
Garret dan kedua pengawalnya berjalan menyusuri jalan setapak, beberapa penduduk Desa Kunan tercengang melihat mereka, pria-pria tampan itu hanya menundukkan wajah agar tidak menimbulkan curiga, mereka akan mudah dikenali karena tidak memiliki garis di atas bibir.
"Jalan saja seperti manusia biasa, seolah kita anak dari kota manusia," ucap Garret berbisik.
Mereka berjalan sembari mencari penginapan Kakek Latua. Garret menunjuk ke arah papan nama yang menempel di pohon. Papan nama itu penunjuk arah jalan menuju penginapan Kakek Latua.
"Seperti di mudahkan, Yang mulia." Kata Kenras.
Garret berjalan dengan cepat, dari jarak lima puluh meter, Garret sudah melihat Nenek Satia sedang menyapu halaman penginapan. Garret berharap di dalam penginapan itu ada Aliza. Mereka segera menghampiri wanita berusia lanjut itu. Nenek Satia terkejut dengan kehadiran Gareth dan kedua pengawalnya.
"Kalian .." Lirih Nenek Satia menjatuhkan sapu lidinya.
Nenek Satia berlari masuk ke dalam penginapannya, begitu histeris memanggil suaminya. Kakek Latua keluar dengan mata yang terbelalak.
"Apakah kau su-suami Aliza?" tanya Kakek Latua menebak-nebak.
"Iya, saya suami Aliza, bolehkah saya masuk?"
Kakek Latua mempersilahkan, mereka duduk di ruang tamu penginapan. Kenras dan pengawal satunya duduk di bawa lantai, membiarkan Garret yang sendiri duduk di kursi. Garret menjalarkan pandangannya ke setiap sudut di penginapan itu, tapi tak ada tanda-tanda manusia lain di sana.
"Aliza kemana?"tanya Garret.
Kakek Latua dan Nenek Satia sesaat saling berpandangan, raut wajah mereka nampak kebingungan.
"Bukankah dia selalu menemui mu? Sampai saat ini Aliza belum pernah kembali lagi," papar Kakek Latua.
Kedua pengawal Garret tertegun, mereka melirik ke arah Rajanya yang telah mengepalkan tangan.
"Sejak kapan dia menghilang?"
Kakek Latua berusaha mengingat hari terakhir Aliza berada di penginapannya, ingatan Kakek dan Nenek itu dipaksa untuk mengingat semuanya.
__ADS_1
"Tiga Minggu yang lalu, saya tidak ingat kapan jelasnya, tapi tiba-tiba dia menghilang dari penginapan, setelah itu, beberapa saudara Aliza juga ikut menghilang," ungkap Kakek Latua.
Garret mengerutkan alisnya, "Keluarga Aliza siapa yang Tuan Maksud?"
Kakek Latua pun menceritakan peristiwa kedatangan Ifa, Ita, dan Benny, bagaimana mereka mencari Kakaknya hingga melanggar peraturan gapura, Kakek Latua menceritakan bahwa ketiga anak muda itu di hisap oleh dimensi Canai. Kenras dan temannya geleng-geleng kepala, terlalu berat aturan Canai dulu sehingga kesulitan itu berantai di rasakan oleh sekeluarga.
Sesak mendengar nasib Keuda adik Aliza. Ternyata kedua adik iparnya sudah berada di Canai dengan kondisi yang terombang-ambing. Di sisi lain, Garret juga bum mengetahui kemana Aliza sebenarnya.
"Kenras, kamu tahu 'kan apa yang harus kau lakukan selanjutnya?" tanya Garret.
"Iya Yang mulia Raja," sahut Kenras.
Kakek Latua dan Nenek Satia terhentak mendengar kata 'Yang Mulia' untuk Garret, namun Garret tidak menghiraukan keterkejutan kedua lansia itu. Mereka pamit dari penginapan lalu kembali menuju gapura. Ada banyak emas yang diberikan oleh Garret untuk ucapan terimakasih kepada Kakek Latua.
Diperjalanan menuju gapura, Garret terhenti sejenak, dia mengutarakan rencananya kepada Kenras. Pengawal pribadinya itu siap melakukannya setelah tiba di Canai. Setelah tiba di gapura, pintu dimensi kembali terbuka, Raja Garret di sambut kembalinya oleh beberapa prajurit istana yang siap melindunginya.
"Perintahkan seluruh penjaga gapura untuk berkumpul," kata Kenras.
"Apakah kalian telah menangkap tiga manusia dua perempuan dan satu laki-laki?" tanya Kenras.
Para penjaga gapura itu mengingat-ingat, sebab sebelum Garret di angkat menjadi Raja, ada beberapa manusia setiap hari mereka tangkap.
"Ada banyak, Tuan Kenras. Kami tidak mengingat dengan jelas," sahut salah satu penjaga gapura.
"Kalian taruh di mana tahanan manusia itu?" tanya Kenras mewakili Garret.
"Kami jadikan pekerja di berbagai tempat, Tuan. Semua manusia itu terpencar sesuai keadaan hati mereka, kami memiliki data-datanya," jelas penjaga gapura. Satu-satunya manusia yang tidak mereka masukkan data ialah Aliza.
Setelah meneliti nama-nama manusia yang terdaftar masuk di dimensi Canai, Kenras menggaris bawahi nama ketiga manusia yang Garret maksud.
"Saya sudah menemukan daftar dan tempat mereka yang mulia," ucap Kenras ke Garret.
__ADS_1
Garret menghela nafas, saat itu ia pikir tak ada yang dapat ia salahkan, lagipula keluarga Aliza melanggar aturan, tentu mereka akan dihukum sesuai aturan Raja Harryan.
Garret meninggalkan pintu dimensi untuk kembali melakukan rutinitasnya, dia sudah mengembangkan kecurigaannya bahwa ada yang bermain api dibelakangnya. Sementara Kenras dan pengawal lainnya mulai menyisir satu persatu asrama pekerja yang menampung khusus manusia. Namun sangat sulit mendapatkan adik ipar Garret, bila mereka tekha menetap di Canai, pergantian nama akan diberikan kepada setiap manusia.
"Haruskah kita memeriksa retina saat di sistem kamera pengawas?" tanya pengawal itu kepada Kenras.
"Ide bagus, kalian infokan ke badan informatika, saya akan laporkan hak ini kepada Raja," sahut Kenras.
Garret saat itu sedang mengunjungi pembangunan stadion layang, sebuah stadion tempat untuk melakukan berbagai pesta Rakyat. Ada banyak rakyat yang menyorakinya, Garret yang dikawal ketat maish sempat melemparkan senyum, walaupun hatinya sedang gelisah karena mengetahui hilangnya Aliza dan kedua adik iparnya.
Garret berdiri memantu manusia yang sedang berkerja, ada yang memandua alat berat, dibawah sana ada sekelompok manusia yang tak melepaskan pandangannya, mereka terkagum dengan wibawa Garret.
"Wah, luar biasa Raja, takdir orang tak ada yang tau, katanya, padahal dia dulu itu prajurit biasa Inggris," kata salah stau pria di kelompok itu.
"Benarkah?" tanya Benny yang terkejut.
"Iya, dia dulu manusia sama seperti kita, dia tersesat saat masa penjajahan Inggris di Indonesia, karena tidak ingin ikut berperang menyakiti rakyat Indonesia, Beliau bersembunyi di hutan, pura-pura menjaga perbatasan, eh taunya kesasar di hutan Canai, masuklah dia .." Jelas teman sejawat Benny mengungkapkan ksiah hidup Garret hingga menjadi Raja.
"Kok bisa ya?" Benny terheran, baginya tidak manusia akal.
"Karena dia memiliki kepribadian yang baik, diangkatlah dia menjadi anak angkat Raja Haryyan, sekarang Raj Garret meneruskan itu."
Deg!
"Raja Garret" mendengar nama Garret, Benny teringat dengan kisah cinta Aliza dengan suaminya, Garret. Ita sempat bercerita bahwa Garret juga dulu manusia, prajurit Inggris, cerita Ita sama persis dengan cerita temannya. Benny ternganga, Garret yang menjadi Raja sekarang adalah suami Aliza yang sempat ia ragukan.
"Berarti itu suami Aliza .." Gumamnya.
"Kamu kenal istrinya? Istrinya juga itu manusia, tapi .. istrinya menghilang," timpal temannya itu dengan suara pelan.
Benny merunduk, bila mengingat dia meremehkan suamia Aliza di depan Ifa dan Ita, seketika ia malu sendiri dengan perbuatannya. Dulunya dia menganggap Aliza hanya diimingi kemegahan yang palsu, ternyata semua jauh berbeda, Garret ternyata sudah menjadi penguasa salah satu Negeri Jin terbesar di dunia.
__ADS_1