
Selamat membaca ...
...****************...
Deva yang penasaran semakin kesal karena sang asisten hanya diam tak berniat untuk menjawab pertanyaan darinya. Deva langsung membuka amplop cokelat yang berisi informasi tentang kekasih sang istri.
Deva mengernyitkan dahinya saat ia melihat salah satu fakta, bahwa pria yang ia klaim sebagai pria brengsekk itu adalah mantan sang adik, Erika. Matanya semakin memerah saat menyadari sebuah fakta yang begitu besar.
“Galen, Max, apa informasi yang kalian dapat ini bisa di pertanggung jawabkan?” tanya Deva ingin memastikan.
“Benar bos, sekitar beberapa bulan yang lalu, Arsen memutuskan hubungannya dengan Erika, tapi dalam waktu yang singkat, pria itu memiliki hubungan dengan nona Davina,” jawab Galen dengan pasti, membuat Deva kembali merasakan sakit seolah luka yang baru saja ia obati menganga kembali seperti disiram dengan air garam.
Dendam yang hampir ia lupakan kini harus kembali membara saat mengingat dibalik kematian adiknya, ternyata ada dua orang yang terlibat di dalamnya.
“Bos, apa anda baik-baik saja?” tanya Max yang melihat Deva menundukan kepalanya.
“Hm, aku baik-baik saja. Aku hanya merasa aneh, kenapa Davina dan si brengsekk itu menjalin hubungan, apa mereka main api di belakang adikku?” tanya Deva yang semakin penasaran.
__ADS_1
“Tidak bos, dalam riwayat yang saya dapatkan, nona Davina tidak pernah menjalin hubungan apapun dengan seorang pria sebelum dengan Arsen setelah Erika. Saya juga mendapatkan bukti, jika Arsen mempunyai rencana pembunuhan berencana, yang mana daftar keluarga Emery termasuk di dalamnya,” jawab Galen yang di angguki oleh Max.
“Apa! Sekarang aku mengerti. Galen, cepat lacak di mana keberadaan istriku, aku merasa akan ada sesuatu yang tidak beres,” ucap Deva dengan nada cemas.
“Baik bos, saya akan bertanya pada pengawal tersembunyi nona terlebih dahulu,” ucap Galen dengan patuh.
Galen segera menghubungi seseorang yang ia kirim untuk menjaga Davina secara diam-diam, beberapa saat setelah melakukan panggilan, akhirnya Galen memutuskan panggilan tersebut.
“Bos, nona sedang bertemu dengan Arsen di sebuah pusat perbelanjaan,” ucap Galen memberikan informasi pada sang bos.
Deva yang mendengar hal itu langsung bangkit dari duduknya dengan raut wajah yang tidak dapat diartikan lagi.
Deva berangkat bersama Max menggunakan mobil dengan kecepatan tinggi, menuju tempat perbelanjaan di mana sang istri berada.
...----------------...
Di sisi lain, seorang wanita yang tengah di paksa untuk ikut bersama dengan seorang pria di sebuah pusat perbelanjaan di kota tersebut.
__ADS_1
“Davina, ada apa dengan dirimu? Kenapa kau tidak ingin ikut dengan diriku?” tanya Arsen dengan nada penuh kecewa.
“Arsen, apa kau tidak melihat aku sedang hamil besar?” Davina balik bertanya dengan tak habis pikir.
“Lagipula untuk apa kau mengandung anak pria siallan itu, hum?” tanya Arsen dengan nada tak terima.
“Bayi ini hadir tanpa dosa, kau jangan pernah menyalahkan bayiku,” ucap Davina sambil menatap tajam ke arah Arsen.
“Apa kau masih mencintai ku, kenapa kau sekarang lebih memihak pada pria itu dan juga anak mu ini?” tanya Arsen berusaha mendesak Davina.
“Aku tidak memihak Deva, hanya saja aku tidak ingin kau terus menerus menyalahkan bayi yang ada dalam kandungan ku ini,” ucap Davina dengan tegas.
“Kalau begitu ayo ikut aku sekarang, mumpung tidak ada suami mu Vin,” ucap Arsen mengajak Davina untuk pergi.
“Atas dasar apa kau meminta istriku untuk ikut bersama dengan mu?” terdengar pertanyaan dari suara bariton yang ada di dekat mereka, membuat Arsen maupun Davina menoleh dengan raut wajah yang terkejut.
...****************...
__ADS_1
Terima kasih.