Jerat Dendam Sang Mafia

Jerat Dendam Sang Mafia
#Bonus Chapter - Rencana Deva untuk Derry


__ADS_3

Selamat membaca ...


...****************...


Setelah semalaman Deva merengek, akhirnya pagi ini ia tampak jauh lebih berseri. Memijat kaki sang istri hanya dalih semata. Sedangkan, Davina hanya menampilkan raut wajah kusut di dapur sana. Wanita cantik itu memang sering membantu menyiapkan sarapan untuk suami dan juga anak-anaknya. Daffa yang masih tidur membuat ia jadi leluasa melakukan aktivitas apapun pagi ini.


“Sayang, kenapa kau malah ada di sini?” tanya sosok pria yang baru saja muncul dari balik pintu dapur. Pria itu sejak tadi mencari sosok istrinya, yang ternyata ada di dapur.


“Dev, ada apa. Apa kau butuh sesuatu?” tanya Davina sambil membalikkan tubuhnya. Netranya menangkap sosok pria tampan dan tegas itu tengah melangkah mendekati dirinya.


“Tolong bantu rapikan dasi ku,” pinta Deva yang kini sudah dekat dengan Davina. Tanpa menunggu lama lagi, wanita cantik itu segera merapikan Dasi dan juga pakaian Deva.


“Aku ingin mengatakan sesuatu pada mu,” ucap Deva yang sangat tiba-tiba, membuat gerakan Davina terhenti seketika, dan mendongakkan kepalanya menatap wajah sang suami.

__ADS_1


“Ada apa? Katakan saja! Bukankah biasanya kau selalu mengatakannya tanpa harus meminta persetujuan dariku,” ucap Davina sambil menatap heran ke arah Deva.


“Ini tentang anak-anak,” jawab Deva sambil menundukkan kepalanya. Melihat hal itu, Davina segera menarik tangan Deva dan menaiki anak tangga menuju kamar mereka.


***


“Katakan dengan jelas. Apa yang sebenarnya ingin kamu katakan Dev?” tanya Davina setelah mereka duduk di bibir tempat tidur yang berukuran king size tersebut.


“Apa maksud mu?!” tanya Davina yang terkejut saat mendengar penuturan dari sosok pria yang ada di sampingnya.


“Aku tahu ini sangat berat bagi mu, tapi bagi diriku juga, dan ini satu-satunya cara agar dia selamat dari incaran musuh ku. Aku minta maaf padamu, karena sudah menjadi sumber masalah bagi kalian,” ungkap Deva yang kini matanya sudah berkaca-kaca.


“Katakan ini semua tidak benar ‘kan Dev?” tanya Davina sambil menggelengkan kepalanya, yang masih terus menyangkal dan berharap jika Deva hanya sedang menakuti dirinya saja.

__ADS_1


“Maaf.” Hanya satu kata maaf yang keluar dari mulut Deva, yang mana hal itu membuat lelehan bening yang sejak tadi menggenang di pelupuk mata Davina, kini luruh seketika.


“Bagaimana kau bisa melakukan hal ini Dev? Kenapa! Apa kau tahu apa yang aku rasakan, saat aku jauh dari anak-anakku? Bahkan, saat mereka pergi bersekolah pun aku selalu menanti kepulangan mereka. Lalu, bagaimana dengan sekarang. Apa kau tidak menyayangiku dan anak-anak lagi?” tanya Davina secara bertubi-tubi, sambil memegangi wajah Deva agar pria itu mau menatap ke arahnya.


“Aku melakukan ini karena aku sangat menyayangi kalian. Aku tidak ingin kalian terluka. Aku hanya ingin melindungi kalian, dan ini jalan satu-satunya yang bisa aku tempuh. Aku harap kau akan mengerti dengan apa yang aku putuskan saat ini,” ucap Deva dengan lembut sambil mengelus puncak kepala Davina.


“Lalu, apa yang akan kau lakukan padanya Dev? Apa yang akan dia lakukan setelah pergi dari sini. kehidupan apa yang sedang menanti putra kita? Katakan padaku dengan jelas, agar aku tidak menebak-nebak dengan kehidupan yang akan putra kita jalani!” kali ini Davina benar-benar tak berdaya saat mendengar alasan Deva yang sebenarnya belum ia ketahui dengan pasti.


...****************...


Jangan lupa tinggalkan jejak ya ...


Bonus chapter terakhir akan update di bab selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2