
Selamat membaca ...
...****************...
Setelah seharian berkutat dengan urusannya yang ada diluar perusahaan dan di dalam perusahaan, akhirnya Deva pulang lebih awal sore hari ini, pria itu tampak terburu-buru untuk pulang ke Mansion miliknya.
Deva menancapkan gas mobilnya dengan kecepatan tinggi, entah karena merasa rindu pada istrinya atau pada hal lain, selain wanita itu. Hingga tak butuh waktu lama, akhirnya Deva sudah sampai di Mansion mewah dan megah tersebut.
Deva melangkahkan kakinya dengan cepat menuju kamar di mana sang istri berada. Deva membuka pintu kamar itu dengan sangat perlahan, hingga menampilkan sosok wanita cantik yang sedang merebahkan dirinya, sambil bermain ponsel yang Deva berikan di atas sofa di dalam sana.
“Apa kau tidak ada kegiatan hari ini?” tanya Deva dengan tiba-tiba, membuat wanita yang sedang rebahan tersebut langsung terkejut dan mendudukkan tubuhnya.
“Kau sudah pulang?” tanya Davina yang tidak mengindahkan pertanyaan dari Deva.
“Aku pulang lebih cepat hari ini, karena pekerjaan ku sedikit. Apa Baby kita rewel di dalam sini?” tanya Deva yang kini sudah duduk di samping Davina sambil mengelus perut istrinya yang masih datar.
“Tidak, justru hari ini aku hanya merebahkan diri di dalam kamar, aku hanya ingin bermalas-malasan saja, memangnya kenapa?” tanya Davina penuh selidik.
“Aku ingin mengajak mu makan malam di luar, jadi bersiap lah,” ucap Deva tegas tanpa bantahan, membuat wanita cantik itu mengernyitkan dahinya tanda ia bingung dengan sikap Deva yang tiba-tiba baik.
“Makan malam di luar? Apa kau serius?” tanya Davina meyakinkan.
“Apa aku perlu menggigit mu agar kau tidak banyak bertanya, hum,” ucap Deva sambil mencubit pipi Davina dengan gemas, membuat wanita itu meringis kesal karena ulah Deva.
“Baiklah, kalau begitu aku akan menyiapkan gaun ku,” ucap Davina pasrah.
__ADS_1
“Kau tidak perlu menyiapkan apapun, aku sudah menyiapkannya,” ucap Deva sambil beranjak dari duduknya, untuk membersihkan diri menuju kamar mandi, membuat Davina hanya diam tak percaya, tapi ia tidak ingin mempermasalahkan semuanya. Bukankah ini jauh lebih baik, jika Deva mencintainya, begitu pikir Davina.
...----------------...
Malam hari ini, Davina sudah siap untuk berangkat makan malam dengan suaminya, wanita itu mengenakan gaun yang berwarna navy senada dengan Deva. Rambutnya yang disanggul elegan, membuat Davina terlihat sangat cantik dan seksi dengan menampilkan leher jenjang dan bahu mulusnya.
“Apa kau sengaja ingin menggoda pria lain di hadapan ku?” tanya Deva sambil melangkahkan kakinya perlahan menuju sang istri, membuat wanita itu gugup karena tatapan Deva.
“A-aku han--,” ucap Davina yang langsung di bungkam oleh bibir Deva. Davina hanya membelalakkan matanya karena perlakuan Deva yang sangat tiba-tiba ini.
Tak hanya itu, Deva mendaratkan kecupan-kecupan kecil di leher dan bahu milik istrinya, hingga meninggalkan jejak kepemilikan di sana.
“Deva apa kau meninggalkan jejak di sini?” tanya Davina sambil mengusap lehernya.
“Aku tidak akan membiarkan orang lain menatap dirimu dengan penuh kekaguman, aku hanya ingin mereka tahu kalau kau adalah milikku. Apa kau mengerti?” tanya Deva sambil menatap Davina dengan menuntut jawaban.
“Ya, aku mengerti,” jawab Davina tak ingin memperpanjang hal itu.
...----------------...
Singkat waktu, kini Davina dan Deva sudah ada di Restoran besar yang ada di sana, mereka sangat menikmati makan malam mereka tanpa adanya gangguan sedikit pun.
“Apa kau ingin memesan makanan ringan yang lain?” tanya Deva sambil menatap Davina yang kini tengah menyantap makanan penutup.
“Tidak, ini sudah cukup,” jawab Davina tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Deva.
__ADS_1
“Sebenarnya ada apa kau mengajak ku makan malam dengan tiba-tiba?” tanya Davina penasaran.
“Apa kau salah jika melakukan ini pada istriku?” bukannya menjawab, Deva malah balik bertanya pada Davina, membuat wanita itu hanya diam tak berniat untuk menjawab pertanyaan dari Deva.
“Aku ingin ke toilet dulu,” ucap Davina yang beranjak dari tempat duduknya.
“Aku akan mengantar mu,” ucap Deva yang ingin mengikuti Davina, tapi wanita itu langsung membalikan tubuhnya ke arah Deva.
“Apa kau tidak percaya padaku, tenanglah, aku hanya ingin ke toilet sebentar dan tidak akan hilang. Kau tunggu saja di sini, aku akan segera kembali,” ucap Davina berusaha mencegah Deva agar tidak ikut dengan dirinya.
Akhirnya Deva terdiam dan duduk kembali di kursi miliknya, sambil menatap punggung Davina yang mulai menghilang dari pandangannya karena terhalang oleh jarak.
...----------------...
“Aku harus bisa lari dari Deva, aku tidak ingin menghabiskan sisa hidupku bersama pria kejam seperti Deva. Aku juga bisa mengurus dan menghidupi buah hatiku sendiri tanpa Deva,” gumam Davina yang sedang memikirkan cara agar bisa keluar dari tempat itu.
...****************...
Terima kasih.
Note:
Halo semuanya, Mimin mau kasih rekomendasi Novel teman Mimin yang gak kalah seru loh, sambil kalian nunggu update novel ini, boleh mampir di karya author Weny Hida.
__ADS_1