Jerat Dendam Sang Mafia

Jerat Dendam Sang Mafia
Detik-detik akhir


__ADS_3

Selamat membaca ...


...****************...


Tak terasa sinar rembulan sudah berganti sinar mentari. Seorang wanita terusik karena merasakan sebuah tangan besar sedang memeluk erat dirinya. Davina sangat kesal karena berpikir jika Deva akan mengganggu waktu tidur putranya.


Davina mengerjapkan matanya berulang kali dan belum menyadari di mana ia berada, tanpa putra kecilnya. Tak berselang lama, Davina membulatkan matanya karena terkejut, saat tak mendapati baby boy di sampingnya.


“Deva! Ke mana putra kita?” tanya Davina sambil menggoyangkan lengan kokoh milik Deva.


“Hm, ada apa?” tanya Deva dengan suara serak khas bangun tidurnya.


“Putra kita hilang! Apa kau tidak cemas sama sekali, hah!” bentak Davina bersungut-sungut dengan raut wajah yang sangat cemas. Wanita itu ternyata belum menyadari di mana ia berada.


“Sayang, putra kita ada bersama Aliya,” ucap Deva sambil bangkit dari tidurnya, dan menenangkan wanita yang tengah dipenuhi dengan kabut amarah.


“Ma-maksud mu?” tanya Davina gugup sambil melihat ke setiap penjuru kamar. Davina mengernyitkan dahinya, saat menyadari jika dirinya berada di kamar Deva.


“Deva,” ucap Davina mendesis sambil menatap tajam ke arah suaminya.

__ADS_1


Deva yang melihat istrinya hendak mengeluarkan ledakan amarah, langsung bangkit dan menggendong Davina untuk mandi bersama. Davina membrontak meminta untuk di lepaskan, tapi Deva seolah tuli dan tetap membawa Davina masuk ke dalam sana.


...----------------...


“Deva, lepaskan aku!” teriak Davina sambil terus memukul dada bidang milik Deva.


“Aku mencintai mu,” bisik Deva yang sudah menurunkan Davina, dan memojokkan wanita itu sambil menyatukan kening mereka.


“Deva, lepaskan ak-“ ucap Davina yang langsung disela oleh Deva.


“Ssstt! Jangan pernah mengatakan hal itu lagi. Ayo kita mulai dari awal lagi Vin. Aku tidak ingin kehilangan mu dan baby boy,” ucap Deva menyela ucapan Davina sebelumnya.


“Akan aku pastikan, kau akan bahagia bersama ku,” ucap Deva yang langsung ******* bibir Davina dengan rakus.


Davina yang mendapatkan serangan secara tiba-tiba dan dan sangat rakus, langsung mencoba melepaskan diri. Namun, tenaganya tak cukup untuk mendorong tubuh kokoh dan tegap milik suaminya tersebut.


“Balas babbe,” bisik Deva melepskan pangutan bibirnya seketika, dan langsung melahap kembali bibir istrinya, tanpa memberi ruang napas untuk Davina.


Davina mulai memejamkan matanya secara perlahan dan membalas pangutan bibir Deva. Wanita itu mulai mengalungkan tangannya ke bagian leher suaminya. Deva yang merasakan balasan dan sentuhan dari Davina, tersenyum disela-sela ciumannya.

__ADS_1


Semakin lama, ciuman pun semakin panas, hingga membuat mereka terengah-engah karena kehabisan napas. Deva melepaskan pangutan bibirnya untuk mengambil oksigen dan kembali ******* bibir Davina.


“Sayang, kau sudah basah,” bisik Deva saat tangannya memasuki hutan belantara milik Davina.


“Deva,” panggil Davina sambil berbisik.


“Do you want more?” tanya Deva sambil menjilat leher Davina.


“Hm,” jawab Davina dengan singkat sambil menatap mata Deva dengan lekat.


Tanpa menunggu lama lagi, akhirnya mereka memadu kasih setelah sekian lama menjalin hubungan tidak sehat. Entah sampai berapa lama, hanya mereka berdua yang tahu. Mimin dan pembaca jangan kepo.


...----------------...


Di sisi lain, seorang pria berseragam serba hitam, sedang menuju sebuah tempat dan merencanakan sesuatu yang sangat besar. Pria itu tengah tersenyum smirk sambil memegangi dua senjata api untuk membunuh korbannya.


...****************...


Do you want more, Babbe?

__ADS_1



__ADS_2