Jin Tampan Penghuni Canai

Jin Tampan Penghuni Canai
Bab 60


__ADS_3

Aliza mencari jalan keluar, meskipun terkatung-katung karena merunduk, ia berusaha mengikuti para tamu yang juga berusaha keluar dari istana. Sementara Garret yang dikawal oleh pengawalnya dapat melihat dengan jelas Aliza.


"Aliza, Aliza, tunggu!" Garret memanggilnya, namun Aliza tak menyadari itu karena ia merasa namanya Miracle.


Garret berusaha menerobos para tamunya yang juga panik, namun Miracle sudah terlanjur keluar dari Istana. Garret mengejarnya namun ada banyak Rakyatnya yang berada di luar. Garret dan pengawalnya kebingungan mencari Aliza.


"Berhenti jangan ada keluar dulu dari istana," teriak pengawal Istana, namun para tamu tak mengindahkan itu karena panik. Mereka takut api meluap ke seluruh Istana.


Sementara Aliza berada di pinggir pagar, dia menutupi kepalanya dengan blazer. Ada banyak pria-pria yang mengambil kesempatan menjahili wanita saat itu, mereka kadang mencolek bahkan mencium pipi di tengah himpitan para tamu undangan.


"Hei, Miracle, akhirnya kau kutemukan juga," ucap Khael yang sedari tadi menerobos demi mencari letak keberadaan Aliza.


"Aku takut, kita pulang saja," pintar Aliza.


Khael membawa Aliza keluar dari Istana seraya memeluknya, sementara Garret memerintahkan agar segera menutup pintu gerbang agar ia s


dapat mencari Aliza. Namun saat itu ada banyak para tamu yang suatu lolos termasuk Khael dah Aliza, mereka telah keluar sebelum perintah penutupan gerbang Istana dilakukan.


Khael membawa Aliza masuk ke dalam mobil, mereka takut jika ada kericuhan yang terjadi di Istana sehingga bergegas memilih pergi secepatnya.


"Kita tidak bisa putar kembali ke rumah, sepertinya ada masalah kerajaan lagi," ujar Khael.


Dia berniat membawa Aliza menuju ke pinggiran kota.


"Aku kita kamu sudah pergi tadi, aku takut banget, mana Raja Garret teriak-teriak memanggil-manggil orang," tutur Aliza yang sempat mendengar teriakan Garret berkali-kali, tetapi ia tidak mengetahui dirinya dipanggil oleh Raja Garret.


"Mungkin ada sesuatu yang terjadi, atau ada seseorang yang ingin yang mulia Selamatkan, tapi yang terpenting bagi aku, kamu bisa selamat dan bersama ku lagi," Khael menggenggam tangan Aliza.


Aliza kembali lagi mengingat walah Garret dan Dominic, dia merasa teduh bila mengingat mereka. Rupanya hatinya tak dapat mengelak walaupun ingatannya tak sama seperti dulu.


"Itu tadi yang kita lihat, anak Yang mulia Raja Garret? tampan ya," puji Aliza.

__ADS_1


"Iya, seperti yang mulia, katanya dia keturunan manusia, Raja Juga dulu keturunan manusia," sakit Khael. Dia menyembunyikan jati diri Aliza sebagai manusia, Khael takut jika Aliza menemukan keluarganya.


"Kenapa aku tidak pernah melihat Ratunya?" tanya Aliza.


Khael melirik sejenak nke Aliza, "Kau tertarik dengan Raja? dia memang sangat tampan, tapi aku juga tampan," ketus Khael. Siapapun pria akan cemburu bila mengenai kharisma Garret.


"Aku hanya menanyakan Ratunya, bukan Raja," timpa Aliza. Khael tak lagi menanggapi itu, dia memilih diam untuk tidak melanjutkan obrolan mereka.


Sementara di istana masih riuh, para tamu undangan yang terjebak dalam. istana meminta dikeluarkan. Namun Garret memberikan pengumuman agar mereka diam di tempat untuk sementara waktu.


"Ada seseorang yang kami Cari, tenanglah!" Juru bicara Raja telah bersuara dengan mikrofon.


Pihak kerajaan telah menyiapkan kamera untuk menelisik satu persatu para tamu mereka. Garret tak melepaskan pandangan dari layar lebar untuk memastikan orang-orang yang telah tersorot kamera.


"Aliza muncullah, ada apa dengan mu? kenapa kau tak menyapa ku dengan Dominic?"


Garret tak patah arang, ketiga kalinya kamera itu berulang kali menyorot para tamunya, namun hasilnya sama, juru bicara pun sampai berbisik jika Raja Garret harus membiarkan para tamu pulang.


"Belum, tapi.. kau tahu ada berapa orang yang lolos dari Istana? cukup banyak 'kan? pasti salah satu dari mereka itu istri yang keluar," ujar Garret yakin.


"Jadi bagaimana? kita biarkan mereka keluar sekarang yang mulia?"


"Silahkan, tapi perintahkan semua prajurit menyisir jalan, periksa semua kendaraan, tak ada yang boleh luput, dan berikan saya rekaman video sata pesta berlangsung, kita adakan rapat keluarga." Kini Garret merasa memiliki jalan untuk menemukan istrinya.


Garret sejenak ke ruangan keluarga, di sana ada Dominic dan kedua adik iparnya. Dominic telah menceritakan kepada Ita dan Ifa tentang ia melihat Ibunya di pesta tadi. Ifa dan Ita tak sempat melihat layar sebab ia melayani tamu remaja dari teman-teman Dominic.


"Kita melihat Ibu 'kan Ayah?" tanya Dominic yang meyakinkan dirinya.


"Iya, Ayah yakin itu Ibumu walaupun penampilannya agak berbeda, tapi Ayah yakin itu Ibumu," sahut Garret.


"Tapi kenapa hanya berdiam diri saja jika itu Kak Aliza?" tanya Ita heran.

__ADS_1


Dominic duduk bersedih, dia merasa Ibunya tidak menyayanginya lagi.


"Ada sesuatu yang terjadi, aku yakin itu.." Kata Garret.


"Ataukah Ibu sudah memiliki kehidupan baru?" tanya Dominic menebak. Jiwa labilnya sebagai seorang remaja menjadikannya terlalu berlebihan berpikir.


Ifa duduk di samping keponakannya, "Tidak Dominic, Ibumu bukan orang seperti itu, aku sangat mengenalinya," ucap Ifa.


"Benar, Nak. Ada sesuatu yang terjadi, kita harus menemukan Ibumu lagi, Ayah janji padamu," ucap Garret.


Dia pamit untuk ke ruang rapatnya, ada banyak mata-mata yang ingin ia kerahkan, Garret memberanikan dirinya menyebat foto Aliza di setiap billboard, meskipun akan ada resikonya, karena kehilangan Aliza hal menjadi privasi bagi kerajaan.


"Ada banyak resiko yang mulia jiak menyebarkan foto kehilangan Permaisuri," ucap penasehat kerajaan.


"Iya, saya tahu akan ada yang memanfaatkan berita kehilangan itu, tetapi saya tidak bisa menunggu, ini demi kembalinya istri ku, dan kesehatan batin anakku, Dominic setiap hari merasa linglung semenjak tidak melihat ibunya," jelas Garret.


Para pihak kerajaan memahami kondisi Rajanya, mereka pun menyetujui keputusan Garret untuk menyebar luaskan berita kehilangan Aliza. Akan ada banyak hadiah bagi siapa saja yang menemukan permaisuri kerajaan Canai.


Garret kembali memutar video rekaman ketika pesta berlangsung, nampak di Aliza duduk memakai baju warna kuning dengan rambut sebahu berwarna coklat. Aliza tersenyum di layar itu mendengar pidato Garret dan sapaan Dominic.


"Apa sebenarnya terjadi padamu, mengapa kau menghindari kami," gumam Garret.


"Yang mulia, apakah video rekaman ini juga boleh kami sebar? karena foto yang lama itu cukup berbeda dengan tampilan permaisuri di video ini, maksudnya agak berbeda yang mulia," kata Kenras.


"Biarkan video ini yang tersebar, Kenras aku sangat berharap padamu menemukannya," ucap Garret.


"Baik Yang mulia, kami akan berusaha semaksimal mungkin, Yang mulia tenangkan diri dengan pangeran Dominic," sahut Kenras.


Seluruh stasiun TV telah diberikan video rekaman Aliza, bahkan pernyataan Garret secara langsung agar menemukan istrinya tanpa lecet sedikitpun.


Seluruh Negeri Canai akan dipasang kan setiap sudut billboard rekaman dan pernyataan Garret setiap menit.

__ADS_1


__ADS_2