
Selamat membaca ...
...****************...
Malam yang indah baru terasa untuk Davina, ia baru merasakan sisi kelembutan dari seorang Deva Ghazanvar. Malam ini ia merasa sedikit nyaman dengan perlakuan Deva.
“Dev, sudah hentikan, perutku terasa kram,” ucap Davina yang mulai merasa lelah dengan permainan Deva.
“Sebentar lagi, aku akan pelan-pelan,” ucap Deva yang mulai mempercepat gerakannya tanpa membuat Davina kesakitan.
“Akh! Terima kasih,” ucap Deva setelah selesai dengan permainannya dan sudah mencapai titik puncak kenikmatannya.
“Apa perut mu masih terasa sakit?” tanya Deva sambil terus mengecupi kening dan pipi mulus milik Davina, membuat wanita itu memejamkan matanya berkali-kali karena tingkah Deva yang sangat manja.
“Sedikit,” jawab Davina pelan dan hal itu membuat Deva seketika cemas karena merasa sangat bersalah.
“Apa kita perlu periksa ke Rumah Sakit?” tanya Deva sambil mengelus perut Davina yang masih rata itu.
“Ti-tidak perlu, aku hanya butuh istirahat saja,” ucap Davina mencegah Deva.
__ADS_1
“Kalau begitu istirahatlah, aku akan menjaga mu di sini,” ucap Deva sambil menarik Davina agar tidur dalam dekapannya.
Tak butuh waktu lama, akhirnya Davina sudah terlelap dalam pelukan Deva, pria itu dengan sabar mengelus punggung Davina sambil terus mengecup puncak kepala milik istrinya tersebut hingga tertidur pulas.
Deva segera mengambil ponsel yang ada di atas nakas samping tempat tidurnya, pria itu dengan teliti melihat isi ponsel tersebut, hingg sebuah senyuman smirk nya terukir jelas di bibir seksinya.
“Davina, apa kau pikir bisa membodohi aku? Cih! kau terlalu bodoh untuk melakukan itu, seharusnya kau belajar dulu padaku,” gumam Deva tanpa melepaskan dekapannya dari Davina.
Tak berapa lama kemudian, suara dering ponsel milik Deva berbunyi, membuat pria itu terkesiap dan langsung menggeser ikon warna hijau tanda ia menerima panggilan tersebut.
“Halo, selamat malam bos,” sapa seorang pria di sebrang sana, yang tak lain adalah Galen sang asisten.
“Hm, cepat katakan,” ucap Deva dengan nada perintah tanpa ingin berbasa-basi terlebih dahulu.
“Bagus. Lalu, kapan kau akan pulang?” tanya Deva datar, sebenarnya ia juga merasa kesulitan saat tidak ada tangan kanannya tersebut.
“Besok lusa bos, saat ini saya sedang dalam perjalanan untuk kembali ke luar kota, ada yang harus saya selesaikan di sana mengenai penyimpanan senjata kita,” ucap Galen yang memang harus segera kembali.
Ternyata, Galen hanya kembali untuk mengerjakan tugas dari Deva, pria itu rela pulang pergi ke luar kota demi sang tuan. Galen hanya bisa merasa santai karena hal itu sudah biasa bagi dirinya.
__ADS_1
“Baiklah, aku tunggu kepulangan mu, sepertinya kita akan mempunyai mangsa baru,” ucap Deva santai.
“Baik bos,” ucap Galen patuh dan Deva segera memutuskan sambungan telepon miliknya secara sepihak.
Setelah melakukan panggilan tersebut, akhirnya Deva mulai memejamkan matanya, menyelami alam mimpi menyusul sang istri, tanpa harus melepaskan dekapannya tersebut.
...----------------...
Tak terasa, pagi hari ini Deva sudah rapih dengan menggunakan setelan jas kerja miliknya, tanpa harus membangunkan sang istri yang masih bergelung dalam selimut menyelami mimpi, seolah ia tidak ingin terbangun dari mimpi indahnya.
Deva menuruni anak tangga satu persatu untuk berangkat ke kantor perusahaan miliknya. Pria itu terlihat sangat buru-buru karena ada meeting dengan beberapa kliennya.
“Tuan, saya sudah menyiapkan sarapan untuk anda,” ucap Aliya pada sang tuan, saat Deva sudah sampai di bawah sana.
“Aku akan sarapan di kantor saja, pagi ini aku ada meeting penting, kau urus saja istriku di kamar, siapkan sarapannya dan bangunkan dia satu jam lagi. Aku berangkat,” ucap Deva yang langsung bergegas melewati Aliya.
...****************...
Terima kasih.
__ADS_1
Maaf ya Mimin telat update.