Jodoh Tak Terduga (TAMAT)

Jodoh Tak Terduga (TAMAT)
JTT 62 Ana keceplosan


__ADS_3

Dirumah Direktur William


"Bagaimana penyelidikannya tentang wanita itu." William dengan duduk santainya di sofa


"Saya sudah menyelidiki dirumah sakit,dari hasil lab sempel darah kemarin darah tuan William dengan atas nama wanita itu bernama Neta hasilnya sama tuan,tetapi dengan nona Ana tidak sama. Kemungkinan Neta adalah anak tuan yang berarti Ana bukan anak tuan." Jelas perkataan anak buahnya


"Tidak mungkin! Aku sudah merawatnya sejak kecil ketika istri saya meninggal di saat melahirkan Ana." William begitu terkejut merasa itu tidak mungkin


"Tapi itu hasil penyelidikannya saya tidak salah tuan,karena hasilnya benar adanya."


William memikirkan masa lalunya yang berkaitan dengan istrinya yang sudah meninggal dengan pembantunya Ijah.


"Dulu ada pembantu rumah tangga yang kerja di rumahku,ketika saya diluar negeri hanya Ijah yang merawat istriku ketika hamil. Tetapi Ijah hamil padahal belum bersuami usianya sama dengan kehamilan istriku, istriku tau kalau Ijah akan menggugurkan janinnya tetapi dicegah olehnya. Sehingga mereka mengandung bersama,dan disaat itulah mereka melahirkan. Tetapi sayang anaknya Ijah meninggal bersamaan dengan istri saya yang meninggal. Entah saat itulah Ijah entah kemana bersama jasad bayinya."


"Atau jangan jangan..."


William memperhentikan perkataan anak buahnya "Lebih baik selidiki Ijah,cari tau keberadaan Ijah sampai ketemu. Aku curiga dengannya." Pinta William semakin penasaran


"Baik Tuan. Kalau begitu saya permisi." Anak buahnya beranjak pergi dari hadapan William

__ADS_1


15menit kemudian....


William masih duduk disofanya dengan banyak pikiran yang ia harus urus.


Tiba tiba Ana masuk kedalam rumah William,bertemu dengan deddynya lalu beranjak memeluk deddynya.


"Deddy" Ana memeluk tubuh William begitu erat


William kaget dengan kehadiran Ana tiba tiba,


"Ana!"


"Deddy kenapa raut wajah deddy seperti itu? Seperti tidak suka kalau Ana datang." Melas Ana yang masih memeluk deddynya mendongak kewajah deddy William


"Hm deddy bicara apa sih. Jangan seperti itu Ana takut kehilangan deddy." Ana mempererat pelukannya,William pun membalas pelukannya. Bagaimanapun Ana adalah anaknya yang dari kecil dia rawat menghabiskan waktu bersama Ana.


"Ana?" Panggil deddy William


"iya deddy." Ana melepaskan pelukannya dan duduk disamping William

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak bilang kalau Nico sudah menikah?" Tanya William


"Itu Ded, Ana takut kalau deddy tidak mendukung Ana. Bukannya deddy selalu mengabulkan keinginan Ana,yaitu bersama dengan Nico Ded."


"Ana deddy tidak suka kalau Ana merusak pernikahan rumah tangga orang. Deddy tidak pernah mengajarkanmu seperti itu."


"Deddy bukannya mendukungku hais Ana mau kok jadi istri kedua Nico."


"Jangan bodoh Ana!" tegas William


"Ini yang gak Ana suka,deddy akan menolaknya." sedih Ana didepan deddy William


"Bukan begitu,Ana pasti mendapatkan laki laki yang baik dari pada merusak pernikahan orang."


"Deddy apa sih,Nico bukan orang lain dia kekasih Ana. Ana inginkan Nico bagaimanapun Ana harus mendapatkan Nico! Sia sia dong waktu itu Ana menyelakai Neta agar mati tidak taunya yang mati anak dalam kandungannya saja." Spontan kata Ana yang terlontar begitu saja tanpa di sadari karena kesalnya,dengan posisi yang sudah berdiri itu.


William kaget apa yang ia dengar barusan,membuat William berdiri mengimbangai Ana.


"Apa yang barusan kamu katakan Ana!" Kata William yang sudah berhadapan dengan Ana

__ADS_1


Ana pun juga gelalapan


"kenapa bisa keceplosan sih. Sial! Bagaimana ini?" Batin Ana


__ADS_2