Jin Tampan Penghuni Canai

Jin Tampan Penghuni Canai
Bab 62


__ADS_3

Trisia sudah berdandan, dia bersiap-siap untuk ke istana Canai, ingin menemui Raja Garret dengan alibi melamar pekerjaan. Bu Manner mengantarkan putrinya tanpa sepengetahuan suaminya. Ketika diperjalanan, Bu Manner tak henti memberikan arahan kepada Trisia agar mengingat baik rencana yang mereka telah susun secara apik.


"Kamu tahu 'kan bagaimana mimik yang harus kamu perlihatkan?" tanya Bu Manner kepada putrinya.


"Tenang saja, Ibu. Itu sudah kepiawaian ku."


Setiba di istana, Bu Manner terlebih dulu masuk untuk menemui Kepala pengawal Raja, Kenras. Bu Manner meminta agar putrinya dapat dipertemukan oleh Raja Garret. Kenra sempat menolak, namun setelah Bu Manner menceritakan perihal yang menimpa Trisia, Kenras terpaksa menemui Raja Garret. Saat itu raja sedang ada pertemuan khusus dengan para menteri. Kenras mengulur waktu untuk memberitahu kan keinginan Bu Manner.


" Bagaimana Raja ingin bertemu dengan anakku kan?'' tanya Bu Manner.


" Raja sedang tidak bisa diganggu, Dia sedang mengadakan pertemuan dengan para menteri, harap dimengerti, Bu."


Bu Manner menahan kesalnya, namun ia tidak akan enyah dari istana, Bu Manner tetap bersikukuh ingin menemui Garret.


'' Terserah Ibu, kalau ibu ingin menunggu tapi jangan buat keributan lagi, atau kami akan bertindak tegas terhadap ibu dan keluarga,'' kata Kendala memperingatinya.


Bu Manner dongkol terhadap Kenras, ia berencana, jika Trisia berhasil menikahi Garret, maka orang yang pertama kali ia pecat adalah Kenras. Bu Manner tahu sosok Kenras sangat kuat dibelakang Garret.


Trisia bosan menunggu di dalam mobil, Ia sampai menggerutu, mengomel-ngomel sendiri menunggu ibunya, karena tak sanggup menunggu lagi, Trisia keluar dari mobilnya. sembari menunggu, Trisia melihat klinik tahanan dari jauh, timbul di anaknya dengan momen setelah melukai Aliza.


'' Daripada menunggu tidak jelas, Lebih baik aku mencari informasi tentang keberadaan Aliza, orang-orang di klinik itu pasti tahu siapa yang membawa Aliza sebenarnya," gumam Trisia.


Trisia ke klinik tahanan, Iya disambut oleh resepsionis yang pernah mengusir ibunya. resepsionis itu menanyakan tentang perihal kedatangan Trisia.


" Ada yang bisa saya bantu, Nona?"


" Iya, Aku butuh bantuanmu, tapi secara pribadi," sahut Trisia. Pandangannya penuh makna.

__ADS_1


resepsionis itu menolak, dia tidak ingin melakukan sesuatu hal yang melanggar aturan klinik. Trisia itu tersenyum miring, dia menyodorkan kalung berlian yang harganya fantastis. Sebagai mantan manusia, resepsionis itu mulai tergoda, jika mendapatkan kalung berlian dari Trisia, IyIa tidak akan menjadi pekerja lagi, dia akan bisa membeli rumah serta membuka usaha.


'' Kesempatan hanya datang sekali gunakan ini sebaik-baiknya, mari bekerja sama ini hanya awal yang akan aku berikan, setelahnya Kok bisa minta apapun dariku, aku salah satu anak pejabat teknologi ke muka di sana ini, kamu ngerti kan maksudku?"


Dilema bagi resepsionis itu, karena ia sudah berpuluh-puluh tahun kerja di klinik tahanan. Baru kali ini ada seseorang yang ingin menawarkan kerjasama seolah ingin menghianati pihak kerajaan.


" Kalau begitu Bekerjalah selamanya di tempat busuk ini, kau telah menolak kesempatan,'' Trisia jengkel.


Saat Trisia sudah berbalik, resepsionis itu memanggil Trisia. Diam Diam dia mengajak terus ya untuk bertemu di belakang klinik tahanan. resepsionis itu tidak ingin teman sejawatnya mencurigai dirinya. Trisia hanya mengangkat alisnya dia sudah berada di tahap pertama menuju keberhasilan rencananya.


" Apa yang bisa saya bantu kan?'' tanya resepsionis itu.


" Kamu pernah melihat wanita ini sebelumnya, Dia pernah dirawat di klinik tahanan ini kepalanya mengalami luka yang cukup parah, aku tidak menanyakan, Aku minta kebenaran darimu, jadi bicaralah yang jujur," tutur Trisia.


Resepsionis itu mengamati wajah Alisa secara seksama, dia terkejut karena wanita yang dicari Trisia adalah sosok wanita yang dilindungi dokter Khael.


Trisia meraih tangan resepsionis itu ia menyerahkan kalung berlian yang harganya dapat membeli rumah mewah. Resepsionis itu tergiur menceritakan peristiwa setelah Alisa berada di klinik tahanan. Ia menceritakan panjang lebar, tentang dokter Khael melindungi Aliza, Bagaimana dokter kalian mengubah identitas Aliza sebagai Miracle, karena mereka tidak mengetahui nama asli Aliza sebenarnya. resepsionis itu menceritakan bahwa sistem otak Aliza telah diganti. resepsionis pun itu menjelaskan bahwa dokter Khael ada rencana menikahi Aliza secepatnya itu kabar yang mereka dengar dari teman sejawatnya, Resi.


"Benarkah? Hahahahahha.." Tricia tertawa lebar, sangat puas mendengar penjelasan resepsionis itu.


'' Benar nona, Nona Miracle akan menikah dengan dokter Khael, dokter yang ternama di Canai," sahutnya.


'' Aku percaya padamu tapi kamu akan mendapatkan lebih banyak lagi daripada ini jika kau mencari tahu dimanakah hal berada dan Miracle," ujar Trisia.


" Saya tahu alamatnya mana, alamat rumah Dokter kali di kota ini, lagi pula ada salah satu perawat yang juga masih saudara saya, dia ditugaskan untuk menjaga Nona Miracle.''


Trisia tak henti tertawa begitu bahagia mendapatkan kabar terbaru dari Aliza, Ia berharap dokter Khael segera menikahi Aliza, sehingga tak ada celah lagi bersama Aliza.

__ADS_1


" Baiklah sedang bekerja sama denganmu, ini nomor ponselku, hubungi aku jika kamu mendapat berita selanjutnya, Kekayaan sedang menantimu,'' goda Trisia. Dia mengajak siapapun untuk melakukan pengkhianatan, setelah Tuan Paul kepala penjaga Gapura, kini Ibunya lagi, lalu resepsionis itu.


Trisia kembali ke parkiran istana, di sana sudah ada Bu Manner menunggunya.


" Kamu dari mana dari tadi ibu nungguin kamu?" tanya Bu Manner setengah membentak.


"Tenang saja, Bu. Kau melakukan hal-hal yang bermanfaat, aku menemukan infromasi tentang keberadaan Aliza," sahutnya.


Trisia menceritakan segala apa yang diceritakan resepsionis itu kepadanya, Bu Manner sampai ternganga, dia benar-benar syok mendapatkan informasi tentang keadaan Alyssa saat itu.


" Oke Baik Sayang, nanti kita ceritakan lagi, saat ini Raja Garret sedang menunggumu Ibu sudah lelah berakting sekarang giliran kamu."


Bu Manner membawa Trisia masuk ke dalam istana, mereka menuju ke singgasana Raja Garret. ada banyak Keluarga Kerajaan yang ada di ruangan itu. Kepercayaan diri Trisia berakting benar-benar diuji.


"Ini anak saya yang mulia Raja, Trisia tidak dapat mengingat apapun lagi, sehingga saya membawa dia kemari untuk meminta maaf langsung kepada yang mulia," ucap Bu Manner.


Trisia duduk di lantai, dia menundukkan kepala Seraya mengucap maaf. pajak polosnya Iya tampakkan seolah lupa ingatan.


" Ayahnya telah mengganti sistem otaknya, untuk kami mencegah agar terus yang melakukan hal-hal buruk lagi karena terlalu mencintaimu yang mulia, Mohon diberi maaf untuk kepada anak kami,'' tutur Bu Manner.


Raja Garret saat itu hanya terdiam, seolah mempercayai perkataan Bu Manner dan Trisia. Garret cerdas tidak terhasut oleh perkataan yang hanya berbalutkan sandiwara.


''Maafkan saya yang mulia, maafkan atas kesalahan saya," ucap Trisia sembari menangis.


Raja Garret berdehem, dia melirik jengah ke Kenras dan ke Penasehatnya.


"Kamu sudah berusaha payah bersandiwara, tapi tetap saja tak ada mempercayai mu," ujar Garret.

__ADS_1


__ADS_2