Jodoh Tak Terduga (TAMAT)

Jodoh Tak Terduga (TAMAT)
JTT 54 Mulai sadar


__ADS_3

RS X


2minggu kemudian


.


Kamar VVIP


Sesampainya di RS X,Neta di tempatkan kamar VIP dengan menggunakan alat alat yang terpasang di tubuhnya yang masih lemas itu. Nico sudah ada di sisi Neta, Nico duduk di samping bet pasien Neta . Nico memegang tangan Neta meinsyaratkan segeralah sadar.


"Bangunlah sayang,aku tidak bisa hidup sendiri tanpa dirimu." punggung tangan Neta di tempelkan pipi kanan Nico.


Luna dan Tara berdiri di samping Nico, Luna sedih melihat kondisi Neta yang terbaring tak berdaya itu.


Datanglah Morgan masuk kedalam menghampiri mereka semua, Morgan tak menduga akan ada sesuatu terjadi pada Neta.


"Neta belum sadarkan diri? sudah berapa minggu belum sadarkan diri." tanya Morgan dengan entengnya kepada mereka yang masih tak bergerak melihat Neta memejamkan matanya


"Seperti yang kamu lihat. Jangan bikin gara gara,pelankan suaramu sedikit." balas Tara dengan suara pelan tapi Nico tetap masih mendengarnya


Nico menangis membasahi punggung tangan Neta yang ia pegang sesekali diciumlah.


Tiba tiba jari jari Neta bergerak di genggaman Nico. Nico pun memastikan apa yang ia rasakan gerakan itu.


"Sayang" Nico beralih melihat wajah Neta,

__ADS_1


Orang yang didalam pun ikut melihat Neta dengan pasti.


Kedua mata Neta perlahan lahan membuka,menandakan Neta sudah melewati masa kritisnya itu.


"Sayang sayang" Nico langsung berdiri membungkuk kearah Neta dan mengelus puncak kepala rambut Neta dengan lembut.


Nico memencet bel pemanggil,merasa kelamaan Nico memerintahkan orang orang yang ada di dalam kamar Neta itu.


"Tolong panggil dokter!"


Tara pun beranjak keluar ruangan tetapi dokter dan perawat sudah datang mendekati Neta.


"Kalian semua bisa keluar terlebih dulu."


Nico ,Tara,Morgan,Luna keluar ruangan tersebut. Hanya ada dokter dan perawat yang memeriksa keadaan Neta sekarang.


"Akhirnya nyonya sudah sadar. nyonya sudah melewati masa kritis." Kata dokter tersebut setelah memeriksa kondisi Neta dengan detailnya beberapa alat dilepas karena kondisinya pun stabil kembali.


"Anak dalam kandunganku gimana dok?" tanya Neta spontan


"Maaf nyonya, nyonya mengalami keguguran karena pendarahan hebat. Kalau nyonya tidak segera operasi pengangkatan janin waktu itu nyawa nyonya pun tidak bisa di selamatkan."


"Jadi anakku sudah tidak ada di rahimku dok?" tanya Neta memastikan


"Betul."

__ADS_1


"Gak mungkin dok" Neta menangis sejadi jadinya disana


"Yang tabah nyonya. Semua ini sudah kehendak Tuhan."


Neta tetap menangis merasa sakit di hatinya harus kehilangan anak dalam kandungannya,hanya air mata yang menemaninya saat ini.


Dokter dan perawat tersebut keluar dari kamar VVIP Neta. Nico pun menghampiri dokter tersebut.


"Gimana dok kondisi istri saya?" Tanya Nico


"Istri tuan sudah stabil,nyonya sudah melewati masa kritisnya. Tapi nyonya menyangkal kehilangan anak yang dikandungnya,lebih baik tuan tenangkan istri tuan kalau memberontak dengan terpaksa memberi obat penenang buat nyonya." Jelas Nico


"Kalau begitu saya permisi tuan." Dokter berjalan dengan diikuti perawat yang mendorong trolinya pergi dari sana


Nico masuk kedalam di buntuti oleh Tara,Luna,Morgan di belakang.


"Sayang." Nico mengelus kepala Neta dengan lembut menenangkan Neta yang menangis. Rasa sakit didalam hati Nico melihat istrinya menangis.


"Aku kehilangan anakku Nico,hiks hiks"


"Sayang ini cobaan kita,kita lewati cobaan ini bersama sama. Aku juga sedih kehilangan anak kita. Aku menyesal tidak bisa menjagamu dengan baik." Nico tertunduk sedih di samping Neta.


"Andai waktu itu" Neta mengingat kembali pun menjadi syok yang ia alami .


"Waktu itu kenapa sayang?" Tanya kembali Nico

__ADS_1


Neta teringat semua yang menimpa divilla kala itu dengan jelas.


__ADS_2