Jerat Cinta Sang Penguasa.

Jerat Cinta Sang Penguasa.
Bab 73. Dia harus mendapat mereka kembali.


__ADS_3

Xavier mengambil ponselnya dari laci meja kerjanya. Dia memang sengaja tak membawanya ke tempat kerjanya karena tahu tak mau semakin kacau.


Dia mengerutkan dahi melihat panggilan tak terjawab dari Laura sebanyak dua puluh tiga kali. Tak menyangka wanita itu begitu gigih. Saat Xavier meletakkan kembali ponselnya ke dalam laci, ponsel itu kembali bergetar. Xavier memperhatikannya sebentar, mungkin itu dari Stevan, tapi sekali lagi itu dari Laura. Benar-benar wanita yang gigih. Xavier awalnya hendak menutup panggilan itu, tapi dia rasa dia harus menenangkan wanita itu kalau tidak dia akan terus meneror Xavier.


"Halo! Xavier! ya ampun! kenapa kau tidak menjawab panggilan ku! kau tak tahu betapa cemasnya aku!" gerutu Laura langsung. Xavier sudah tahu akan diceramahi oleh Luara sehingga dia bahkan tak terlalu mendengarkan apa perkataan Laura.


"Aku sibuk," ujar Xavier seadanya.


"Kau boleh sibuk! tapi seharusnya tetap mengangkat teleponku! apa kau sudah berhasil menyelamatkan Gracie? apa dia sudah bersamamu lagi?" tanya Laura. Bukankah kemarin juga begitu, tiba-tiba saja Graciella sudah bersama dengan Xavier.


"Belum, Graciella belum bersamaku."


"Kenapa? bukankah aku sudah memberitahukanmu bahwa di ada di rumah sakit? apa Adrean menipu ku?" tanya Laura bingung. Biasanya Xavier bisa menemukan Graciella dengan cepat.


"Ya, dia ada di sana.".


"Lalu? kenapa kau tidak secepatnya menyelamatkan dia jika dia ada di sana? kenapa kau tidak langsung menghajar Adrean di sana?" tanya Laura dengan kebingungan tapi begitu menggebu.


"Aku tidak mungkin melakukan hal itu di depan anak mereka. Kenapa kau tidak pernah mengatakan bahwa mereka sudah punya seorang putri?" tanya Xavier pada Laura. Dia memberitahukan semua tertang Greciella pada Xavier, tapi kenapa tak menyingung sedikit pun tentang anak?


"Ha? seorang putri?! apa kau tidak salah lihat?"


"Apa maksudmu?" tentu Xavier tidak salah lihat. Malah begitu jelas dia melihat Graciella menggendong putrinya. Begitu juga Adrean yang bangga memamerkan anaknya. Bayangan yang muncul tentang hal itu membuat hati Xavier kembali terasa kecut.


"Ya maksudku bagaimana Greciella bisa punya anak sedangkan dia dan Adrean saja tak pernah melakukan apapun. Adrian dari awal menikah hingga sekarang tak ingin menyentuh Graciella. Lalu bagaimana mereka punya anak? lewat udara begitu?" ujar Luara yang merasa hal ini konyol sekali.

__ADS_1


Xavier yang mendengar itu mengerutkan dahinya. "Kau serius dengan apa yang kau katakan tadi?!" Xavier yang mendengar penjelasan dari Laura seperti baru tersengat listrik. Apa mungkin?


"Ya tentu, aku kan tahu luar dalam dari Graciella!" ujar Laura sangat percaya diri. "Ya ampun, jangan - jangan!"


"Apa? jangan-jangan apa?" ujar Xavier menggebu. Apakah yang ada di dalam pikirannya sekarang benar adanya?


"Graciella pernah mengatakan dia pernah hamil tapi anaknya dibawa oleh Adrean dan sepertinya sudah meninggal. Greciella memang tak banyak menceritakan tentang anaknya karena dia selalu terbawa emosi jika menyangkut hal itu. Tapi aku rasa, ayah dari anak itu adalah pria yang tidur dengannya. Tentu! siapa lagi! aku sangat pasti bahwa Adrean bukan ayah anak itu. Mereka tak pernah melakukan hubungan badan. Graciella hanya pernah melakukannya sekali dengan pria bertopeng itu! Ya! itu adalah anaknya! aku yakin! Sial, kenapa semakin rumit saja sih?" Laura memegang kepalanya. Kenapa sekarang Graciella punya anak.


Seorang janda tanpa anak akan sangat mudah diterima oleh pria lain. Tapi seorang janda yang membawa anak, itu akan sulit. Ah! apakah Xavier bisa menerima Graciella yang membawa seorang anak? sulit sekali!


Xavier yang mendengar itu hanya bisa terperanjat. Matanya membesar dan tampak bergerak-gerak. Bagaikan syok terapi yang langsung menghantam kepalanya. Jika benar kata Laura, maka ....


Wajah dan senyuman gadis kecil itu kembali terngiang di kepala Xavier. Pantas saja merasa familiar. Dia adalah anaknya! dia punya seorang putri!


"Eh, halo? Xavier?" Luara sedikit menegur karena merasa hening. Xavier masih saja mematung dengan segala pemikirannya. Kalau begini, dia harus menemui putrinya! apapun yang terjadi! dia harus melihat dan membawa putrinya dan Graciella dari tangan Adrean! mereka adalah miliknya.


Xavier langsung mematikan panggilan itu. Dengan cepat terlonjak dan mengambil barang-barang yang dia butuhkan. Sekarang dia harus menemui Graciella dan putrinya bagaimana pun caranya dan apapun resikonya.


"Fredy! siapkan mobil dan lacak sekarang Graciella ada dimana?" perintah Xavier pada Fredy yang selalu setia menunggu perintah dari Xavier. Xavier tak menunggu jawaban dari Fredy dan langsung menelepon Stevan.


"Halo?" ujar Stevan yang baru saja berencana memeluk gulingnya. Ingin cepat terlelap. .


"Stevan! aku ingin kau melancarkan rencana kita sekarang!" kata Xavier tegas.


"Ha? sekarang? tak bisa besok saja? aku belum buat janji dengannya!" ujar Stevan yang sebenarnya sudah tak bisa lepas dari rayuan ranjangnya.

__ADS_1


"Tidak! lakukan sekarang! kita tak punya waktu lagi!" kata Xavier.


"Beri aku satu alasan agar aku bisa merasa aku harus melakukannnya sekarang." Stevan mencoba untuk kompromi. Jika tak mendesak, keperluannya dengan dunia mimpi lebih penting.


"Kau ingat putri Graciella yang aku ceritakan?"


"Ya?"


"Kemungkinan besar, dia putriku!"


"Ha!" akhirnya Stevan terlonjak kaget dan terbangun dari ranjangnya. Bagaimana bisa tiba-tiba Xavier memiliki seorang putri! sial! kenapa Xavier sudah punya anak sedangkan dia belum?


"Ya! karena itu aku ingin kau cepat melakukan tugasmu! aku harus menemukan putriku!" ujar Xavier lagi segera masuk ke dalam mobil. Fredy juga segera masuk. Mobil mereka cepat melaju segera meninggalkan daerah markas militer.


"Kalau begitu, siap komandan!" ujar Stevan. Mau tak mau dia harus menunda hasratnya untuk tidur. Saatnya kembali menggoda Sarah.


Xavier mengggengam erat ponselnya. Perasannya sekarang campur aduk. Kaget, bingung, marah, menjadi satu. Di otaknya juga begitu banyak pertanyaan.


Apakah yang terjadi sebenarnya? bagaimana keadaan Graciella selama dia mengandung anaknya? menderitakah dia? apakah Adrean menyiksanya? kenapa Laura mengatakan bahwa anaknya kemungkinan sudah meninggal dan muncul lagi sekarang? apakah putrinya dirawat oleh Adrean? lalu jika nantinya Xavier mengatakan bahwa dia adalah pria yang sudah mengambil keperawanan Graciella dan ayah dari anaknya, apakah Graciella bisa menerimanya? dan benarkan itu adalah putri kandungnya?


Semua pertanyaan itu berputar dalam otaknya. Dia tak tahu jawaban dari semuanya tapi yang pasti! dia harus mendapatkan mereka kembali.


...****************...


Well, See You Next Chapter kak!

__ADS_1


Jangan lupa, Like, komen dan share kak, tambah favorit juga ya kk..


Makasih semua kakak2.


__ADS_2