
Mata Graciella yang tertutup mengerut terkena sinar matahari yang menembus gorden putih tipis di kamar. Dia segera melirik jam yang ada di dekat ranjangnya. Sudah pukul tujuh di sana.
Pandangan Graciella berpindah pada kertas putih yang ada di dekat jam itu. Dia langsung melihat ke arah samping dirinya tempat Xavier semalam berbaring. Benar saja dugaannya. Tempat itu telah kosong, hanya meninggalkan jejak yang sedikit berantakan, tanda tempat itu sudah ditiduri.
Graciella sedikit malas mengangkat tubuhnya untuk duduk. Saat dia sudah duduk dia mengambil kertas itu, dan isinya tak jauh dengan yang kemarin dia temukan di rumahnya.
Graciella bergegas turun dari ranjang itu. Berjalan pelan ke arah kamar mandi dan segera membersihkan tubuhnya. Setelah mandi dengan air hangat, akhirnya tubuhnya yang cukup terasa lelah tadi pagi karena tak tidur hingga hampir pagi hari akhirnya terasa cukup ringan. Hanya saja kepalanya masih terasa berat.
Graciella keluar dari kamar itu dan kaget melihat seorang wanita yang sudah berdiri di samping tempat tidurnya. Saking kagetnya, Graciella sampai berteriak kecil.
"Maaf mengagetkan Anda Nona, Komandan meminta saya untuk melayani Anda selama Anda di sini hingga Anda sampai di Cafe Little Miracle," ujar wanita itu sopan.
"Oh, ya, maaf, aku hanya terkejut," jawab Graciella, sebenarnya dialah yang harus minta maaf.
"Nona, Anda ingin makan apa? Kami sudah menyiapkan beberapa makanan, jika Anda tidak suka dengan makanannya Anda bisa mengatakannya padaku," ujar Wanita itu menunjukkan ruang makan dengan meja makan yang sudah penuh dengan makanan. Graciella mengerutkan dahinya, dia hanya sendiri, tapi makanan di meja itu begitu penuh.
"Tidak perlu, ini bahkan sudah sangat berlebihan," ujar Graciella yang duduk. Bingung bagaimana menghabiskan semangkuk bubur, roti panggang, sosis, beberapa pancake.
"Komandan hanya ingin Anda makan pagi dengan baik," ujar wanita itu lagi.
"Sepertinya dia memang ingin membuatku gemuk," gumam Graciella mengambil pancake itu dahulu. "Aku tidak akan bisa menghabiskannya, bagaimana jika kau membantuku?" Seberapa pun dipikirkan, Graciella tak mungkin menghabiskannya.
"Saya sudah makan Nona," ujar wanita itu lagi.
__ADS_1
"Tolong lah, lagi pula aku bukan orang yang bisa menelan makanan jika diawasi. Lebih baik membantuku sedikit saja dengan makanan-makanan ini. Ini, cobalah sosis atau roti panggang ini, jangan menolak, ini perintah dariku," ujar Graciella, sedikit saja melihatnya sudah tahu wanita ini adalah anggota wanita bawahan Xavier.
"Baiklah Nona, saya akan makan rotinya saja," jawabnya. Graciella tersenyum, jika dikatakan 'ini perintah' pastinya mereka akan segera melaksanakannya.
Graciella menyodorkan makanan itu dan dia segera duduk tak jauh dari sana. Awalnya semua diam, tapi tiba-tiba Graciella merasa ada beberapa pertanyaan di kepalanya.
"Siapa namamu?" tanya Graciella.
"Serin, nama saya Serin," ujar wanita itu lagi.
"Oh, sudah lama jadi bawahan Xavier?" Tanya Graciella.
"Sejak beliau menjadi Jenderal, saya masuk ke dalam salah satu jajaran ajudannya. Seharusnya saya bekerja untuk istri Jenderal tapi Jenderal sendiri tidak pernah tinggal bersama beliau, jadi saya hanya bekerja di markas," jelas Serin dengan gayanya yang tegas.
"Lalu, apa aku boleh bertanya? Apakah Xavier suka menggoda wanita lain? Ehm, jangan takut, aku tak akan mengatakan hal ini padanya, aku berjanji. Kalau kau tidak menjawabnya aku malah akan mengadukan mu karena tidak menjalankan tugasmu dengan baik," ujar Graciella. Sebenarnya sangat tak pantas dia mengancam wanita di dekatnya ini, tapi dia hanya ingin tahu, apakah Xavier sering melakukan hal semalam dengan wanita-wanita lain? Mungkin saja dia tak suka dengan istrinya dan tak menyentuhnya karena kemarin dia mengatakan mereka di jodohkan dan hanya menganggap wanita itu adalah adiknya. Xavier adalah pria normal, Graciella jadi ingat perkataan Adrean dulu, pria normal bahkan butuh wanita minimal 2 kali dalam seminggu. Jadi Xavier juga harus menyalurkan hasratnya, bisa saja dia mengoda wanita lain untuk menyalurkan keinginannya.
"Jenderal Xavier orang yang sangat fokus. Sebelum menjadi Jenderal, beliau benar-benar fokus dalam menjalankan banyak misi agar mendapatkan promosi jabatan. Beliau lebih banyak di medan pertempuran dari pada duduk di kantor atau pulang ke rumah. Selama saya bersama beliau, beliau belum pernah membawa atau berdekatan dengan wanita lain, bahkan saat beberapa orang yang ingin bekerja sama dengan beliau menawarkan beliau wanita-wanita cantik, beliau akan menolaknya. Jadi, Andalah wanita pertama yang beliau minta untuk dijaga dan dilayani, Anda adalah tugas pertama resmi saya," ujar wanita itu.
Mendengar itu Greciella kembali mengangguk, walaupun masih belum bisa diterima begitu saja, tapi pernyataan Serin cukup menyakinkan buat Graciella.
Graciella mencoba memeriksa ponselnya dan kaget ternyata ponselnya tak aktif, pantas saja tidak ada yang menganggu tidurnya. Ternyata ponselnya dimatikan, hal itu diketahui saat Graciella mengaktifkan ponselnya dan baterainya masih setengah. Sepertinya Xavier lah yang mematikannya.
Graciella kaget mendengar notifikasi pesan yang terus masuk seolah tanpa henti. Bahkan ada lebih dari dua puluh pesan di ponselnya dan semuanya dari Stevan. Kenapa pria itu?
__ADS_1
Graciella membuka beberapa di antaranya dan isinya sama saja, dia menanyakan di mana Graciella sekarang.
Selain itu pesan dari Laura dan juga Daren tampak menyelip diantaranya. Awalnya Graciella ingin membalas Stevan, tapi melihat nama Daren di paling atas, dia segera menelepon Daren, dia yakin kakaknya ini sebenarnya tahu ada hubungan apa dia dan Xavier, apakah benar seperti yang dikatakan oleh Xavier?
"Halo, kakak?" Tanya Graciella begitu nada panggilam itu terdengar tersambung.
"Halo? Kau di mana? Stevan menghubungiku terus menerus. Dia tampak begitu gusar," jawab Daren dengan nada begitu khawatir.
"Eh, aku baik-baik saja, aku hanya kesal diikuti oleh bawahannya sehingga aku melakukan hal ini. Kakak tak perlu tahu, ehm, apakah hari ada kasus baru?" Tanya Greciella basa-basi, sebenranya dia tak enak jika harus terus mangkir dari perkerjaannya.
"Belum ada, kasus baru juga sudah ditangani bawahanku yang lain. Kasus untuk menyelidiki perselingkuhan, itu hanya kasus biasa yang mudah," ujar Daren lagi.
"Jadi, apakah kakak bisa menemui ku di rumah sakit milik keluarga kakak?" Tanya Graciella lagi. Dia harus memastikan satu hal.
"Untuk apa kau ke sana?" Tanya Daren merasa agak curiga.
"Ada hal yang harus aku ketahui," ujar Graciella lagi.
Daren terdiam sejenak, "Graciella."
"Ehm?"
"Jika kau ingin ke sana untuk bertanya tentang apa yang terjadi padamu? Aku rasa lebih baik semuanya dilupakan saja. Jika ingin memulai dengan Xavier, biarlah semuanya jadi lembar yang baru tanpa ada bayang-bayang kehidupan mu yang lama," nasehat Daren.
__ADS_1
"Jadi itu benar? Jadi benar kalau aku memang melupakan beberapa hal dalam hidupku, juga tentang Xavier? Kakak! Aku harus tahu sebanarnya kenapa aku bisa melupakan ini semua! Temui aku di rumah sakit tiga puluh menit dari sekarang!" Ujar Graciella mematikan panggilannya. "Serin! Sekarang antarkan aku ke Cafe Miracle!" Perintah Graciella yang langsung membuat Serin berdiri. Graciella tak bisa menunda lagi walaupun makanannya masih bersisa