
Dominic sudah menemui kedua Bibinya, ada tangis yang anak Garret itu luapkan kepada Ifa dan Ita, seolah menjadikan kedua Bibinya perantara kasih sayang Ibunya.
"Ibumu akan kembali sayang, ada Bibi Ifa dan Ita disini, kami Ibu kamu juga, Dominic." Ucap Ifa seraya mengusap kepala keponakannya.
Dominic memeluk kedua Bibibya, menangis sesenggukan meratapi kerinduan kepada Ibunya. Ifa dan Ita merasa bersalah sebab pernah mencegat usaha Aliza kembali ke Canai. Jika tidak seperti itu, maka Aliza sejak dulu bertemu suami dan anaknya.
Dari luar ada Kenras yang ingin bertemu Garret, Ayah Dominic itu mengarahkan kepala pengawalnya ke ruang pribadi, sebelum mengikuti Garret dari belakang, sejenak dia melemparkan senyum sapa hormat kepada Ifa dan Ita, sorot mata Kenras lebih bermakna tertuju kepada Ifa, gadis yang menarik perhatian Kenras.
Garret duduk di kursi kekuasaannya, Kenras membawakan laporan jejak pengkhianatan yang dilakukan oleh penjaga gapura. Kenras dan timnya bersusah mengumpulkan bukti yang dilenyapkan oleh kepala penjaga gapura.
"Semua bukti kamera pengawas dihilangkan, ada beberapa fakta yang masih tertutupi, tapi fakta baru yang kami temukan, Tuan Paul sedang memainkan peran di belakang aturan Canai, yang Mulia." Kendaraan menjelaskan bahwa kepala penjaga gapura membelot dari aturan Canai.
Garret menarik nafas mendengar asumsi Kenras yang memang sesuai bukti, dia tidak menyangka Tuan Paul sampai melakukan pengkhianatan terhadap kerajaan Canai, padahal Raja Harryan dan Garret dulu sangatlah mempercayainya.
"Lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya? " hanya Garret.
"Setelah bukti ini yang mulia, perkenankan kami untuk menemui Tuan Paul, kami ingin menginterogasi dia id luar dinasnya," pinta Kenras agar leluasa membuktikan kebenaran itu seutuhnya kepada Garret.
"Baiklah, kau boleh bertemu dia, tapi ingat, jangan gegabah menuduhnya tanpa ada bukti yang kita, tetaplah perlakukan dia sebagai kepalapenjaga gapura," titah Garret. Dia tidak ingin menghancurkan harga diri seseorang hanya karena satu kesalahan, ditambah lagi belum terbukti secara detail.
Kenras pamit dari ruangan kerajaan, dia dan timnya menuju ke rumah Tuan Paul. Seminggu ini Tuan Paul di istirahatkan oleh Garret. Kenras harap jika dugaannya tidak benar, karena akan ada banyak hari yang patah jiak Tuan Paul terbukti berkhianat. Taun Paul salah satu orang yang paling berpengaruh selama ratusan tahun memimpin pintu dimensi.
Garret duduk harap-harap cemas menanti hasil penelusuran Keneas, ia sempat memiliki kecurigaan terhadap Tuan Paul, tetapi kepalanya telah dipenuhi berbagai masalah Canai, dia melimpahkan tentang perihal Tuan Paul ke Kenras.
"Aku takut, bagaimana jika Tuan Paul, .." Kata Garret yang di dengar oleh penasehat kerajaan.
"Yang mulia memang harus berani membuak mata dengan segala permainan dibelakang layar, Yang mulia Raja Harryan memang dulu sangat percaya kepada para utusannya, tapi percaya belum tentu membawa kebaikan, Yang mulia." Penasehat itu sudah berfirasat ada sesuatu yang janggal dibalik kehilangan Aliza.
__ADS_1
Sementara di pinggiran kota modern Canai, Kenras tiba di rumah mewah bercat perak. Kenras dan timnya membunyikan bel tamu darurat beberapa kali, tapi tak ada satupun orang yang beranjak membuka pintu.
"Ini harus bagaimana Tuan?" tanya para anggotanya kepada Kenras.
"Ini pintu hanya di buka oleh retina mata, lakukan perusakan hingga pintu di ini terbongkar," sahut Kenras.
Pembongkaran selama dua jam, sebagai penjaga dimensi, Tuan Paul memiliki kekuatan yang di atas rata-rata penghuni Canai. Dia memiliki kecerdasan dan intuisi untuk melakukan hal baru. Keneas tahu rumah itu tak lagi menyembunyikan Tuan Paul. Dugaan itupun benar setelah mendapati anak dan istri Tuan Paul terikat di dalam kamar.
"Apa yang terjadi?" tanya Kenras setelah ikatan itu dilepas dari tubuh istri Tuan Paul.
Istri Tuan Paul menangis sesenggukan, dia terlihat trauma berat dengan yang baru saja dialaminya, melihat kondisi seperti itu, Kenras enggan mendesaknya untuk bercerita. Dia dan timnya hanya menelusuri rumah mencari jejak yang ditinggalkan oleh Tuan Paul.
"Ruang kerjanya kun komputer data-data setiap nama manusia yang masuk Canai dilenyapkan, Tuan Kendas," uang salah stau timnya yang telah memeriksa komputer canggih Tuan Paul.
Kenras mengepalkan tangan, tenyata pergerakannya lambat, Tuan Paul tahu mereka akan mengulur waktu sebab dikuasai oleh keraguan.
Timnya menghubungi pihak penjaga setiap titik wilayah, mereka akan menangkap Tuan Paul bila ditemukan. Sementara Kenras menuju ke istrinya itu, ada dua anak Tuan Paul yang tidak menampakkan trauma, bukan karena dewasanya, melainkan kedua anak itu seolah memantau pergerakan Kenras dan timnya.
"Kalian kecewa dengan Ayah kalian?" tanya Kenras.
"Kecewa, kami diikat lalu dia pergi entah kemana," sahut namun seolah takut memandangi wajah Kenras.
"Kenapa Ayah kalian tiba-tiba pergi? Apa kalian tau sesuatu penyebabnya?"
"Kami tidak tahu, kami hanya diikat," jawab anak Tuan Paul saling bergantian.
Kenras mengangkat sebelah alisnya, kurang puas dengan jawaban itu.
__ADS_1
Sepasang anak Tuan Paul memiliki tenaga yang cukup kuat juga, terlebih anak sulungnya yang memiliki tubuh kekar, sangat tidak masuk akal jika dia tidak melakukan pembelaan terhadap dirinya ketika hendak di ikat. Kenras menaruh curiga baru lagi.
"Kalian akan di tahan di tahanan istimewa kerajaan, maaf untuk keputusan ku, saya sudah diberikan kewenangan yang mulia untuk tugas ini, " uhar Kenras.
Istri dan kedua anak Tuan Paul protes, mereka tidak menerima keputusan Kenras.
"Kenapa kami yang harus di tahan karena kesalahan suami saya? Lagipula kami korban juga," protes Istri Tuan Paul.
Kenras tersenyum miring mendengar itu, dia bahkan menahan tawa karena kejujuran Istri Tuan Paul.
"Terimakasih atas konfirmasinya, Anda sudah mengetahui kejahatan Tuan Paul, tetapi andah berusaha menutupinya, Kalian sudah sekongkol dengan Tuan Paul degan membiarkan diri Anda diikat sebagai alibi," ucap Kenras yang cerdas mengambil kesimpulan.
Istri dan kedua anak Tuan Paul diborgol, mereka akan di tahan di tahanan istimewa agar tetap di kawal. Mereka bertiga memberontak dengan keputusan Kenras.
"Mereka bertiga telah sekongkol dengan Tuan Paul, mereka mendukung Tuan Paul sembunyi," ujar kepada timnya.
***
Dokter Khael mengajak Aliza duduk dibalkon, dengan kursi rodanya Aliza di jaga baik oleh Khael di sela-sela kesibukannya.
"Miracle, kamu sadar tidak, kamu itu sangat cantik, seperti bunga di taman itu," kata Khael menujuk ke arah bunga di taman rumahnya.
Aliza hanya tersenyum tipis, tak ada sosok di ingatannya yang dapat menyebabkan dirinya senang. Khael jadi orang pertama yang menyambutnya pasca koma.
"Miracle, apa kau senang tinggal bersama ku?" tanya Khael sembari menyeka rambut Aliza.
Aliza hanya mengangguk, setiap kata keluar dari kikut Khael adalah obat bagi Aliza.
__ADS_1
"Aku bahagia jika tinggal bersamamu selamanya disini, terlebih lagi kita menjadi pasangan," ucap Khael yang berencana menikahi Aliza dalam waktu dekat ini.