Jerat Dendam Sang Mafia

Jerat Dendam Sang Mafia
Lepaskan Arsen


__ADS_3

Selamat membaca ...


...****************...


Davina bangkit dari duduknya dan menatap Deva dengan tatapan yang sangat terkejut, begitu juga dengan Arsen.


“De-deva, apa yang kau lakukan di sini?” tanya Davina dengan gugup, sambil menghampiri sang suami yang masih memasang wajah dinginnya.


“Davina, kau jangan pernah percaya pada pria brengsekk itu,” ucap Deva sambil menekan setiap kalimatnya.


Namun, Davina yang mendengar hal itu dari mulut Deva, malah menggelengkan kpalanya tanda tidak mau. Davina yang sudah terlanjur mempercayai seorang pria bernama Arsen, kini sulit untuk mempercayai pria lain.


“Apa maksud mu, kenapa kau mengatakan hal itu pada Davina? Vina, aku mohon percaya padaku, aku tidak akan pernah menyakiti dirimu, suami mu ini hanya ingin kau bertahan karena ada anaknya di dalam rahim kamu,” ucap Arsen berkilah, agar wanita incarannya selama ini tetap percaya pada dirinya.


“Kau tidak bisa berkilah lagi di hadapan ku, karena aku sudah mempunyai bukti riwayat pembunuhan berencana yang kau lakukan,” ucap Deva dengan santai sambil menjentikkan jarinya dan muncul beberapa orang berbaju hitam mengelilingi Arsen.

__ADS_1


Arsen yang melihat dirinya tengah di kelilingi orang suruhan Deva, merasa sangat terkejut, begitu juga dengan Davina. Arsen juga tahu jika Deva adalah seorang Mafia berdarah dingin, dan ia tidak ingin memberontak dalam keadaan tersebut, apalagi jika memberontak di hadapan Davina, ia takut kalau rencana yang ia susun jadi kacau berantakan.


“Aku tahu kau adalah pria kaya, makanya kau menggunakan cara seperti ini untuk menangkap pria miskin sepertiku,” ucap Arsen yang ingin memojokkan Deva di hadapan istrinya.


“Deva! Apa yang kau lakukan, kenapa kau malah menangkap Arsen, huh!” bentak Davina yang tidak terima jika sang kekasih di tangkap oleh suaminya sendiri.


“Aku hanya ingin membuka kebenaran yang selama ini tertutup rapat,” ucap Deva dengan datar dan raut wajahnya yang dingin, membuat Davina semakin tak habis pikir dengan sang suami.


“Bawa dia ke markas kita,” ucap Deva dengan nada perintah pada beberapa orang yang tengah mengepung Arsen.


Arsen hanya ikut dengan suka rela, ia berpikir jika Davina akan terus membantu dirinya agar terbebas dari pria yang merupakan suami dari kekasihnya.


“Ck! Aku harap kau masih bisa mengatakan hal itu dan membela pria brengsekk itu, setelah semuanya terbongkar,” ucap Deva sambil menampilkan senyum smirk nya dan segera menggenggam tangan Davina.


...----------------...

__ADS_1


Davina merasa sangat asing dan merasa takut saat suaminya membawa ke dalam sebuah tempat yang menurutnya sangat menyeramkan. Banyak pria bertubuh kokoh dan kekar di sekeliling tempat tersebut.


“Deva, kenapa kau membawa ku ke tempat seperti ini?” tanya Davina sambil terus menggandeng tangan Deva yang kekar.


“Aku hanya ingin kau mendengar dan melihat sebuah kebenaran,” jawab Deva sambil terus membawa Davina ke tempat di mana Arsen sudah di kurung.


Tak butuh waktu lama, kini Davina sudah sampai di tempat penyekapan Arsen. Wanita itu membulatkan matanya dengan sempurna, saat melihat wajah Arsen yang sudah babak belur.


Kini rasa ingin tahu Davina sudah semakin besar, apalagi untuk apa yang dilakukan sang suami, ia bahkan tidak bisa membayangkan jika suaminya bekerja, seperti apa yang ia pikirkan selama ini, yaitu menjadi seorang Mafia.


Meskipun hal itu adalah sebuah kebenaran, tapi Davina pasti akan sangat sulit menerima kenyataan yang ada.


“Deva, cepat lepaskan aku, atau aku akan membunuh mu!” teriak Arsen sambil memberontak dengan wajah yang sudah tak berbentuk lagi.


“Deva,” ucap Davina sambil memasang raut wajah memelas.

__ADS_1


...****************...


Terima kasih.


__ADS_2