
Neta yang di halaman belakang sedang melihat kolam renang yang di kelilingi pemandangan yang indah dan sejuk,pohon pohon yang rindang memberikan angin sumilir di sekitarnya.
"Nyonya Muda!" sapa seseorang di balik tubuh Neta
"Hm" Neta merasa itu Morgan tanpa mengalihkan pandangannya
"Nyonya muda hayuk kita kebutik dan kesalon" ajak Morgan
"Panggil aja aku Neta Morgan! hiss kamu sama halnya seperti Tara terlalu formal"
"Mana berani aku nyonya muda!"
"Baiklah denganku cukup panggil Neta saja kalau sama suamiku,serah kamu mau manggil itu. Aku ingin biasa saja"
"hmm,oke baiklah" persetujuan dari Morgan
"Jam 2 siang begini kita kebutik dan kesalon? aku mengantuk" Neta sudah berjalan masuk kedalam rumah melihat jam dinding dengan diikuti Morgan
"Nanti kebutik ambil bajunya lalu kesalon kamu bisa pijat terlebih dahulu sambil tidur,tidak hanya pijat diwajah saja tapi semua seluruh tubuh manfaatkan untuk tidur,ya kan Neta?" imbun Morgan
Morgan tak begitu tegang halnya Tara ,sangat beda jauh.
"Apa tidak kelamaan nanti masih meriasku kan?"
"Tenang Nico dan kamu nanti jam 7malam baru..."
"baru apa?"
"aiss,itu kejutan Neta" Morgan hampir sama kelepasan omongannya untung sadar seketika
"Baiklah baiklah,aku ngikut kamu aja Morgan. yasudah hayuk berangkat"
__ADS_1
.
Neta dan Morgan menuju kebutik mengambil barangnya,lalu menuju kesalon. Morgan menunggu Neta cukup lama ia juga ketiduran disofa salon itu. Jam terus berjalan dan berlalu.
"permisi tuan" sapa karyawan perempuan salon itu membangunkan Morgan
"hmm hoam,eh maaf maaf ketiduran. Gimana?" Morgan bangun dari tidurnya dengan mengedip-ngedipkan kedua matanya agar hilang kantuknya,lalu duduk dengan tegapnya
"Itu tuan,nyonya Neta sudah selesai."
Neta keluar dari balik tirai selesai dari rias dan mengganti bajunya lalu keluar dengan anggunnya,Morgan terbelalak tanpa mengedipkan kedua matanya .
"Ini nyonya muda kan?"
Neta melihat ekpresi Morgan,merasa sedikit malu takutnya malah terlihat jelek karena berlebihan.
"hiss iya Morgan,apa jelek ya?"
"Sempurna"
"Sudah jam setengah 7malam,sebaiknya kita jalan sekarang menuju kesana bertemu dengan suamimu. Kamu pasti merindukannya kan?" Goda Morgan
"Apa Morgan hiss ! hayuk sekarang."
"Ternyata Nyonya Muda ku ini tidak sabaran. Nico pasti terpukau melihatmu."
"Tentu" Kepercayaan terhadap diri Neta sendiri
.
DiKapal Altar
__ADS_1
"Morgan kenapa aku dibawa kesini?" Morgan menghentikan mobilnya.
"Sudah ikut saja"
Lalu Morgan dan Neta keluar dalam mobil
"ett tunggu dulu, kedua mata kamu harus di tutup." Morgan mengeluarkan kain penutup mata
"Pakai acara penutup mata segala,kamu mau rusak bulu mataku ya Morgan!" kesal Neta
"Tenanglah,kain ini tidak berani meruntuhkan bulu mata lentikmu itu" goda Morgan
"Tapi Morg...."
"Sudah,kamu mau ketemu suamimu tidak? kalau tidak yasudah"
"Baiklah baiklah aku akan memakainya" Lalu Morgan menutup kedua mata Neta dengan kain yang di bawanya.
Morgan dan Neta berjalan menuju kapal Altar itu,Morgan mengarahkan Neta jalan pelan pelan. ketika sampai dalam kapal itu,Neta merasa berbeda orang yang dipegangnya.
"Morgan,hello Morgan. Kok gak ada suara cuma denger gemuru air laut aja" Neta memegangi tubuh kekar itu diraba-rabanya,tampaknya tak asing dengan tubuh itu,bau parfumnya dia kenal siapa pemiliknya.
"Sayang" setelah Neta mengira-ngira kalau tubuh yang di peganya adalah Nico.
"Beraninya memegangin tubuhku" Neta merasa penasaran langsung saja membukanya
"ih benar kan ini kamu"
"Sayang kenapa di buka penutup matanya" kedua tangan Neta belum perpindah dalam dada bidang Nico.
Neta terbelalak banyak orang menyasikan mereka berdua,Neta merasa malu mungkin Neta ngiranya Netalah yang genit.
__ADS_1
"Habisnya ngeselin" lalu Neta melepaskan tangannya dari dada bidang Nico.
Nico hanya tersenyum,Neta seketika melihat sekitanya tampak takjub kapal di dalamnya dihiasi penuh dekoran dekoran pesta megah dikelilingi orang orang didalamnya yang di atas langit hitam dipenuhi bintang dan satu bulan indah di atasnya.