
Apartemen Ana
"Sial!"
"Kenapa wanita itu masih hidup."
"Seharusnya wanita sialan itu sudah mati!"
"Ini belum berakhir, aku akan melakukan berbagai cara untuk menyingkirkanmu."
Ana menjadi emosi tidak terkontrol kamarnya sudah kucar kacir barangnya tak menentu. Kaca make up nya pun sudah pecah. dirinya pun sudah awut-awutan tak jelas.
"Nona Ana,jangan seperti ini." pelayan apertemen Ana menghampirinya
"Pergi kamu tidak mengerti!!"
"Aku bilang pergi ya pergi!" Ana menatap pelayan itu dengan emosinya.
Pelayan pun ketakutan langsung keluar dari kamar Ana. Dari pada kena imbasnya niatnya mau nenangin nona mudanya pun tak berani.
Pas sekali,deddy nya Ana datang ke apartemen untuk ketemu anak kesayangannya itu.
"Tuan, nona Ana marah marah tak menentu." pelayan menghampiri tuannya di ruang tamu yang sudah masuk kedalam apartemen karena tau sandi pintu apartemennya.
"Apa yang terjadi? Kenapa Ana menjadi seperti itu." Lalu deddy William datang menghampiri Ana didalam kamarnya. deddy William terkejut melihat kondisi anaknya seperti itu.
"Putri kesayangan deddy kenapa kamu menjadi seperti ini?" Tanya deddy William menghampiri Ana yang duduk di sisi ranjang tidurnya
"Deddy, Nico Ded hiks hiks." Ana langsung memeluk deddynya yang baru saja datang
__ADS_1
"Kenapa dengan Nico?"
"Nico memilih wanita itu."
"Berani beraninya Nico seperti itu kepada anak kesayangan deddy!" Deddy William mengelus elus puncak rambut Ana didalam pelukannya
"hiks hiks hiks, aku bingung harus gimana lagi deddy untuk mendapatkan Nico kembali hiks hiks." Ana menangis didalam pelukan deddynya begitu hiteris.
"Sayang jangan menangis,deddy akan membalas sakit hatimu Ana."
Ana belum menceritakan semuanya apa yang terjadi,yang rencana membunuh Neta dan bayinya dan juga karena deddy William belum tau yang sebenarnya Nico sudah menikah.
Setahu deddy William adalah Ana masih pacarnya Nico,tidak sepantasnya memperlakukan anak kesayangannya itu seperti itu. Meskipun sudah berpisah beberapa tahun itu semua karena karier Ana sebagai pacar Nico seharusnya mendukung. Deddy William sangat marah.
.
Yang jelas sudah menjadi rumah Neta bersama Nico pastinya.
"Sayang kamu istirahat." Neta duduk sisi ranjangnya bersender kebelakang dengan tumpuan bantalnya.
"Hm iya sayang."
Mama dan ayah Neta datang kerumah karena mendengar kabar kalau Neta kecelakaan mereka berdua jadi gelisah tak menentu. Nico sengaja memberi tahunya sekarang kalau di beri tahu waktu itu takutnya menjadi drop untuk kedua orang tua Neta.
"Neta sayang." Mama nya menghampiri Neta di sisi ranjang Neta lalu memijat kaki Neta yang terlentang itu
Nico pun berdiri melihatnya karena pasti khawatir orang tuanya. Ayahnya pun tak kalah panik.
"Anak ayah kenapa kamu pucat sekali." tanya ayah yang masih berdiri itu
__ADS_1
"Mama Ayah, Neta sudah baik baik saja. tak perlu khawatir seperti itu. Neta sedih melihatnya." imbun Neta
"Harusnya yang sedih mama dan ayah kamu seperti ini." ekpresi sedih begitu jelas di wajah mamanya
"Yang ayah dan mama lihat Neta baik baik saja."
"Anak nakal. mama mengakhawatirkanmu!" mamanya memeluk tubuh Neta dengan lembut
"Ayah gak dipeluk juga nih." melas Ayah
Mereka berdua tersenyum,lalu mereka berpelukan bersama bertiga. Nico melihatnya begitu bahagia melihat mereka menjadi dekat kembali.
.
Drrt
Drrtt
(Bunyi telepon dari Nico)
"Neta , Ayah, mama. Nico permisi keluar sebentar." Nico membuka telponnya lalu keluar dari kamarnya.
"Apa?"
Rahasia apa lagi yang akan terbongkar?
Apa yang sedang terjadi?
Bantu like dan komentarnya untuk author dengan senang hati ya agar semangat UPnya. Sekali lagi maafin author baru konflik konfliknya dulu.šš¤
__ADS_1