Jodoh Tak Terduga (TAMAT)

Jodoh Tak Terduga (TAMAT)
JTT 17 Resign?


__ADS_3

jam tangan Nico sudah menunjukan pukul 08.30 waktu sudah selesai semakin siang semakin berkeringat . akhirnya acara melatih kaki Nico untuk berjalan disudahi .


"huffftt...." dengan mendudukan badan Neta di salah satu kursi di taman itu ya tak jauh dari Nico dengan kursi rodanya itu di dekatnya


Tanpa sadar Neta cuma diam dengan tatapan kosong kedepan,iya di dalam otaknya itu banyak masalah yang dia pikiran Neta berusaha untuk tegar.


"Neta?"


"Neta..."


"Netaaaaaaa" panggilan ke tiga dari Nico dengan keras dan kencang baru lah Neta merespon


"iya Nico ,ihh apaa sihh!" sahut Neta yang sudah sadar akan lamunannya itu


"kenapa kamu?"


"ehmmm,gapapa!"


"ada sesuatu ceritakan saja Neta"


"ehhmmm,maaf aku ingin resign di RS X " dengan menundukkan kepalanya dengan muka sedihnya tanpa di buat buat

__ADS_1


"Resign? gak bisa!" cetus Nico


" Harus,karenaaa......" mendongakkan wajahnya ke arah Nico tetapi ucapannya terpotong sahutan Nico " oh apa gara gara kamu tidak mau menikah denganku? iya kan! okay okay mulai sekarang aku gak memaksamu. Tapi asal kamu tetap bekerja di RS X"


"Bukan itu,aku juga ingin masih di RS X tapi keadaan yang tidak bisa"


"Maksud kamu apa?" Nico mulai penasaran dari perkataan Neta


"ayah ku sakit,aku ingin pulang menemuinya dan di desa aku ingin merawatnya dengan baik dan di sini aku udah tidak punya siapa siapa mereka sudah tidak ada" , tanpa di sadari air mata Neta menetes begitu saja bukan masalah itu saja melainkan juga Neta harus menikah dengan juragan terkaya di desa yang sudah beristri 3 malahan tapi enggan untuk menceritakan ke Nico.


"Baiklah akan ku beri cuti kepadamu" sahut Nico,ingin rasa menghapus air mata Neta dan memeluknya tapi belum saatnya dan mengatakan sebenarnya Nico takut kehilangan Neta kalau tau kenapa dulu Nico pergi meninggalkannya di kampung, untuk kedua kalinya apa boleh buat dengan sikap dinginnya yang bisa membuat Nico masih bisa bersama Neta lebih dari cukup sekarang


" sudah ku bilang tidak bisa ! aku tetep pulang"


"ya aku akan membayarnya dengan senang hati" dengan senyum manisnya yang di buat buatnya tanpa disadari senyum berjuta masalah dan tetap kuat dan tersenyum.


sambung Neta


" oh ya sudah saatnya kita kembali kerumah hm,dan aku juga keRS sudah siang "


berdiri dan memegang pegangan kursi belakang kursi roda Nico mulailah mendorongnya

__ADS_1


"aku ingin es krim itu ? " sampai sebrang jalan Nico ingin sekali membeli es krim bukan untuknya tapi untuk Neta tapi banyak lalu lalang mobil dan motor yang kesana kemari untuk menyebrang membeli es krim harus berhati hati ,


"Baik Nico aku akan membelikan kesana ,kamu disini saja tunggu aku" mulai sepi Neta mulai menyebrang dan membeli es krim sebrang jalan sana


saat kembali Neta enggan untuk menyebrang ada yang sengaja untuk melajukan mobilnya begitu kencang sontak saja membuat Nico menatap arah Neta dengan tatapan serius ingin menolong Neta tapi Nico tau kakinya masih sulit untuk berlari.


"awasss Netaaaa........" teriak Nico dan refleks berlari menuju kearah Neta menyelamatkannya


brugggggggkkk..


mereka berguling-guling di rumput berdua sebrang sana berpelukan begitu lekat.


duggg ,


dahi kanan Nico terbentur batu besar hingga darah keluar tapi masih terbilang ringan tanpa di sadari Neta yang masih dalam dekapan di dada Nico.


.


.


.

__ADS_1


.


"Sial"


__ADS_2