
Hari berganti minggu,
Minggu berganti bulan.
Kini usia kandungan Neta sudah terbilang 8 bulan. Tanpa kendala apapun dalam kehamilan Neta saat ini. Mereka sangat senang akan di karuniai seorang putra karena sudah di ketahui melalui USG nya kalau berjenis kelamin laki laki.
Nico sering bekerja di rumah untuk menemani Neta kalau sedang membutuhkan selalu ada. Nico tidak mau Neta sendirian mengurus bayinya meski masih dalam kandungan.
Begitu seterusnya sampai mereka tidak pernah terlepas dari kebersamaannya itu.
Dirumah William
"Ded" panggil seseorang menghampiri William masih duduk dengan santainya di sofanya itu.
"Ada apa Ana?" tanya deddy William kepada Ana yang sudah menghampiri dan duduk di sebelah deddynya
"Ded,masih menganggap kalau Ana anak deddy kan?"
"Deddy masih mau menganggap kamu sebagai anak deddy asalkan kamu meminta maaf dan mengakui kesalahanmu kepada Neta dan Nico"
"Baiklah kalau itu maunya deddy,Ana akan lakukan."
__ADS_1
"Dan juga terima ibu kandungmu yang sudah melahirkanmu"
"Udah ded,Ana tidak mau bahas itu. Sampai kapanpun Ana tidak menerima wanita itu "
Ijah yang mendengar di balik sembunyiaannya tanpa sepengetahuan deddy William dan juga Ana,menangis karena ucapan anaknya barusan rasanya sakit sekali di hati Ijah. Mungkin karma untuk Ijah,Ijah memikirkan masa depan Ana waktu itu agar lebih baik supaya enak hidupnya kedepannya tidak seperti Ijah sebagai pembantu malah berujung petaka buat Ijah. Ijah amat menyesalinya.
"Ana,jangan jadi anak durhaka kamu terhadap ibu kamu!" murka William ingin menampar Ana kembali seperti waktu itu
"Tuan,maafkan Ana. Tidak apa apa tuan yang penting sekarang Ana tumbuh dewasa sehat dan cantik. Dan hidup bercukupan saya sudah senang tuan." Cegah Ijah menghampiri Ana dan juga William,Ijah melihat William ingin menampar Ana pun tidak jadi.
Ana menatap Ijah begitu tidak suka,Ana memilih pergi meninggalkan deddy William dan juga Ijah. Ana keluar dari rumah William dan masuk kedalam mobil. Melaju begitu cepat tanpa terkendali. Ana terhenti melihat Neta di ujung jalan depan supermarket seorang diri,Neta ingin menyebrang tapi Ana melajukan lebih cepat.
"Neta semua ini gara gara kamu! Nico kekasihku kamu ambil,sekarang deddy aku pun kamu ambil. Aku benci padamu Neta lebih baik kamu mati sekarang,aku muak melihatmu hidup bahagia sedangkan aku menderita tanpa kasih sayang mereka." Ana mencengkeram setir bulat di dalam mobilnya itu.
Ana melajukan mobilnya begitu cepat mengarah ke Neta,Nico melihat mobil melaju begitu cepat kearah Neta dari kaca besar dalam supermarket,ia pun keluar dari dalam supermarket berlari sekencang-kencangnya untuk menyelamatkan Neta.
Neta melihat mobil yang melaju kearahnya tidak bisa berkutik karena mobilnya semakin dekat.
"Sayaaaangg awas." Nico pun memeluk tubuh Neta di dalam dekapannya lalu menarik ke pinggir jalan dan Neta terjatuh dalam pelukan Nico yang di bawahnya.
Orang orang melihat kejadiannya itu begitu terkejut apa lagi melihat mobil hitam yang akan menyelekai Neta bertabrakan dengan truk berlawanan,mobil Ana hancur di saat itu juga. Ana di dalam berlumuran darah mengalir dari atas kepala karena benturan begitu keras,darah juga mengalir dari di hidung dan telinga Ana. Nafanya tersenggal-senggal akhirnya tidak sadarkan diri.
__ADS_1
》Bersambung.....
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. 🤗
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE 🎖️
LIKE 👍
KOMENTAR 💬
FAVORIT ❤
TIP⭐
__ADS_1
RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnya💝!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. 🙏