
Dr. Tianza
Selama setahun ini Tian memilih bertugas dinas sebagai dokter di luar negeri. Dia ingin melupakan Neta,awalnya dokter Tian ingin sekali mendapatkan Neta tapi Neta sudah mencintai suaminya itu Tian tidak ingin menghancurkan pernikahannya demi kebahagiaan Neta,Tian memilih mundur dan merelakan,itu jalan terbaik bagi Tian.
[21++++]
Waktu terus berjalan,Neta meratapi kondisinya sendiri. Neta selalu meminta Tuhan untuk mengabulkan keinginan Neta itu,terus dan terus tanpa lelah Neta memohon kepada Tuhan.
"Sayang" Nico memeluk tubuh Neta dari belakang yang sudah tidur di atas kranjang tidurnya,Nico tau kalau Neta belum tidur yang masih grusar dibalik selimutnya
"Kamu sudah pulang?" bales singkat Neta
"Hem iya seperti kamu lihat"
"Aku siapkan air buat kamu mandi" Neta beranjak dari kasurnya dan melepaskan pelukan Nico
"Nampaknya kamu belum mandi juga sayang"
"apa?aku...."
Nico langsung menggendong Neta dan dibawa kedalam kamar mandi,
"Sayang lepas..turunkan aku"
Mereka sudah sampai didalam kamar mandi.
Air showernya dinyalakan membasahi tubuh mereka,Nico melepas bajunya sendiri tanpa sehelai pun. Kini baju linger tidur nya Neta basah tampak jelas lekuk tubuh Neta yang trasparan linger yang dipakainya. Melihat tubuh Neta, gairah Nico memuncak seketika Nico mendekatkan diri dan melmat bibir Neta
"emmm"
__ADS_1
Nico mulai melepaskan lingertidurnya yang dipakai Neta,tanpa disadari mereka tanpa sehelai baju yang menempel ditubuhnya. Air membasahi tubuh mereka,
"Sayang jangan dikamar mandi nanti masuk angin"
"Nampaknya kamu suka diatas ranjang ya sayang"
"bu-bukaan begitu" pipi Neta merah merona karena malu,memang begitu adanya.
"Baiklah,ini gosok punggungku" Nico menyodorkan sabun cairnya ke Neta,mereka memakai sabun dengan saling membersihkan tubuh mereka bergantian.
Acara mandi selesai lalu mereka memakai handuknya masing-masing,Nico sedari tadi menahan gairahnya,Neta merasa junior Nico tegang hanya menghelai nafas. Mau gak mau kalau Nico ingin harus dikabulkan.
Ditidurkah tubuh Neta di atas kranjang tidurnya,Nico mulai mencumbui setiap inchi tubuh Neta.
"Sayang,aku rasa percuma beberapa kali kita berhubungan tapi aku tidak kunjung hamil"
"Tapi aku menginginkannya sayang,kamu menolak suamimu ini?"
Nico mencium bibir Neta,mlumatnya dengan lembutnya. Terjadilah apa yang terjadi gairah panas terhadap mereka berdua telah terpenuhi,merasa lelah mereka tidur dengan posisi masih dalam penyatuan.
Pagi hari,
Nico dan Neta sudah di meja makan untuk sarapan.
"Sayang,nanti kamu ke butik dan ke salon yang sudah aku pesankan untukmu. Hadirlah nanti Morgan akan mengantarkanmu"
"Untuk apa sayang?"
"Kejutan sayang"
__ADS_1
Neta memincingkan alis sisi kanannya penuh tanda tanya.
"Baiklah kalau itu keinginan suamiku ,akan ku lakukan"
"Bagus sayang"
Mereka melanjutkan sarapannya.
.
"Tuan sebaiknya kita segera keperusahaan,ada beberapa meeting penting" Tara menghampiri Nico di meja makan karena merasa sudah selesai sarapan dengan Neta, Tara merasa tergesa-gesa agar Nico segera ke perusahaan.
Nico meminum susunya dan mengelap bibirnya dengan tissue
"Kamu kemobil aja dulu,aku menyusul" balas Nico kepada Tara
"Baik Tuan" lalu Tara pergi keluar rumah berjalan masuk ke dalam mobil duduk depan yang menyetir.
"sayang segeralah,sebelum terlambat" imbun Neta
"iya sayang,berada disisimu tak inginku jauh jauh darimu"
"Sayangg buruan" Neta tak ingin membuat Nico telat meski dia bosnya. Sebenarnya semenjak dengan Neta,Nico selalu lalai akan waktu untuk perusahaannya Nico menghabiskan waktunya untuk Neta yang ada aja,yang menemani Neta konsultasilah yang ongkang-ongkang di atas kranjang tidurnya,dan banyak lagi.Nico tak ingin membuat Neta terpuruk dalam kondisinya saat ini. Tapi beban kerjaannya bisa membebani Tara.
.
.
.
__ADS_1
Yang baca banyak🙄like nya votenya tipnya huaa kalian aku inginkan itu,author kan menghibur kalian semua. Cukup like nya jangan lupa.❤❤