Jin Tampan Penghuni Canai

Jin Tampan Penghuni Canai
Bab 66


__ADS_3

Berita kembalinya istri Raja diketahui seantero Negeri Canai. Termasuk Bu Manner dan Trisia, gadis itu menangis histeris seorang diri di kamarnya, ia mencuci rapat pintu kamarnya agar tak seorangpun dapat melihat penderitaannya. Trisia menghancurkan perabotan dikamarnya, memukuli tubuhnya sendiri. Mengumpat Aliza dan Garret.


Di luar Ayah dan Ibunya khawatir, mereka tak henti menggedor pintu agar Trisia membukanta.


"Buka sayang, buka, Nak.." Bu Manner khawatir.


Trisia mengabaikan itu, dia tetap menyakiti dirinya sendiri, merasa tidak berguna hidup sebab tak mencapai ambisinya.


"Cari bantuan, saya takut Trisia melukai dirinya sendiri, " ujar Bu Manner kepada suaminya.


Ayah Trisia keluar mencari bantuan, dia mememanggi para penjaga keamanan rumahnya. Meminta mereka untuk mendobrak pintu kamar Trisia.


"Kalian dobrak cepat," pintar Ayahnya.


Beberapa kali benturan kerasa kaki mereka hingga membuka pintu itu secara paksa. Bu Manner histeris mendapati putri semata wayangnya tergeletak bersimbah darah. Trisia menusuk dirinya sendiri dengan pecahan beling. Ayahnya mengangkat Trisia menuju ke mobil, mereka membawa Trisia ke rumah sakit terdekat.


"Trisia kenapa kau bodoh seperti ini?!" Kata Bu Manner yang menemani anaknya di jok belakang. Trisia sudah tak sadarkan diri lagi.


Setiba di rumah sakit, pihak rumah sakit menyambut keluarga terpandang itu dengan pelayanan terbaik. Trisia diperiksa, cukup lama hingga dokter senior itu keluar menyapa Ayahnya.


"Anak saya bagaimana?" tanya Bu Manner.


Dokter itu menggelengkan kepalanya, Bu Manner tidak mengerti hingga ia menerobos masuk ke dalam ruangan darurat. Dia mendapati Trisia dengan kulit yang lebam membiru, anaknya kehabisan darah, dan sudah tidak bernafas lagi.


"Trisia, hei, Trisia, jangan bersandiwara seperti ini, bangun!" Bu Manner mengguncangkan tubuh putrinya.


Mendengar putrinya telah tiada, Ayah Trisia ikut masuk mengeceknya. Kedua orang tua itu telah kehilangan putrinya semata wayang. Trisia mengakhiri hidupnya karena sakit hati. Dia telah berputus asa untuk menjalani kehidupan, Trisia tidak ingin menanggung malu karena usahanya menggaer Garret tidak berhasil.


"Trisia.. bangun nak," bisik Ayahnya.


Berita kematian Trisia dikabarkan ke pihak kerajaan, saat itu Garret dan keluarganya duduk santai bersama di halaman. Kenras menghampiri Garret dengan berbisik.


"Yang mulia.."


"Ada apa, Kenras?"


"Trisia meninggal, ini kabar dari pihak kantor Teknologi," ucap Kenras.


Deg!


Garret terperanjat, dia terkejut dengan pemberitahuan Kenras.


"Ini informasi akurat yang mulia, Trisia bunuh diri."

__ADS_1


Garret menarik nafas, walaupun Trisia banyak melakukan kejahatan terhadap keluarganya, namiun di sisi lain gadis itu membantunya membesarkan Dominic.


"Kenapa kau harus melakukan itu Trisia," gumam Garret.


Aliza menghampirinya, raut wajah Garret sangat jelas menampakkan kesedihan.


"Ada apa?"


"Trisia bunuh diri, dia meninggal."


Aliza yang tidak lagi mengingat Trisia hanya diam, dia hanya mendengar nama Trisia dari cerita kedua adiknya.


"Kamu cari informasi kapan dilaksanakan penghormatan pemakamannya," pjnta Garret ke Kenras.


Garret tersenyum ke Aliza, kini ia sedikit leag karena Aliza sudah tidak diinati lagi oleh kejahatan Trisia.


"Jangan merasa bersalah, itu bukan salah kita, itu keputusannya," ujar Garret.


Garret sedark tadi menunggu Dominic untuk bergabung dengan mereka, namun anak itu memiliki kesibukan yang dirahasiakan olehnya.


"Ada ibunya disini, tapi anak itu tetap saja pergi, kemana dia kira-kira? " tanya Garret.


"Dia berburu katanya, Kak." Ita menyahut, dia melindungi keponakannya itu agar kelakuan Dominic tidak membuat Garret marah.


Seminggu yang lalu Dominic seringkali berburu di hutan manusia, katanya lebih menantang adrenalinnya. Anak itu tidak ingin di kawal keluar dari dunka manusia. Para pengawal pribadinya hanya dibiarkan menunggu di gapura.


Sore telah tiba, Aliza di antar oleh Kenras menuju ke rumah Khael. Dengan pakaian elegant kerajaan, Aliza melangkah ke Khael, saat itu Khael sedang memberi makan kelincinya. Pria itu terpesona dengan tampilan Aliza yang semakin menawan.


"Hai, Khael.." sapanya.


Khael meletakkan kelinci-kelincinya, dia menyambut Aliza dengan senyaman ramah.


"Selamat datang yang mulia, Ratu.." Ucap Khael memberikan penghormatan.


Dari jauh Kenras dan pengawal lainnya memantau, tak melepaskan mata dari Aliza dan Kenras. Aliza mengambil salah satu kelinci Kendas, di gendongnya kelinci itu. Aliza seringkali bermain dengan kelinci Kenras disaat tinggal bersama Kenras.


"Aku mendengar kabarmu dari Resi, katanya kau mengambil cuti panjang," ujar Aliza membuka topik.


"Aku menenangkan diri, butuh waktu untukku yang mulia," sahut Kenras.


Aliza mengangguk pelan, dia tahu pria itu mencintainya, namun tidak selamanya cinta harus mendapatkan balasan, Aliza hanya ditakdirkan bersama Garret, bahkan dia dunia pun mengalah demi menyatukan keduanya.


"Kita cukup dewasa menerima itu, aku pikir, aku hanyalah seorang wanita yang teraniaya, ternyata aku diharapkan kembali oleh orang-orang terkasihku, kamu pria yang sangat baik, akan ada sosok wanita yang kau dapatkan, melebihi dariku," jelas Aliza. Dia berharap Khael mendapatkan kebahagiaannya sendiri.

__ADS_1


Khael berkaca-kaca, rasa cintanya kepada Aliza luar biasa, belum ada yang terkikis, namun dia tidak ingin membuat kesalahan lagi, dia bertekad ingin menjadi pria baik.


"Jangan merusak dirimu yang baik dengan kedengkian, itu tidak akan membawa kebahagiaan," ucap Aliza.


Khael hanya mengangguk, walaupun berat menerima kenyataan, tapi itulah rasa sakit yang harus ia lalui.


"Terimakasih Khael telah menjadi pahlawan hidupku, dan keluarga ku, kau luar biasa, jika kau membutuhkan bantuan apapun, datanglah kepada kami," kata Aliza.


"Iya yang mulia," sahut Khael. Hanya itu yang dapat ia ucapkan.


Aliza tersenyum, "Aku pamit, jaga dirimu baik-baik."


Aliza pamit lalu kembali menuju ke mobilnya, dari jauh Kenras memberikan salam penghormatan kepada Khael. Aliza melambaikan tangan seraya memberikan senyumannya. Khael membalas dengan senyuman. Kaca jendela mobilnya tertutup, Aliza menitikkan air matanya, ia tahu perasaan Khael hancur saat itu. Namun ia tak dapat membohongi hatinya, hanya Garret yang ia cintai.


Aliza diantar ke tempat dimana Garret menunggu, suaminya telah menyiapkan tempat romantis yang terletak di atas ketinggian gedung kerajaan. Mereka dapat melihat aktivitas Negeri Canai dari menara itu.


"Aku sudah menemuinya," kata Aliza.


"Iya, aku pikir. semuanya sudah selesai, sisanya kisah kita yang harus dilanjutkan."


Aliza memeluk Garret, ia berharap tak ada lagi kejahatan mengintai keluarganya. Dia dan suaminya sudah cukup berjuang menjunjung kesetiaan, segala godaan dan kepedihan dilalui dengan keteguhan cinta.


"Aku akan menjadi Ratu baik untukmu dan Rakyat Canai," ucap. Aliza.


Pria tampan bermata biru itu terenyuh,


"Tidak ada yang menuntutmu menjadi sempurna, jadilah sebisa mungkin saja. Aku menyukai Aliza yang apa adanya."


Ciuman hangat itu melayang lagi di bibir Aliza, mereka melakukan ciuman di depan Kementan dan para pengawalnya. Mereka terkejut menutup mata.


"Kita bubar!" Kenras meminta tekan sejawatnya untuk entah dari tempat itu.


Mereka semua menahan gelak tawa, menertawakan diri mereka yang belum memiliki pasangan.


Kerajaan Canai dipimpin dengan baik dan teratur, Aliza melakukan berbagai kegiatan untuk perempuan di Canai, kerajaan Canai hidup damai sejahtera. Raja Garret dicintai oleh rakyatnya, bahkan dia diberikan julukan pria sejati dari rakyatnya.


Tamat


Notes:


Akan ada Jilid kedua yang diperankan oleh Pangeran Dominic, tunggu launchinnya, berjudul


"Pangeran Misterius"

__ADS_1


Terimakasih ya sudah membaca cerita ini, walaupun syaa sedikit mengesalkan karena jarang up, 😁😁😁


Wassalam


__ADS_2