Jodoh Tak Terduga (TAMAT)

Jodoh Tak Terduga (TAMAT)
JTT 61 Susah berjalan


__ADS_3

Akhirnya mereka sarapan dipagi hari,Nico sudah di meja makan. Pelayan rumah yang memasaknya. Neta turun dari tangga dengan susahnya karena perbuatan liar yang Nico tadi lakukan,Nicopun melihat tersenyum puas.


"Kenapa kamu senyum senyum?" Dengus Neta yang sudah sampai di meja makan melihat Nico dengan ekpresi senangnya


"Kenapa jalanmu seperti itu sayang?" Goda Nico tersenyum genit


"Gara gara kamu gak ada habisnya melakukan tanpa lelah!"


"Karena kamu meremehkan kemampuanku." Nico tetap tersenyum.


"Iya karena kelebihan kemampuanmu membuatku susah berjalan." Neta tetap kesal


Nico tersenyum puas selebar lebarnya.


"Apa perlu kerumah sakit untuk memeriksanya?" tanya Nico


"Tidak tidak! Bikin malu saja sayang."


"Baiklah. Kalau kamu meremehkanku aku bisa lagi lho" Goda Nico

__ADS_1


"Mana berani aku meremehkan kemampuanmu. Sudah puas sayang?" tanya Neta


"Aku sama denganmu selalu puas sayang. Yang menolak tapi mendesah ingin terus dan terus."


"Sayang cabul!" Neta menjadi malu ya adanya dia juga menginginkannya setelah selesai rasa sakit memang iya karena perbuatan liarnya


"Imut sekali wajahmu sayang" Goda Nico


"Sudah hayuk makan" Neta menghentikan obrolan yang tak senonoh itu nanti kalau di bahas terus tidak ada habisnya pikirnya.


.


"Sayang ayah dan mama kemana? Aku lupa nanyainnya karena aku sibuk kerja."


"Mereka dirumah Om Juna yang dulu aku tempati untuk sementara saja. Awalnya aku suruh menginap disini. Tapi mereka tidak mau merepotkan kita sayang. Ya akhirnya mereka kesana. Sebelum kembali kedesa"


"Hm syukur deh kalau begitu. Oh ya sayang apa kamu masih kepikiran atas kehilangan anak kita?"


Neta pun terdiam sejenak

__ADS_1


"Sayang yang terjadi biarlah terjadi,semua sudah terjadi aku tidak mungkin terpuruk terus terusan atas kehilangan anak kita dalam kandunganku. Aku sudah mengikhlaskannya sayang,pasti kita akan di berikan anak lagi oleh Tuhan kepada kita."


"Sayang aku akan cari tau terus siapa yang berani menyelakaimu waktu itu. Dia tidak tau berurusan dengan siapa. Dia harus membayarnya dengan setimpal!" Nico masih kesal kalau ingat kejadian itu.


"Tuan. Kita jalan sekarang keperusahaan ada meeting pagi ini tuan." Tara menghampiri Nico dan Neta yang sudah selesai sarapan itu


"Hm baiklah,kita berangkat sekarang." Nico pun berdiri untuk bergegas pergi.


"Sayang aku berangkat sekarang ya? Kamu dirumah baik baik."


"Baik sayang,Luna juga segera kemari. Tidak usah khawatir."


"hmm" Nico mencium kening Neta dan langsung keluar dari rumahnya masuk kedalam mobil meninggalkan rumahnya itu.


.


.


.

__ADS_1


Like like like kalau suka 🙏🙏🙏 komentar up lanjutttttt🤩🤩🤩


__ADS_2