Jin Tampan Penghuni Canai

Jin Tampan Penghuni Canai
Bab 65


__ADS_3

Gareet turun dari Helikopter, dia berlari menuju ke arah Aliza, wanita itu menyambut Garret agar memeluknya. Garret sejenak memandangi Aliza, matanya berkaca-kaca melihat sosok yang selama ini ia cari, sosok wanita yang ia cintai lebih dari apapun, peluh dan keringat menjadi saksi perjuangan Garret mencari Aliza.


"Akhirnya aku menemukanmu.." Ucapan Garret yang sudah menitipkan air mata.


Aliza belum membalas pelukan Garret, tentu ia terkejut, tetapi dia telah melihat berita pencarian dirinya di ponsel Khael yang tertinggal di gudang.


"Aliza.. Dominic sangat merindukanmu, kami merindukanmu," ucap Garret seraya menangis.


Debaran jantung Garret seirama dengan detak jantung Aliza, detak yang menggetarkan seluruh jiwa jinnya, getaran yang tidak pernah ia rasakan dari Khael.


"Aku tidak bisa mengingat dengan jelas, tapi aku percaya yang mulia adalah suamiku," sahut Aliza. Dia membalas pelukan Garret, pelukan yang selama ini ia angan-angankan kketika melihat Garret di TV.


"Aku minta maaf sayang, aku tidak bisa melindungimu, aku janji kita kanan selalu bersama.."


Khael dari jauh menyaksikan itu, tubuhnya lunglai melihat wanita yang ja cintai telah kembali kepada pemiliknya. Tak terasa air matanya menetes, dia merasa gagal menjadi pria hebat, cinta pertamanya ternyata menuai kekecewaan. Tatapan mata Khael tertangkap oleh Aliza yang sedang dipeluk oleh Garret.


'Khael..' Ucap Aliza dalam hati. Di sisi lain Aliza tak tega melukai hati Khael, pria itu tak salah sama sekali, dia sosok pahlawan yang membuatkannya keajaiban hingga dapat bertahan hidup.


Khael membalikkan badan, ia tak sanggup dipandangi Aliza dari kejauhan, ia memilih berjalan menjauh dari kerumunan prajurit kerajaan. Kenras saat itu memberikan aba-aba pada prajuritnya agar tidak menahan kepergian Khael.


Sementara dari balik jendela, ada Nenek dan Kakek Khael yang menangis sesenggukan, sungguh prihatin dengan kisah percintaan cucunya. Ini pertama Khael mengenalkan sosok wanita kepada mereka, tetapi semua malah berbuah kesedihan.


"Khael cucuku," gumam Neneknya.


Kenras menghela nafas, sebagai sesama pria, Kenras mengerti kondisi hati Khael. Tidak mudah menerima kenyataan bahwa Aliza adalah milik Garret, Raja Canai. Patah hati terbesar pria ketika melihat wanitanya berpindah tangan kembali ke pemilik yang lama.


"Kenras, kita pamit dulu ke Nenek dan Kakek Khael," kata Garret.


Kenras meminta Kakek dan Nenek Khael keluar menemui Raja Canai. Mereka menunduk memberikan hormat namun segera dicegah oleh Garret.


"Jangan seperti itu, saya lebih muda dari kalian, status Raja jika saya sedang dinas, saya dagang kemari sebagai sosok suami." Jelas Garret.

__ADS_1


Kakek dan Nenek Khael mengangguk, mereka tahu Raja Garret memiliki kepribadian yang baik, mereka selalu menonton Raja di TV.


"Maafkan jika Khael salah yang mulia.." ucap Kakek Khael.


"Khael tidak salah, justru dia yang menyelematkan istri saya, tidak tahu apapun, saya akan meluruskan kepadanya jika keadaan hatinya sudah tenang," sahut Garret bijak.


Setelah berbincang beberapa saat, Raja Garret beserta prajuritnya pamit, Aliza telah lebih dulu di bawa ke helikopter karena diberikan keamanan. Garret masuk pula, dia duduk disamping Aliza yang telihat tegang. Ini merasa kali pertama menaiki helikopter.


"Dari dulu perasaan cemasmu tidak berubah, kita kembali ke istana, kejutkan Dominic dengan kehadiran mu," ucap Garret. Dia menggenggam tangan Aliza dengan erat, tak membiarkan Aliza cemas karena berada di ketinggian.


Tangan Garret meraba kemari Aliza, dia merasakan ada cincin melingkar dijari manis istrinya.


"Apa ini dari Khael?" tanyanya.


Aliza hanya mengangguk, takut membuat Jawaban kata.


"Simpanlah, tapi jangan dipakai, simpan sebagai kenangan," ujar Garret. Dia tidak ingin menekankan Aliza dalam hal apapun, termasuk melupakan kebaikan Khael.


"Aku sudah merasakan kedekatan batin dengan kalian saat di istana, aku kira itu hanya rasa kagum ku," ujar Aliza.


Garret tersenyum menggoda, "Kagum pada siapa?"


Aliza menutupi wajahnya, ia malu digoda oleh Garret, adegan itu seperti disaat mereka baru saling mengenal. Garret mendekatkan wajahnya ke kuping Aliza.


"Aku berjanji, kita akan menjadi keluarga yang bahagia, hmm.. "


Aliza mempercayai itu, hati seirang istri memang sangat membatun terhadap suaminya, termasuk. pula antara Aliza dengan Garret.


Helikopter mereka telah kandas di halaman kerajaan, para anggota kerajaan berbaris menyambut kedatangan Aliza, di jajaran keluarga ada Dominic, Ifa, dan Ita juga berdiri tegak sembari memandangi Aliza dari kejauhan.


"Ibu.." Dominic tak sabar, ia berlari kenarah Ibunya sembari menangis.

__ADS_1


Naluri keibuan Aliza seketika mencuat melihat tangis putranya, ingatan ketika melahirkan Alaric nampak dipelupuk matanya. Aliza dapat mengingat anak bayi laki-laki yang tampan itu, yang kini sudah beranjak remaja.


"Ibu... Jangan pergi lagi, Ibu..." ucap Dominic tersedu-sedu.


"Iya, Ibu tidak memiliki alasan untuk meninggalkan mu, semua keadaan, Nak.."


Garret mengusap wajahnya karena ikut terharu melihat pertemuan antara anak dan istrinya.


"Kita masuk," ucap Garret kepada Aliza dan Dominic.


Acara keluarga itu berlangsung, Ifa dan Ita tak henti menceritakan pengalaman buruknya ketika pertama kali masuk ke Canai. Aliza sangat bahagia, namun ada yang mengusik jiwanya, yaitu keadaan Khael. Entah bagaimana dengan keadaan pria yang pahlawannya itu. Aliza ingin mengetahui apakah Khael baik-baik saja.


Ketika acara itu usai, Aliza duduk di sodara kamar, ada Garret yang masuk ke kamar. Kamar Raja dan Ratu yang megah dan luas itu menyimpan furnitur yang canggih. Garret menelisik, ada sesuatu yang membuat Aliza lebih banyak diam.


"Apa yang kau pikirkan?" tanyanya.


Berat mengatakan itu, namun Aliza tidak ingin membohongi suaminya.


"Ini bukan perasaan cinta, tapi aku hanya khawatir dengan kondisi Khael, dia anak sejak kecil yang nasibnya malang, kamu sedikit tahu itu?"


Garret menyunggingkan senyumannya, dian tak marah sama sekali dengan kekhawatiran Aliza terhadap Khael. Garret malah senang jika Aliza memiliki kepedulian terhadap seseorang yang menolongnya.


"Kau wanita hebat, inilah alasan aku mecintaimu, setelah kau menemukan kebahagiaan di keluarga mu kembali, kau tidak melupakan orang-orang menolong mu dan baik kepadamu," ujar Garret. Kepribadian Aliza yang membuatnya tergila-gila, sulit menemukan sosok seperti Aliza.


"Jadi kamu mau membantuku meminta maaf kepada Khael?" tanya Aliza.


"Tidak, tapi hanya kamu, aku tidak ingin Khael merasa terusik atau terhina, tapi akan ada banyak prajurit dan Kenras mengawasi mu," sahut Garret.


Aliza terenyuh, ternyata yang diberitakan di TV dan berbagai kebaikan Garret adalah sifat nyatra, setulus itu Garret menjaga hati rakyatnya hingga tak ada waktu untuk mencemburui hal-hal yang tidak penting.


"Sekarang aku ingin melepas rindu dengan mu, pasrah lah.." bisik Garret.

__ADS_1


__ADS_2