Jin Tampan Penghuni Canai

Jin Tampan Penghuni Canai
Bab 31


__ADS_3

Aliza melepas tangannya dari Ita, dia tak mempercayai perkataan itu. Dia percaya Garret akan menunggunya sampai kapanpun. Benny melirik ke raut wajah Aliza, terlihat tak berempati pada adiknya yang sedang kesurupan.


"Kak, ini dari Canai?" tanya Ifa yang juga bingung.


"Sekalipun kamu terpisah jarak, Garret akan tetap menunggu ku, pergilah dari tubuh adikku," kata Aliza.


Benny menghela nafas, sulit meyakini Aliza untuk hidup normal layaknya manusia lainnya. Mendengar itu, Ita berhenti menjerit, dia memilih memejamkan matanya, percuma, sandiwaranya gagal meyakini Aliza.


"Kalian urus Ita, aku ingin pergi ke suatu tempat," ucap Aliza.


Dia masuk ke kamar lalu memasukkan barang-barangnya ke dalam ransel, dari luar Ita dan Ifa melihat kakaknya ingin berbenah menandakan ingin pergi lagi, spontan Iya menarik pintu kamar Aliza lalu menguncinya dari luar. Aliza tersentak dengan sikap adiknya yang menguncinya didalam kamar.


"Hei, apa sih kalian? Buka!"


"Maaf, Kak. Kami ingin lihat Kakak hidup dengan baik, jangan berharap lagi yang tidak mungkin," sahut Ita dari luar.


Aliza menggedor-gedor, bahkan menendang pintu kamarnya, akan tetapi kedua adiknya tak menggubris itu. Dipikiran mereka Aliza tak boleh meninggalkan rumah lagi bila belum berdamai dengan diri sendiri.


"Kakak akan marah besar sama kalian, aku bilang buka!"


Kunci kamar itu dikantong Ita, dia kembali pada Benny yang menyaksikan dram keluarga mereka.


"Ita, kok gitu," protes Ifa.


"Kakak mau lihat Kak Aliza pergi dari rumah ini? Meninggalkan kota selamanya? Kak, ini bentuk kasih sayang kita, aku gak mau Kak Aliza Kembali ke Canai," jelas Ita. Dia tak ingin Aliza kembali ke Canai.


Kunci kamar Aliza itu di bawa olehnya, Ifa hanya menurut saja, namun ia tetap memantau keadaan Kakaknya lewat tralis jendela. Benny saat itu juga memilih menunggu di jendela, memperhatikan sikap Aliza yang terkurung.


"Kau kenapa ada disitu? Kau dan adikku kerjasama dengan cara ini?" tanya Aliza setengah membentak.

__ADS_1


"Aku akan berusaha menyembuhkan luka mu, ku mohon berikan aku kesempatan, jangan terpaut masa lalu, Aliza .." Benny meminta penuh harap.


Aliza termangu, bukan karena kalimat penawaran hati Benny, tetapi begitu berat ujian cintanya dengan Garret. Meskipun Aliza tak meresponnya, Benny tetap memohon dengan amat sangat. Aliza menutup gorden jendelanya, memilih tak menutup kuping dari rayuan Benny.


"Aliza, aku tahu, kamu hanya butuh waktu, Dunai kamu dan dia itu memang berbeda, tidak akan bisa bersatu, hiduplah lebih baik lagi," kata Benny di balik jendela.


Aliza malah mengirim pesan pada Pak Maman, dia menceritakan keadaannya saat itu. Pak Maman berusaha agar membantunya, dia mencari solusi agar Aliza lepas dari tekanan kedua adiknya.


***


Tiga hari berselang, Bayu dan Arif telah dinikahkan dengan gadis Canai. Mereka tak lagi tinggal bersama Garret. Namun karena janji tetaplah janji, Bayu dan Arif akan membantu Garret untuk menemui Aliza di dunia manusia. Bayu dan Arif sengaja memohon pada Raja Canai untuk keluar dari dimensi Canai untuk sementara waktu, alasan mereka ialah untuk berpamitan dengan keluarganya secara baik-baik.


"Kalian ingin berapa hari?" tanya Raja Canai. Sebagai Raja, dia tahu dibalik keinginan dua anak manusia itu, ada Garret yang berperan didalamnya.


"Kami meminta waktu untuk seminggu, Yang Mulia Raja."


"Apa hukumannya bila kalian tidak kembali dalam seminggu itu? Berikanlah aku jaminan," tanya Raja Canai.


Garret terkejut, dia belum mempersiapkan rencana untuk jaminan Bayu dan Arif. Lagi-lagi dia lalai tak memikirkan secara matang. Bayu dan Arif celingak-celinguk, mereka gemetaran karena tak bisa menjawab. Raja Canai menghela nafasnya, dia meminta obat Kapuar Sinam pada dayang istana.


"Ini obat Kapuar Sinam, kamu tahu obat ini berfungsi untuk apa?" tanya Raja Canai pada Bayu dan Arif.


Keduanya menggelengkan kepalanya, sementara jajaran keluarga kerajaan terkejut, termasuk Garret. Dia sudah menebak syarat dari perizinan untuk Bayu dan Arif keluar dari dimensi Canai.


"Ini obat yang akan perlahan melemahkan semua orang tubuh manusia, jika kau tak kembali dalam seminggu ini, maka seiring berjalannya waktu, organ tubuh kalian tidak akan berfungsi lagi," papar Raja Canai.


Deg!


Bayu dan Arif serasa memakan buah simalakama, sesulit itu hukuman mereka setelah melanggar pantangan Gapura. Mereka melirik ke Garret, mereka pikir ini kesalahannya berdua, Garret hanya berusaha membantunya agar keluar dari Canai, tetapi takdir berkata lain, Bayu dan Arif harus tetap kembali ke Canai menjalani kehidupan yang sudah semestinya.

__ADS_1


Dari jauh Garret menggelengkan kepala, isyarat agar Bayu dan Arif tak menyetujui itu. Garret tak ingin jika Bayu dan Arif tetap nekat, itu malah akan membahayakan nyawa keduanya. Namun kemanusiaan mereka berontak ingin membantu Garret dan Aliza, jika keluar dari dimensi Canai sementara waktu, mereka akan mencari Aliza agar menyampaikan pesan dari Garret.


"Kami menyetujui itu, Yang mulia Raja," jawab Bayu dengan lantang. Kebenarannya terpupuk oleh kebaikan Garret yang telah menolongnya dari prajurit penjaga Gapura.


Garret membelalakkan mata, dia tak menyangka Batu dan Arif tetap megambil resiko besar itu. Raja Canai pun melirik ke arah Garret, dia tahu anak angkatnya itu akan berusaha mengembalikan Aliza kembali ke Canai.


"Baiklah, minumlah ini, lalu bawa mereka keluar dari Canai," kata Raja.


Bayu dan Arif meminum obat Kapuar Sinam dengan tangan gemetaran, hidup dan matinya bergantung pada obat itu. Garret panik, dia memekik untuk mencegah Bayu dan Arif.


"Berhenti! Jangan ambil resiko," pekiknya. Garret tak peduli lagi dengan Raja dan Keluarga kerajaan tang sedang berfokus padanya.


"Kami mau pamit pada keluarga kami, Tuan. Biarkan kami pergi hari ini," ujar Arif pasrah.


Raja Canai tak suka ada keributan dihadapannya langsung memukul-mukul tongkatnya ke lantai.


"Jangan ikut campur Garret, duduklah dengan tenang di tempatmu!"


Garret menurut, dia tak tega melihat Bayi dan Arif meminum Kapuar Sinam itu. Usai meminumnya, Bayu dan Arif kejang-kejang, hanya berlaku sesaat setelah itu mereka kembali merasa baikan. Para prajurit dan Garret kerajaan mengantarkan keduanya ke Gapura.


"Apa rencana kalian? Saya takut jika kalian celaka," ucap Garret.


"Tuan, kami di didik untuk pandai berbalas Budi pada seseorang yang membantu kami," sahut Bayu. Tak ada penyesalan mengambil keputusan itu.


"Rencana kami akan mencari perempuan yang menyiksa salah satu penghuni Canai, kami akan berusaha semampu kami," timpal Arif.


Garret terenyuh, matanya sembab, dia sep6 menemukan sosok adik dengan cara Bayu dan Arif bersikap padanya.


"Tolong jaga istri kami, Kak. Katakan pada mereka kami akan kembali, secepatnya .." ucap Bayu berpesan.

__ADS_1


__ADS_2