
"Kenapa kamu melihatku seperti itu? apa ada yang salah di wajahku?"
imbun Neta
"Oh tidak, tidak ada." sambil menyadarkan pandangannya, Nico diposisikan tubuhnya duduk dengan tegap di sandaran kasur di belakangnya.
"Yasudah saya kembali keRS dan saya mohon izin untuk resign dari pekerjaanku setelah ini."
"Gimana denganku? apakah kamu yakin untuk berhenti bekerja? bukannya kamu sudah lulusan mahasiswa kesehatan, begitu saja dengan sia-sia dan tidak memilih bekerja di sini. Kamu yakin!"
"Kakimu sudah sembuh jadi tidak perlu aku lagi, hm soal itu .... "
"Itu aku ingin berbakti terlebih dahulu dengan kedua orang tuaku dan mengurus ayahku yang sedang sakit ,tolong pengertiannya."
" Jadi bisalah suatu saat nanti kamu kembali lagi bekerja di RS X ketika ayahmu sudah sembuh?"
Terlihat garis senyumnya terukir diwajah Neta , entah mau di jawab seperti apa Neta pun tidak tau harus menjawab bisa jadi atau tidak sama sekali,
"Oh iya saya permisi. " kata Neta lalu pergi meninggalkan Nico begitu saja.
****
"Ada apa ya, apa yang sedang terjadi pada Neta . sebaiknya aku cari tahu saja." . batin Nico
Tut
Tut
Tut
"Hallo Tuan" sapa telpon sebrang sana
" hmm,ada pekerjaan buat kamu"
"Apa tuan?"
__ADS_1
" Aku suruh kamu memantau seseorang, cari tahu apa yang sedang terjadi padanya nanti ketika sudah kembali di Desanya kamu ikuti dia. "
"Baik Tuan"
"Kemungkinan dia kesana besok pagi, kamu stay aja di rumahnya untuk melihatnya dari jauh. Oh ya soal foto dan alamatnya nanti aku kirim. "
" Baik Tuan ,ada lagi?"
"Pantau saja apa yang terjadi,dan pastikan dia dan keluarganya baik baik saja. kamu mengerti!!"
"Siap Tuan,saya mengerti".
***
Dirumah Neta
Tampak wajah Neta lesu entah harus gimana lagi, cobaan demi cobaan harus terjadi pada dirinya.
Mulailah berkemas menata pakainya lalu di masukan didalam kopernya, satu persatu hingga semua sudah selesai di masukan.
Drrtt
"Hello Fian" sapa Neta
" Kamu resign Neta? kenapa? "
"Oh itu aku mau mengurusi ayahku yang sedang sakit di desa."
" Kenapa harus resign ? apa kamu tidak keinginan untuk bekerja di sini lagi dan tidak kembali sama sekali? "
" Hm entahlah yang penting ayahku sembuh dulu."
"Tapi Netaa,........." (Panggilan terputus)
"Hello hello hello Tian!"
__ADS_1
"Haiss, kenapa baterai bisa lowbet kehabisan baterai gini sih." umpat Fian
****
Di masukkan telpon genggam di dalam tasnya lalu beranjak pergi meninggalkan rumah itu dengan membawa kopernya, ia tersenyum?menangis? (bisa jadi ke dua duanya) ketika sudah sampai didepan halaman Neta perlahan sudah mulai jauh melangkah untuk pergi.
###
Sampai perjalanan dengan menggunakan bus dengan cepat sampai tujuan yang jalannya tak begitu macet.
Tanpa di sadari ada mobil hitam mengikutnya tanpa di ketahui Neta.
****
Di Desa
"Neta" tampaklah seorang wanita paruh baya, di balik pintu rumah sederhana itu di sapalah Neta dengan sejuta kerinduan.
"Mama" akhirnya mereka berpelukan dengan erat entah apa sehingga membuat mata Neta mengalir begitu saja.
sambung Neta kembali "Ma,ayah gimana kondisinya?"
sambil berjalan masuk kerumahnya dan menutup pintu rumahnya itu.
"Kemarin di klinik cuma beberapa hari biaya tidak cukup nak akhirnya mama memilih mengurus dirumah saja, sekarang ayah di kamar sedang istirahat." melas di wajah mamanya
Neta berjalan menuju kamar ayahnya itu yang terbaring lemah di atas kasurnya, begitu sakit di hati Neta melihat ayahnya tak berdaya di tempat.
"hiks hiks hiks" isak tangis Neta,sambil memeluk ayahnya terbaring lemah.
" Neta kamu pulang Nak, ayah merindukanmu sayang. " kata ayahnya dengan suara pelan.
"Ayahhhhh, Neta juga merindukan ayah,kenapa jadi begini ayahh .... hiks hiks!"
Ayahnya cuma membalas dengan senyuman, entah mau di jawab apa dia juga berat menerima kenyataannya yang menimpanya sekarang ini .
__ADS_1
Bragkkkk,
Dibukalah pintu depan rumahnya begitu lebar dengan gebrakan keras pintu itu sudah goyah.