Jodoh Tak Terduga (TAMAT)

Jodoh Tak Terduga (TAMAT)
JTT 14 Dr.Tian mulai jatuh cinta


__ADS_3

Dirumah Neta (sebelumnya Rumah Om Juna,Tante Reni Raka)


"Dok,terimakasih sudah mengantar saya pulang"


sambil berjalan mereka menuju ke teras rumah.


"Tidak apa Neta, kita kan teman. oh ya panggil saja aku Tian"


"Mana mungkin bisa gitu?"


"Kalau sedang tidak bekerja panggil namaku saja, kalau panggil dokter kaya gimana gitu." dengan menggerakan muka Tian selucu mungkin,


sontak membuat Neta tertawa kecil.


"nah gitu senyum dong cantik" puji plus rayu Tian buat Neta


" bisa aja dokter Tian,eh maaf maksudnya Tian"


"iya deh Tian, Tian , Tian Tian" sambung perkataan Neta berkali kali diucapkannya.


"iya sip,oh ya gak suruh mampir ini?"


"tapi aku mau istirahat Tian. aku pengen sendiri dulu.. aku..."


"ettss entar dulu,makan dulu gimana? aku pesannya gofood gimana? kamu dari kemarin belum makan lho"


"hm iya nanti lah Tian, aku capek banget pengen tidur...dah ya Tian" Neta menuju masuk kedalam rumah dan segera menutup pintunya


"Netaa bentar ,Netaa"


dok dok dok..

__ADS_1


Ya sudah Tian mulai menyerah dan menuju ke mobil dan masuk melajukan mobil keluar dari halaman rumah Neta.


"Sungguh cantik sekali,mata yang indah apakah aku tertarik padanya? aku belum pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya dengan wanita manapun kenapa pada Neta rasanya beda. aku akan selalu ada untukmu Neta aku akan selalu menjagamu. apa ini aku benar benar jatuh cinta padamu." batin Tian.


Dikamar Neta


bruggg


"hmm badanku lelah,capek semua.. hmmmm"


merebahkan tubuh Neta di atas kasur dengan posisi kaki masih menggantung kelantai seketika Neta tertidur.


hari semakin gelap jam menunjukan jam 16.30 Neta bangun dan mandi dia kebangun karena lapar. tapi Neta memilih untuk mandi terlebih dahulu.


selesai mandi dengan mendengar seseorang depan rumah memanggil


tok tok tok


"permisi halo ada orang dirumah ini?" orang yang di bawah depan teras itu.


"sebentar saya akan turun" sahut Neta menuju ke bawah. dibukalah pintu rumah depan


Tampak seorang memakai baju rapi berwibawa sopan membawa beberapa plastik yang berisi makanan lezat bau makananya menembus hidung Neta membuat perut Neta semakin keroncongan saja.


" ini nona Neta makanannya." kata orang itu


sontak Neta tersadar dari bau ngiler makanannya itu.


"saya tidak memesan makanan itu mas"


"maaf saya disuruh bos saya nona"

__ADS_1


"bos? siapa?"


"sebelumnya ini makanan diterima dulu terlalu banyak." Mengalihkan bungkusan makanan plastik begitu banyak di tangan Neta tapi tak semua lalu mereka masuk kedalam rumah ditaruhlah diruang meja tamu


"duduklah,katakan siapa?"


"oh iya sebelumnya kenalkan saya Morgan,saya disuruh bos saya Nico" kata orang itu


"apa? kenapa repot repot begini?"


"Iya,sebenarnya dari kemarin dia mengkhawatirkanmu. Dia tau semua apa yang terjadi kemarin padamu. Tapi dia tidak berani untuk bertemu denganmu. kamu masih kesal dengannya jadi dia tidak ingin membuat suasana menjadi tidak baik. oh iya jangan bilang bilang ke Nico ya aku cerita begini bisa berabe aku." kata Morgan


"begitu ya?" sambil memikirkan apa yang sudah terjadi beberapa hari yang lalu dengan ketidaknyangkaan dia mengambil cium pertama .oh mygood.


"begitu apanya? jangan bilang bilang. dan di terima makanan ini kalau tidak aku bisa di pecat huhuhu" Morgan menangis yang di buat buatnya


"Nico itu kejam sekali huhuhu, gimana kehidupanku kedepannya kalau di pecat" sambung Morgan


melihat perkataan Morgan yang polos Neta menerima makanannya ya juga lapar sih


hehe


" iya aku terima ."


"nah gitulah.baik sudah aku pergi dulu ya. jangan lupa dimakan semua daa" berdiri pergi keluar dan melajukan mobilnya pergi dari rumah itu.


dilahaplah semua tanpa tersisapun


"huh kenyang sekali"


"oh ya kenapa Nico itu ya?aku? aku tidak asing dengan mata itu.femiliar banget hm tapi siapa?dan nama itu... ahh kepalaku pusing banget" kedua tangan memegangi kepalanya ,berusaha mengingat semakin sakit.

__ADS_1


__ADS_2