
Selamat membaca ...
...****************...
Hari demi hari telah berlalu dengan cepat. Satu minggu telah Deva lalui dengan menghabiskan waktu di tempat tidur, karena ia belum pulih sepenuhnya. Namun, hari ini adalah hari di mana ia bisa kembali beraktifitas seperti sebelumnya.
Deva sudah membersihkan diri untuk bersiap berangkat ke kantor perusahaannya, setelah sekian lama ia tidak datang ke kantor tersebut. Selama Deva sakit, Aliya yang menggantikan Davina untuk mengurusnya, karena wanita itu beralasan untuk menemani putra kecilnya itu.
Deva sudah tidak sabar untuk ke kamar Davina, untuk melihat istri dan anaknya yang sudah tidak pernah ia lihat selama ini. Deva melangkahkan kakinya dengan perasaan yang membuncah, dan jantungnya berdegup dengan kencang, seolah ingin keluar dari tempatnya.
Bagai seorang remaja yang tengah jatuh cinta, begitulah Deva saat ini. Wajahnya sesekali menampilkan senyuman penuh arti dengan raut wajahnya yang cerah, secerah mentari di pagi hari ini.
Deva dengan perlahan membuka pintu kamar Davina, yang memang sudah beberapa waktu ini pisah kamar dengannya. Deva mengerti dengan pilihan yang Davina ambil. Ya, semua ini karena kesalahan dirinya sendiri, hingga membuat Davina membenci dan dan juga berusaha menjauh.
Pintu terbuka secara perlahan, hingga Deva memasukkan kepalnya sedikit saja untuk melihat keadaan di kamar itu. Terlihat seorang wanita yang tengah memberi ASI pada sang putra, yang sangat menggemaskan di mata Deva.
“Ekhmm.” Deva berdehem agar Davian menyadari kehadirannya.
__ADS_1
Davina yang mendengar suara yang tak asing di telinganya, langsung menoleh ke arah sumber suara. Betapa terkejutnya ia saat melihat suaminya sudah ada di ambang pintu, dan sedang berjalan menuju tempat tidur yang berukuran king size tersebut.
“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Davina sinis sambil menatap tajam ke arah Deva.
“Aku hanya merindukan baby boy,” jawab Deva sambil tersenyum hangat, menatap Davina dengan penuh cinta.
“Baby baru saja ingin tidur, kau jangan mengganggunya,” ucap Davina memperingati, agar Deva tidak mengganggu putranya.
“Aku tidak akan mengganggunya, aku hanya ingin melihat dia meminum ASI pada ibunya,” ucap Deva dengan lembut.
“Apa kau ingin ke kantor?” tanya Davina sambil menatap Deva dengan teliti, karena melihat penampilan Deva yang sudah sangat rapih dengan kemejanya.
“Kenapa kau malah ke sini dan melihat baby boy yang sedang tidur ini. Kau bisa telat,” ucap Davina dengan nada mengusir karena merasa tak nyaman dengan keberadaan Deva di hadapannya.
“Aku sudah bilang, aku sangat merindukannya dan juga rindu pada istriku, apa aku salah. Aku akan menjaga baby boy kita, kau cepatlah bersihkan dirimu,” ucap Deva dengan nada perintah, karena ia tahu jika istrinya belum membersihkan diri.
“Tapi baby belum tidur,” ucap Davina mengelak.
__ADS_1
“Kau tidak perlu khawatir Vin, aku ayahnya. Aku pasti akan menjaga putraku,” ucap Deva meyakinkan.
“Baiklah, kalau begitu tunggu di sini sebentar, aku akan membersihkan diri,” ucap Davina yang berusaha bangkit dengan perlahan, agar putranya tidak menangis.
Setelah Davina pergi ke kamar mandi, akhirnya Deva mulai berbaring sambil terus menatap wajah putranya yang terlihat sangat menggemaskan, membuat ia tidak tahan untuk menciuminya. Deva tersenyum saat mengingat betapa beruntungnya dia, saat mendapatkan anugerah istri sebaik dan secantik Davina, apalagi saat ini sudah ada putra kecil yang hadir di tengah-tengah mereka.
Deva terkejut, karena tiba-tiba saja baby boy menangis sangat kencang, membuat ia kebingungan dan langsung menggendong putranya.
Ceklek!
Suara pintu terbuka, hingga muncul seorang wanita yang sudah beberapa menit di dalam kamar mandi tersebut, sudah selesai dan keluar sambil menatap Deva dengan tajam. Apa yang kau lakukan pada putraku, kira-kira seperti itulah arti tatapan tajam Davina.
Deva menelan salivanya kasar saat melihat Davina melotot ke arahnya dengan penuh selidik, seolah ia adalah tersangka utamanya.
...****************...
Hai, mampir yuk ke karya emak Mimin nih dijamin seru, author Yayuk Triatmaja
__ADS_1