
Di balai istana para keluarga pihak kerajaan berkumpul, Garret di dampingi Dominic duduk di samping Raja Harryan, sebentar lagi akan berlangsung penobatan Garret sebagai Raja ke-empat di Canai. Rakyat Canai menyambut baik keputusan Raja Harryan menurunkan tahtanya ke Garret.
"Kami harap keputusan ini dapat menjadi alasan terbaik untuk kota semua," ucap Raja Harryan.
Garret di persilahkan naik ke mimbar, pemasangan mahkota akan berlangsung, lagu kebangsaan Canai telah disenandungkan penuh khidmat. Raja Harryan melepas mahkotanya lalu perlahan dipasangkan di kepala Garret. Memakai mahkota kerajaan untuk pertama kalinya, seluruh tubuh Garret gemetar, ada ketegangan karena diberikan tugas mengatur salah satu pemerintahan jin termegah di dunia.
"Saya harap semuanya dapat menerima dengan baik," kata Raja Harryan lagi.
Sorak tepuk tangan bergemuruh di balai istana, namun tidak dengan sebagian pihak kerajaan yang iri dengan keberhasilan Garret. Mereka bahkan menyimpan kedengkian yang akan menjadi rintangan Garret setelah menjadi pemimpin Canai.
Seantero Negeri Canai menyaksikan penobatan itu, tak terkecuali dengan Ifa dan Ita, ketiak mereka telah menjadi pramuniaga di pusat perbelanjaan, keduanya menonton di TV nasional penobatan oleh Kakak iparnya. Ada terenyuh di kedu hati gadis itu ketik melihat Domini, keponakan yang belum pernah mereka lihat secara langsung. Namun Ifa dan Ita kebingungan karena tak ada Aliza yang mendampingi Garret.
"Kok Kak Aliza gak muncul ya, Kak?" tanya Ita.
"Mungkin ada aturan lain, atau ..aku takut terjadi sesuatu dengan Kak Aliza," sahut Ifa.
Ingin rasanya mereka berdua mengatakan kepada Bu Asrama bahwa Raja Garret adakah Kakak iparnya, tetap Ifa dan Ita takut jika tak ada yang percaya.
"Jika Kak Garret tahu kita disini, tentu dia akan menyelematkan kita, Kak. Aku yakin, Kak Garret orang yang sangat baik," lirih Ita.
Manager pusat perbelanjaan itu datang meninjau, para karyawan di kumpulkan untuk memberi penerangan singkat. Ifa dan Ita saat itu harus profesional, meskipun dia merasa sudah menjadi keluarga pihak kerajaan yang masih misterius.
"Besok kita akan mengadakan acara penyambutan Raja, kita akan mendesain mall ini sangat indah, kami butuh partisipasi dari kalian," kata manager itu pada seluruhkaryawan mall.
Ifa dan Ita saling melirik satu sama lain, mereka pikir itu kesempatan baik untuk bertemu Garret dan Aliza.
__ADS_1
"Kita harus susun rencana supaya gesit mendekati Kak Garret besok," kata Ita mengusulkan.
Ifa ragu akan hal itu, "Kau pikir gampang mendekati seorang Raja, Kak Garret bukan orang biasa lagi, akan ada penjagaan berlapis-lapis."
Ita tetap ingin berusaha, esok hari kesempatan mereka lepas dari tahanan Canai. Dia tidak ingin menjadi karyawan yang setiap harinya mengerjakan sesuatu yang hampa.
"Aku sudah bertekad itu, Kak. Akan ku usahakan esok," ucap Ita.
"Jangan gegabah, ini bukan dunia manusia, apapun kesalahan yang kau lakukan akan berdampak dahsyat untuk dirimu sendiri, pikirkan itu baik-baik," Ifa mewanti-wanti adiknya. Ia takut jika tindakan Ita malah merugikan mereka.
Ita yang selalu berkeinginan kuat akan mengambil resiko apapun didepan matanya, setidaknya dia akan berusaha mendekati Garret agar terlihat oleh Kakak iparnya itu.
Di istana Garret sudah berada di ruangan kerajaan, penat karena melayani berbagai ucapan selamat dari orang-orang terpenting. Sedangkan Dominic lebih banyak diam, walaupun telah menjadi anak seorang Raja, tetap saja Dominic hanya menginginkan Ibunya. Melihat anaknya bersikap demikian, Garret enggan banyak berinteraksi saat itu, dia harus menjaga sikap di hadapan Rakyatnya, mengenyampingkan masalah pribadi untuk sementara.
"Dia hanya teringat ibunya, semua akan kembali membaik ketika kita sudah menemukan Ibunya," sahut Garret.
Alasan utama menjadi Raja ialah dapat mengubah segala aturan, dia akan merombak segala aturan Canai. Dengan begitu, dia dan para prajuritnya dapat mencari Aliza hingga ke dimensi manusia. Itu sudah menjadi tujuannya di daftar utama yang akan ia kerjakan.
"Setelah ini, akan ada tugas yang pertama kita lakukan, yaitu mencari keberadaan istriku," bisik Garret ke penasehat kerajaan.
Ketiga keluarga pihak kerajaan datang menyapa Garret, suasana hati mereka sedang tidak baik-baik saja, namun tetap dipaksa tersenyum untuk menjaga keamanan diri.
"Selamat yang mulia, kami tidak menyangka pria semuda ini dapat memimpin kerajaan Canai," puji Eflon, salah satu ketua komisi di Canai.
Garret mengukir senyum palsu pula, dia tahu Eflon pria dengan segala kepalsuan, sikap baik yang ia tunjukkan semata-mata ingin menjadikan citranya baik di mata publik. Setelah Garret menjadi Raja, Eflon tentu merasa tersaingi, akan ada banyak ambisi Eflon yang terbatas karena kepemimpinan Garret.
__ADS_1
"Aku berharap yang mulia dapat memimpin ini, meskipun dengan keadaan hidup yang mulia sedang tidak baik-baik saja, aku percaya itu yang mulia," kata Eflon memberikan singgung halus.
Sebagai pemimpin, Garret memang harus tebal telinga bila mendengar kritikan, terlebih lagi suara Rakyatnya.
"Sayangnya, saya tidak suka berpura-pura, Tuan Eflon. Semua akan ku kerjakan sesuai hati ketulusan ku, tenang saja .. percaya padaku, nanti Tuan terkejut sendiri karena progres ku," timpal Garret mengajak Eflon untuk bersulang.
Garret menanggapi santai sentilan Eflon, masalah pribadinya dengan Aliza tak ada yang boleh mengaturnya, cinta dan politik akan ia buatkan undang-undang khusus.
Dari jauh Garret melihat ada banyak jajaran menteri yang menyapa Dominic, Garrett percaya anak kecilnya itu sudah mengerti posisinya sebagai anak Raja. Di sebelah jajaran menteri itu, ada sosok pria yang memberikan hormat kepadanya, doa adalah dokter Khael.
Khael menyelamatkan diri datang di hari penobatan Garret. Salam hormat itu di balas oleh Garret, bahkan Ayah Dominic itu meminta pengawalnya untuk menjemput Khael.
"Kau kekurangan pasien?" tanya Garret.
Dokter Khael senyum-senyum, "Hanya ada satu pasien yang harus aku urus ekstra yang mulia," sahut Khael, yang dimaksud olehnya adalah Aliza.
"Kapan-kapan kita akan mengobrol tentang kemajuan kesehatan di Canai, kau memiliki kehebatan sebagai dokter bedah, aku kagum padamu, Khael." Garret sangat suka memberikan semangat kepada orang-orang disekitarnya. Khael akan jadi salah satu orang yang akan andil dalam kesehatan masyarakat Canai.
Garret pamit sejenak dari dokter Khael, ada banyak tamu-tamu yang ia sambut, sementara Khael duduk dijajaran para menteri yang tidak senang dengan Garret.
"Apa dia bisa menjadi pemimpin? Aku pikir mengurus rumahtangganya saja tidak becus, istrinya saja pergi dari dia, menjadi Ayah seorang diri dari anak yang selalu memberontak, apa hebatnya," ketus Eflon.
"Dia hanya bertahan stau windu, setelah itu akan menyerah, lihat saja nanti," timpal dari salah satu teman Eflon.
Khael memasang kuping dengan baik, mendengar itu Khael menggeleng-gelengkan kepalanya, serumit itu berada dilingkungan politikus. Bahkan kehidupan pribadi Raja pun disangkutpautkan oleh mereka.
__ADS_1