
Dimalam hari
Kini Tara mengantarkan pulang Luna karena permintaan Neta tadi di pesta ulang tahunya.
Mereka canggung kalau berdua,mereka diam membisu didalam mobilnya.
pada Akhinya suara bunyi perut Luna yang bersuara membuat Luna malu.
Krucuk krucukk
"Kamu lapar?" Kata Tara yang masih fokus menyetir dan mendengar jelas bunyi dari perut Luna .
"Kenapa dia mendengarnya sih,bikin malu saja." Batin Luna
"Iya maaf hehe." Luna mengatakannya dengan senyum dibuatnya
"Yasudah kita cari makan sekarang."
"Tidak usah Tara, aku makan setelah sesampainya di rumah." tolak Luna
"Aku juga ingin makan,kita makan berdua apa salahnya."
"Tapi."
"Sudah Luna menurutlah"
Akhirnya Luna menuruti kemauan Tara untuk mengajak Luna makan malam di restaurant
Sesampainya di restaurant akhirnya mereka makan bersama di malam hari. Keduanya begitu canggung pada akhirnya Tara menetralkan keadaannya
"Makahlah yang banyak biar ada dagingnya dikit badanmu begitu kurus."
"Apa kurus?"
"Iya. apa kamu tidak lihat tubuhmu dengan baik?"
"Sejak kapan seorang Tara yang dingin memperdulikan tubuh orang lain?"
Mereka melanjutkan makan bersamanya dengan di sela sela mereka berbicara
__ADS_1
"Kamu bukan orang lain Luna."
"Iya iya terserahlah" pasrah Luna melanjutkan menyendok makanannya
"Kamu adalah sahabat nyonya Neta."
"Terus?"
"Semenjak itu entah kenapa aku melihatmu berbeda."
"Ha maksudnya?"
"Aku menyukaimu dari pandangan pertama dan aku diam diam menyukaimu."
Huk uhuk uhukk uhuh
Luna tersedak makanannya karena ucapan dari Tara tadi, Tara mengambil minumannya di arahkan kemulut Luna lalu Luna meminumnya perlahan masuk kedalam kerongkongan.
"Pelan pelan Luna"
Luna selesai meminumnya dan bertanya kepada Tara kembali
"Apa katamu tadi kamu menyukaiku?"
"Aku tidak salah dengar ini, bukannya kamu manusia dingin yang sibuk bekerja terus tanpa memperdulikan punya pasangan atau tidaknya."
"Apa aku tidak pantas untukmu?"
"Bu-bukan begitu Tara." Luna terbata bata membeku
"Yasudah Luna aku tidak memaksamu. Setidaknya aku sudah mengatakan yang sebenarnya. Kebahagiamu lebih dari cukup meski kamu tidak bahagia denganku."
"Sejak kapan kamu jadi banyak omong gini sih?" kesal Luna
"Tara apa kamu yakin dengan ucapanmu semua itu?"
"Aku sangat yakin Luna, kamu wanita yang aku pilih."
Luna pun tersenyum karena perkataan Tara barusan. Sehingga membuat Tara berfikir keras dibalik senyumannya Luna.
__ADS_1
"Luna?" Panggil Tara
"Iya aku juga menyukaimu." refleks karena bayangan Luna dengan Tara waktu itu (diepisodenya tidak menceritakan pertemuan pertemuan Luna dengan Tara jadi singkat cerita saja ya dari author hehe.)
"Benarkah?" Tara meminta Luna mengulangi perkataannya takutnya salah dengar.
"Iyaa Tara, aku menyukaimu disikap dinginmu itu kamu juga perduli denganku. Kamu selalu ada untuk aku,meski kamu berkali kali menolongku tidak menampakan dirimu sesungguhnya padahal aku tau itu kamu. Aku juga menyukaimu dengan diam. Pada akhirnya kamu mengatakan sekarang aku senang mendengarnya."
"Akupun begitu Luna. Apakah kamu mau menjadi kekasihku?"
"Aku mau Tara." Luna menjawabnya penuh senang Tara pun mendengarnya begitu bahagia.
Akhirnya Tara dengan Luna pun bersama untuk menjalin hubungan yang lebih dekat lagi sehingga akhirnya nanti mereka memutuskan untuk menikah.
.
.
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
__ADS_1
RATE 5 BINTANG βββββ
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author. Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih. π