS_3

"He? Bagaimana bisa?" Tanya Daren yang juga terkejut mendengar hal itu.


Stevan baru saja ingin menjawab pertanyaan Daren saat tiba-tiba terdengar dering ponsel yang berbeda dengan ponselnya. Semua orang yang ada di kamar itu kembali memperhatikan Stevan.


Stevan merogoh sakunya mengambil ponsel yang ada di saku celananya. Stevan mengerutkan dahi melihat ada sebuah panggilan masuk ke dalam ponsel Elaine yang memang sengaja dia bawa-bawa.


Stevan dengan sedikit wajah berkerut dan penasaran langsung mengangkat panggilan itu. Tapi dia tidak mengatakan sepatah kata pun. Hal itu membuat Graciella, Xavier dan Daren jadi bertanya-tanya. Siapa itu?


"Akhirnya kau mengangkat panggilanku. Aku kira kau tidak akan mengangkatnya! Pak Polisi." Suara nyaring terdengar di sana. Hal itu membuat Stevan langsung membesarkan matanya.


"Elaine?" Tanya Stevan tak percaya. Dia ingat bahwa Elaine selalu memanggilnya dengan sebutan itu.


Mendengar Stevan menyebut nama itu membuat tiga orang yang lain saling menatap.


"Ya? Siapa lagi? Sudah ku bilang kau tidak bisa lama untuk menahanku Pak Polisi. Sekarang, selamat memikirkan bagaimana cara untuk menangkapku lagi. Tapi aku mau mengatakan, jangan repot-repot. Karena jika kau menangkapku lagi, Puh -- secepat kilat aku akan bisa keluar lagi dari tahananmu," ujar Elaine dengan nada sedikit mengejek.


"Benarkah? Aku rasa aku akan membuat tidurmu tak tenang. Esok, kita pasti bertemu lagi," ujar Stevan mengerutkan dahinya. Tentu dia tidak takut dengan apa yang dikatakan oleh Elaine. Walau sudah terbukti wanita ini bisa lolos darinya. Tapi dia juga bisa membuktikan bahwa dia bisa menangkapnya lagi.


"Baiklah kalau begitu. Kita lihat, siapa yang akan menemukan siapa? Bu-bye Pak Polisi!" Panggilan itu segera diputus oleh Elaine. Stevan mendengar itu hanya menaikkan sudut bibirnya. Dia menemukan hal yang menarik lagi.


"Sepertinya kau tidak bermasalah dengan kepergian wanita itu. Kau malah seperti tertantag?" Ujar Daren yang melihat senyuman Stevan.


"Tentu saja! Dia kira dia saja yang bisa melarikan diri. Aku juga bisa dengan mudah menemukannya." Stevan menunjukkan ponselnya yang tampak seperti GPS Tracker.


"Itu bukannya pelacak?" tanya Greciella lagi.


"Ya, aku memakai taktiknya. Aku menyelipkan GPS tracker ke baju yang dia gunakan. Sekarang aku bisa melihat ke mana dia pergi. Mudah bukan?" Stevan terlihat bangga.


"Aku tidak percaya dia bisa ditipu dengan cara itu. Dia ratu penipu, bukan? Aku rasa dia tak akan semudah itu kau lacak." Xavier melemparkan pendapatnya setelah mengamatinya. Greciella dan Daren pun tampak setuju dengan apa yang dikatakan oleh Xavier.


"Hei! Kenapa kalian bertampang seperti itu! Lihat ya! Aku akan membuktikannya. Aku akan menjemput wanita itu." Stevan menggebu-gebu. Merasa terhina diragukan oleh tiga orang di depannya.

__ADS_1


"Kalau kau bisa menangkapnya lagi, itu adalah berita yang bagus. Tapi, aku rasa kau harus cepat bertindak sebelum dia sadar bahwa dirinya sedang dilacak." Daren memberikan saran pada Stevan yang merasa ada benarnya juga.


"Baiklah, kalau begitu aku akan pergi sekarang. Kalian, cepat sembuh! Semoga ini terakhir kalinya aku menjenguk kalian di rumah sakit. Aku pergi dulu!" Stevan buru-buru ingin meninggalkan ruang rawat itu. Graciella dan Xavier juga Daren hanya melempar pandang.


"Ya! Stevan memang begitu," ujar Daren lagi memaklumi sifat Jenderal Polisi yang satu itu. Xavier hanya mengangguk pelan tanda mengamini kata-kata Daren.


***


Tak lepas senyum Adelia mengembang saat dia memasuki ruangan pesta yang bagaikan ditujukan untuknya dan Antony.


Dia sangat senang karena Antony benar-benar menepati janjinya. Dia melihat pria yang tersenyum ramah pada para keluarganya yang ada di sana. Menebar pesonanya yang tak bisa ditolak oleh kaum hawa.


Anotny benar-benar menepati janjinya. Adelia masih tidak percaya ketika pria ini pulang dan benar-benar bersiap untuk ke pesta ini bersamanya. Pria ini sekarang menggandengnya dengan mesra. Ah! Dia jadi ingat bagaimana pesta pernikahan mereka dulu. Walau tahu bahwa bisa saja senyuman itu adalah senyuman penuh kepura-puraan. Tapi Adelia tidak ingin memikirkannya. Dia ingin menikmati saat ini bersama dengan Antony.


"Tuan Presiden. Senang sekali Anda bisa datang." Sambut seorang pria tak terlalu tua pada Antony yang tetap menyunggingkan senyumnya.


"Aku tidak akan melewati pesta pertamaku dalam keluarga ini. Apalagi membuat istriku harus menghadirinya sendirian." ucap Antony. Walaupun bukan itu yang sebenarnya. Tapi dia tak boleh mengucapkannya.


"Ya. Aku sangat iri. Suami adalah seorang Presiden. Dia pasti sangat sibuk memikirkan negara ini. Tapi dia masih bisa menemanimu di sini. Lihatlah suamiku, dia hanya pengusaha menengah, tapi dia sudah tidak bisa lepas dari ponselnya." Seorang sepupu wanita dari Adelia tampak mengeluarkan keluh kesalnya sambil menunjuk suaminya yang ada di sudut ruangan sambil menelepon.


"Benar! aku sangat iri denganmu Adelia. Bagaimana bisa kau mendapatkan suami setampan ini dan juga punya kedudukan orang nomor satu di negara ini. Kau memang wanita yang paling beruntung." Saut yang lain. Mereka dikerumuni sepupu-sepupu dari Adelia.


"Ya, apalagi Pak Presiden ini terlihat sangat mencintaimu," ujar yang lain.


Mendengar kata-kata itu. Adelia yang tadinya senang malah menjadi sedikit tertampar. Kenyataannya bukan begitu. Pria yang menebar senyum ramah dan juga menggandengnya ini. Tak pernah mencintainya. Dia bahkan tak Sudi tidur seranjang dengannya. Suami ini palsu. Hal itu membuat senyuman Adelia pupus.


"Aku ingin mengambil minum dulu ya," pamit Adelia menarik perlahan tangannya dari gandengan Antony.


"Akan aku ambilkan," tawar Antony.


"Tak perlu. Aku ambil sendiri saja." Adelia sedikit tersenyum dan langsung meninggalkan Antony. Antony hanya mengerutkan dahinya tapi dia tidak mau mempermasalahkannya.

__ADS_1


Adelia mengambil minuman yang terhidang cukup ke pinggir ruangan. Adelia mengambil sebuah rose champagne yang ada dan langsung meminum minuman keras yang bersoda itu. Dia melirik suaminya yang ada di tengah ruangan. Sedang berbincang hangat dengan para pria dalam keluarganya.


Adelia menggigit bibirnya. Kenapa dia harus merasa tak nyaman sekarang? Bukannya dia sudah berjanji apa pun yang terjadi dia ingin menikmatinya malam ini karena hanya di sinilah saat Adelia bisa merasakan perhatian dan cinta Antony. Walaupun semua itu hanya sebuah kesemuan semata.


Ya! Dia harus bisa menikmati malam ini. Di sini dia adalah Nyonya Presiden. Dia harus bisa melakukan semua itu. Adelia menegak habis champagne-nya dan berjalan dengan langkah penuh percaya diri.


Antony merasa ponselnya bergetar. "Maaf, saya harus melihat ini." Antony meminta izin melihat ponselnya di tengah pembicaraan serius tentang ekonomi. Lawan bicaranya mengangguk mempersilakan.


Dia melihat ponselnya dan nama Calton ada di sana. Antonya mengerutka dahinya dan ingin melangkah.


Adelia baru saja ingin menggapai pundak Antony ketika Antony langsung pergi saja meninggalkannya. Adelia tampak kaget dan langsung menarik tangannya. Tak ingin melihat tatapan aneh dari para sepupunya.


"Dia sedang sibuk dengan pekerjaannya." Adelia beralasan yang membuat tatapan-tatapan aneh itu sedikit berkurang. Adelia segera mendekati Antony yang menuju ke arah balkon.


"Ada apa?" Tanya Antony langsung.


"Maaf Tuan, seharusnya saya menghubungi Max, tapi …." ucap Calton sungkan.


"Aduh! Kaki ku sakit tahu!" Suara Laura yang mengeluh membuat Antony membesarkan matanya. "Kenapa kau menelepon dia! Panggilkan aku dokter!" Teriak Luara lagi.


"Aku akan segera ke sana!" Antony segera bergegas. Dia mematikan panggilan itu lalu berbalik. Antony sedikit kaget melihat Adelia sudah berdiri di belakangnya.


"Kau ingin pergi ke mana?"


...****************...


maaf kak, hari ini segini dulu ya. aku baru pindahan lagi. jadi capeknya pol Ampe susah mikir.


besok aku up banyak ya. insyaAllah.


btw, aku cuma mau sedikit promosi. aku punya karya di ApK seblah (F*zzo)

__ADS_1


judulnya : Tamu Ranjang Tuan Billionaire.


boleh dong kalo memang punya apknya datang dan kasih komen ya hehe. Cari aja judulnya. jangan cari nama penaku ya. soalnya di sana namanya beda. sekian dan terima kasih.


__ADS_2