Jerat Dendam Sang Mafia

Jerat Dendam Sang Mafia
Istrimu Obsesi ku


__ADS_3

Selamat membaca ...


...****************...


Pukul sembilan, akhirnya Deva sudah sampai di kantor perusahaan miliknya, pria itu langsung mengerjakan pekerjaannya yang sudah menumpuk karena terus ditunda-tunda.


Pria itu merasa kesulitan saat banyak berkas tanpa ada yang membantu mengerjakannya, karena biasanya sang asisten Galen ikut membantunya. Deva menghela napasnya panjang dan menyandarkan punggung di kursi kebesarannya.


Namun, tiba-tiba saja lamunannya buyar seketika saat mendengar suara dering ponsel miliknya yang ada di atas meja tersebut. Deva yang penasaran siapa yang sudah berani menghubungi dirinya langsung melihat ke arah ponselnya.


Nama GALEN terpampang jelas di layar ponsel tersebut. Tak ingin membuang waktu, Deva langsung menggeser ikon warna hijau tanda ia menerima panggilan dari sang asisten, Galen.


“Ada apa, cepat katakan,” ucap Deva dengan nada perintah tanpa basa basi lagi. Namun, karena Galen sudah terbiasa akan hal itu, membuat pria yang sama kejamnya dengan Deva itu hanya bersikap biasa saja.


“Bos, saya sudah membeli lahan Restoran yang anda maksud. Nanti malam akan saya selesaikan tugas selanjutnya,” ucap Galen memberi informasi pada Deva, membuat pria itu tersenyum puas dengan kinerja Galen yang tidak pernah mengecewakan dirinya.


“Hm, bagus. Jangan lupakan CCTV yang aku minta, tapi sebelum itu, kau harus menghapus jejak dari sana,” ucap Deva dengan nada perintah.

__ADS_1


“Siap bos,” ucap Galen patuh.


“Aku tunggu nanti malam dan kabari aku jika kau sudah menyelesaikan tugas mu. Satu lagi, perintahkan Max untuk menghadap padaku setelah datang,” ucap Deva yang kemudian langsung memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak.


Setelah selesai melakukan panggilan, akhirnya Deva kembali berkutat di komputer miliknya.


...----------------...


Di sisi lain seorang pria yang tengah merencanakan sesuatu agar bisa merebut kembali sang kekasih dari suaminya. Pria yang sudah terobsesi untuk memiliki wanita yang bersuami, membuat ia menjadi gelap mata, dan sudah tidak peduli dengan konsekuensi yang akan ia dapatkan di kemudian hari.


“Davina, aku akan melakukan apapun agar bisa mendapatkan dirimu, termasuk melawan suami mu. Aku harus mencari tahu siapa dan mau apa pria itu menikahi Davina, tapi kenapa mereka bisa saling kenal, sepertinya aku memang harus cepat bertindak,” gumam seorang pria yang tak lain adalah Arsen.


Arsen tidak memiliki perusahaan apapun untuk menutupi pekerjaan gelapnya, ia hanya menutupinya dengan status orang yang sederhana.


Tentu saja hal itu membuat Arsen sangat penasaran dengan pria yang sudah berani merebut kekasihnya, bahkan sudah menikahi wanita incarannya. Sungguh, Arsen ingin melenyapkan suami kekasihnya saat itu juga.


“Deon!” panggil Arsen pada asistennya.

__ADS_1


“Suruh beberapa orang untuk mencari dan menyelidiki seseorang untuk ku,” ucap Arsen dengan nada perintah.


“Siapa yang bos maksud?” tanya Deon penasaran.


“Pria yang menjadi CEO di perusahaan dekat perbatasan kota,” jawab Arsen dengan datar.


Deon yang mendengar hal itu merasa terkejut dengan pernyataan sang bos. Ia tahu sedikit informasi tentang pria yang dimaksud oleh Arsen, tapi ia tidak pernah mengatakannya, karena ia merasa hal itu tidak perlu di bahas selama tidak ada masalah.


“Ada apa dengan dirimu, kenapa raut wajah mu berubah?” tanya Arsen penasaran.


“Saya sedikit tahu tentang pria yang menjadi CEO di perusahaan itu bos. Namanya Deva Ghazanvar, dia terkenal sangat tegas dan kejam. Ada juga rumor jika pria itu memiliki organisasi gelap di dunia bawah sindikat senjata ilegal dan obat terlarang,” jawab Deon panjang lebar memberi informasi sesuai dengan yang ia ketahui.


“Jadi selama ini kau tahu dan tidak memberitahu ku. Bodoh!” bentak Arsen tak habis pikir dengan asistennya.


“Karena saya merasa hal itu tidak penting untuk di bahas, apalagi kita tidak memiliki masalah atau keterkaitan dengan pria berbahaya seperti Deva,” jawab Deon dengan santai, membuat Arsen mendengus kesal dengan penuturan sang asisten, Deon.


...****************...

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2