Jin Tampan Penghuni Canai

Jin Tampan Penghuni Canai
Bab 55


__ADS_3

Garret memiliki agenda untuk meninjau beberapa departemen store yang akan beroperasi, walaupun dia seorang Raja, tapi Garret ingin melihat bukti-bukti pembangunan yang berkembang di Canai. Beberapa pengawal tak lepas dari setiap sudut penjagaan. Garret hanya bisa melihat beberapa Rakyatnya yang ia lewati. Sesekali melambaikan tangan kepada mereka. Sementara di lantai dua ada Ifa dan Ita sedang memegang beberapa bunga untuk ditaburkan kearah Garret.


"Semoga dia bisa melihat kita," ucap Ita penuh harap.


"Aku gak yakin, Ta. Tidak mungkin dia malah mengenali kita, udah lama juga kita gak ketemu, itupun juga cuma sekali," sahut Ifa ragu.


"Tidak, apapun resikonya, aku harus terobos mereka, kalau terjadi sesuatu dengan aku, Kak Ifa jaga diri baik-baik, setidaknya aku sudah berusaha," kata Ita. Dia memang memiliki jiwa pemberani ketimbang Ifa yang lemah lembut.


Ifa gusar, namun bila ingin mencegah adiknya, itu tidak mungkin. Ita seorang adik yang selalu bertekad bila ingin melakukan sesuatu. Ita mengawasi pergerakan rombongan Garret naik ke eskalator. Dia berharap Garret melewati tokonya, atau sekedar mampir. Namun saat itu rombongan tak melewati jalur toko Ita, seketika dia panik lalu menaruh bunganya ke lantai.


"Kak, sekarang aku akan lakukan, Kak Ifa juga harus teriak menyebut nama Aliza," kata Ita memberi arahan.


Ifa mengangguk, Ita pelan-pelan mendekati rombongan Raja Garret. Semua pengawal itu memegang senjata, Ita pasrah jika perbuatannya malah mencelakai dirinya sendiri.


"Ita ..semoga kamu baik-baik saja," ucap Ifa yang memantau dari jauh.


Ita berlari sekencang-kencangnya, lalu berteriak, " Kak Garret, ada Aliza, Aliza Ibu Dominic!" Teriaknya menerobos lapisan pengawal pertama.


Ita ditangkap oleh pengawal, namun tetap berteriak mengucapkan nama Aliza, "Kak Aliza, aku adik Aliza," teriak Ita.


Suara gaduh dari jarak lima meter darinya di dengar oleh Garret, langkahnya terhenti, namun karena tubuh Ita yang mungil tak nampak jelas ketika diamankan oleh pengawal Garret.


"Aku adik Aliza, Kak Garret!" Ita berteriak-teriak sekuat tenaga. Karena menyebut nama Raja dengan lancang, pengawal itu menyumpal mulut Ita.


Melihat adiknya diamankan, Ifa tak ingin tinggal diam, Ifa berlari menerobos pengawal kedua tepat di dekat Garret.


"Kak Garret, aku Ifa Adik Aliza, Aliza," ucap Ifa yang sempat dilihat oleh Garret.


Garret mendelik, "Stop! Berikan ruang untuknya, jangan sentuh dia!" Tegas Garret kepada pengawalnya.


Ifa dilepaskan, Garret perlahan melangkah kepada gadis berambut panjang itu. Dia mengingat sosok wajah Ifa yang tidak asing, Ifa memiliki sedikit kemiripan dengan Kakaknya, Aliza.

__ADS_1


"Kak Garret, aku adik Aliza," ucap Ifa kembali.


Garret mengangguk dengan ternganga, "Kau Ita?" tanyanya .


"Aku Ifa, Kak."


Garret yang kasihan dengan adik iparnya memeluk Ifa di tengah kerumunan, "Akhirnya kau kutemukan, aku baru tau dek, kamu ada disini."


Ita berlari ke arah mereka, Garret lega dia menemukan kedua adik iparnya itu, dia memeluk Ifa dan Ita si tengah kerumunan. Setelah memenangkan kedua adik iparnya, Garret membuat pengumuman hari itu juga.


"Jadwal hari ini saya batalkan, saya ingin kembali ke istana bersama kedua adik ipar ku," kata Garrett kepada juru bicaranya.


Garret kembali ke istana, Ifa dan Ita ikut dikawal, Garret bahagia ketika menemukan kedua adik iparnya, ada harapan ia menemukan Aliza, serta Dominic tidak akan kesepian, ada Bibinya yang menemani. Sepanjang perjalanan, Ifa dan Ita menceritakan saat-saat Aliza berjuang ingin menemui Garret. Bahkan Ita meminta maaf karena sempat menghalangi Kakaknya kembali ke Canai karena khawatir dengan keselamatan Aliza.


"Aku mengerti itu, yang penting kalian bisa ditemukan dengan baik, kalian menetap di istana bersama Dominic, sampai Aliza kita temukan," kata Garret.


Ifa dan Ita terkejut, "Kak Aliza hilang?" tanya mereka serentak.


"Pasti Ka Aliza di culik, aku yakin itu," kata Ita.


"Aku pikir juga begitu, kita akan menemukan dia, aku dan dia sudah menyatu, kami sudah disatukan jiwanya saat kami menikah, jika jiwa dan raganya lenyap, tentu juga berimbas pada diriku, tapi sampai saat ini aku baik-baik saja, berarti dia sedang disembunyikan oleh seseorang," jelas Garret.


Setiba di istana, Ifa dan Ita di sambut pelayan, mereka di ajak untuk membersihkan diri lalu diberikan baju-baju mewah khusus keluarga kerajaan.


"Kalian lakukan apa yang kalian ingin lakukan di istana ini, ini istana kalian juga, sebentar lagi Dominic akan pulang sekolah, jangan kaget, anak jin memang pertumbuhannya pesat, jadi dia seperti anak remaja di dunia manusia," papar Garret.


Ifa dan Ita memeluk kakak iparnya itu, beruntung memiliki kakak ipar yang sebaiknya Garret. Mereka tidak heran lagi mengapa Aliza begitu memperjuangkan cintanya terhadap Garret, ternyata Garret sebaik itu.


"Kalian tenang saja, kalian berdua menjadi tanggungjawab ku, kalian sudah menjadi keluarga kerajaan, patut dilindungi, patut merasakan pelayanan keluarga Raja, istirahatlah .." Ucap Garret. Dia memberikan perlindungan seperti seorang Kakak laki-laki kepada adik perempuannya.


Garret kembali ke ruang pribadinya, kelemahannya ialah Aliza, matanya berkaca-kaca karena telah dapat membantu Aliza dengan menemukan adiknya. Garret akan berjuang lebih keras lagi mencari istrinya, dia berjanji akan menjadikan keluarganya utuh dengan segala kebahagiaan yang terbagi untuk Rakyatnya.

__ADS_1


"Yang mulia .." ada Kenras datang menemuinya.


"Ada apa, Ken? Bicaralah .."


Kenras memperlihatkan bukti-bukti yang tersisa, Garret tercengang melihat beberapa pembelot di kerajaannya.


"Kita lihat permainan mereka, tunggu dulu, tahan, tapi tetap pantau," kata Garret. .


Dia memang sudah menaruh kecurigaan bahwa Raja Harryan dikhianati oleh beberapa bawahannya. Garret akan merubah aturan itu hingga tak ada lagi yang berani mengkhianati Canai.


"Kalian ciduk sebagian mereka, bawa kehadapan ku, dan lakukan siaran langsung untuk mereka, biar Rakyat tahu bahwa penghianat tak ada ampun untuknya."


"Baik yang mulia, akan kami laksanakan," sahut Kenras.


Sejenak dia melewati ruang bersantai kerajaan, dia melihat ada Ita dan Ifa bersama beberapa pelayan istana. Kenras sudah mendengar bahwa Garret telah menemukan kedua adik iparnya. Kenras malah melirik ke Ifa, adik Aliza yang satu itu memiliki wajah yang teduh dan cantik, seperti Aliza.


"Ya ampun, cantik juga .." gumam Kenras. Seketika dia membuyarkan kekagumannya, dia melanjutkan mengerjakan tugas dari Raja Garret.


Penasehat kerajaan masih menemani Garret, baru kali ini dia melihat seorang pria berbadan kekar menangis karena kerinduannya pada sosok istri.


"Yang Mulia, makan siangla dulu, kami akan menyiapkannya," ujar penasehat kerajaan.


Garret mengusap air matanya, dia mengumpulkan kekuatan untuk bangkit, ada banyak tugas dipundaknya, puluhan juta Rakyat Canai mengharapkan kesejahteraan aturan. Di Canai tak lagi memikirkan penghasilan, tetapi hidup damai tanpa kejahatan aturan.


"Saya tunggu Dominic, biar kami makan siang bersama kedua Bibinya," sahut Garret.


Note :


Raja Garret, Seorang Raja di peradaban modern


__ADS_1


__ADS_2