
"Iya istriku,aku juga sudah bilang padamu sebelumnya. Kalau artis laki-laki rekomendasiku dari perusahaan tiba tiba jatuh sakit padahal kemarin sebelumnya dia tidak apa-apa tiba-tiba dia memberi kabar kalau dia jatuh sakit dan perlu perawatan diluar negeri. Dan kamu tau kalau mencari aktor lain dalam jangka 3hari kemarin sebelum keberangkatan bisa dikata asal-asalan akan merugikan perusahaan. Tapi anehnya aktor yang lain yang di kelas fashion dari perusahaan pun juga demikian menolak film ini Aku kamu Selamanya , dan kamu tau sayang padahal diperusahaanku akrtis perempuan dari kelas fashion juga banyak tapi dari pihak manajemen sudah menyiapkan artisnya iya itu Ana yang tidak aku ketahui terlebih dulu." Jelas Nico.
Neta,Morgan,Tara mendengarkan seksama yang Nico jelaskan barusan.
"Maaf tuan. Menurut pendapat saya pasti itu kesengajaan dilakukan." Kata Tara
Nico berfikir sejenak,benar di katakan Tara kenapa semua begitu dengan tiba tiba. Aneh bukan.
"Kamu bisa selidiki dulu Tara." imbun Nico
"Baik tuan."
"Bagaimana kalau aku mendekati Ana. Aku rasa ini bisa jadi berkaitan dengan Ana." balas Morgan
"Iya kamu benar. Tapi kemungkinan aku tidak yakin."
"Yaa tidak salahnya di coba terlebih dahulu."
__ADS_1
"Hm oke,lakukan saja. Tapi bagaimana caranya?"
"Tenang saja, mudah itu bagiku." balas Morgan dengan senyum kecilnya itu.
"Sayang apa kamu marah padaku? Dan kamu tidak percaya pada suamimu ini,sungguh dihatiku hanya ada kamu. Cuma kamulah yang aku cintai." Rayu Nico menyentuh kedua tangan Neta penuh permohonan itu
"Hm baiklah aku percaya padamu." Neta menggenggam erat tangan mereka dan tersenyum
"Sayang aku tidak tahu kamu suka anak laki-laki atau anak perempuan." Neta mengarahkan tangan kanan Nico di Perut Neta dan menempelkan tangan Nico di perutnya mengelus-elusnya
Nico bingung apa yang di maksud Neta,Neta tersenyum manis melihat ekpresi wajah Nico itu penuh penasaran
"Apa kamu hamil sayang. sungguh?" Nico tersenyum bahagia lalu mengambil bantal kecil disandarkan dipunggung Neta untuk tumpuan lalu mengelus kembali perut Neta dengan lembutnya.
"Sayang mau anak laki-laki maupun anak perempuan aku akan menerimanya asal ibu dan anaknya sehat."
"Tentu."
__ADS_1
"Bagiku keselamatan kalian berdua yang terpenting,karena kamu dan anak kita ini adalah kebahagiaanku sayang." Nico mendekapkan tubuh Neta kedalam dekapannya disamping kanannya dan mengelus perut Neta dengan lembutnya sesekali mencium puncak rambut Neta
Tara,Morgan,Luna yang mendengarnya begitu bahagia kini Nico bisa berubah karena wanita yaitu istrinya sendiri.
"Selamat ya sudah mau jadi seorang ayah." Ucap Morgan
"Selamat tuan." imbun Tara
Nico hanya menanggapi dengan senyumnya tanpa melepaskan kemesraan mereka berdua
"Luna sekarang tau kan tugasmu? Istriku sedang hamil kamu harus menjaga kesehatannya dengan baik soal gaji kamu tidak usah khawatir aku akan kasih lebih atau seberapa kamu mau asal kamu jaga Neta dengan baik."
Nico mengalih pandangan keLuna yang sedang minum cup nya hampir tersedak itu.
"Sungguh!!" Luna menaruh cup jusnya kembali dimeja dan menatap Nico dengan keseriusannya.
"Iya gaji berapa kamu aku kasih. Tapi kalau terjadi apa apa pada Neta kamu tau resikonya!" Balas Nico dengan tegasnya kepada Luna
__ADS_1
"Sayang,jangan seperti itu. Luna adalah temanku. dia manusia dan sebagai seorang perawat sama sepertiku yang kerjanya juga shift yang tidak harus mengawasiku 24jam,lagi pula kalau menjagaku 24jam dia jatuh sakit karena kecapekan mengurusku sama saja menyiksanya pikirkan juga Sayang. Tenang saja aku akan selalu baik baik saja demi anak kita dan kamu." sahut Neta menghentikan ketegangannya itu menjadi reda kembali.