Jodoh Tak Terduga (TAMAT)

Jodoh Tak Terduga (TAMAT)
JTT 47 Mulai syutting


__ADS_3

Hari terus berganti,


waktu terus berjalan.


"Sayang aku pergi kelokasi syuting sekarang ya sayang?" Nico siap siap dan membawa kopernya itu yang sudah tertata rapi


"Sayang kamu hati hati ya,oh iya disana kamu jaga diri baik baik aku gak mau kamu sakit di sana." Neta yang mengikuti Nico langkah kakinya turun dari anak tangga


"Pasti sayang,aku akan selalu merindukanmu." sesampainya di meja makan mereka untuk sarapannya,Neta hanya tersenyum memeluk tubuh suaminya sebentar


"Tara bawa koperku kemobil, kamu tunggu saja di dalam mobil" Nico menyerahkan kopernya kepada Tara yang sudah dari tadi Tara berdiri disana menunggu tuan mudanya itu


"Baik tuan." Tara membawa kopernya lalu beranjak pergi keluar rumah dan memasukan barang barangnya kedalam bagasi mobil belakang dan Tara masuk kedalam mobil


Dimeja makan,


Neta dan Nico menyantap sarapannya dengan lahapnya. Merasa sudah cukup kenyang Nico mulai berpamitan kepada Neta. Berat rasanya buat Neta.


"Sayang aku pergi dulu. Kamu dirumah baik baik juga ya. Oh iya kalau ada apa apa kamu bisa hubungi Luna selain dia perawat juga sahabatmu bukan."


"Iya sayang pasti. aku akan baik baik saja."


"Maafkan aku tidak mengizinkanmu untuk bekerja terlebih dahulu demi kondisimu. Dari hasil lab kemarin kamu baik baik saja,kamu sudah masa subur maafkan aku tidak bisa menemanimu sepanjang malam tiga bulan kedepan." Nico amat berat meninggalkan istri tercintanya itu,demi kebaikkan perusahan apa boleh buat dia harus turun tangan sendiri


"Sayang tak perlu khawatir kemarin juga sudah melakukan. Apa kamu merasa kurang?"

__ADS_1


"Oh jadi kamu mau menggodaku lagi."


"Bu-bukan begitu sayang" Neta terbata bata karena bingung karena benar adanya sepanjang malam kemarin entah kenapa menginginkannya melakukannya setiap hari.


"Kenapa? Kamu ingin lagi. Aku bisa lho nunda keberangkatanku kalau kamu menginginkan lagi." Goda Nico


"His sayang,lebih baik segera berangkat aku pasti merindukanmu." Neta memeluk Nico dan memandangi wajah Nico penuh lekatnya.


"iya sayang aku pasti juga merindukanmu." Nico membalas pelukan Neta dan mencium puncak rambut Neta dan mengelus ngelus dengan tangannya.


Lalu Nico beranjak keluar rumah masuk kedalam mobil bersama Tara dan meninggalkan rumah tersebut.


Dua hati yang berat untuk mereka berdua,


Demi perusahaan Nico lah yang harus turun tangan sendiri.


Apartemen Ana


"Kita mulai berangkat sekarang. Aku tidak sabar berjumpa dengannya akhirnya aku bisa bersamanya beberapa bulan kedepan aku pasti bisa mengambil hatinya kembali." Ana bergumam sendiri dalam hatinya penuh senang.


"Nyonya Ana,apa lagi yang harus di bawa?" kata Ola yang membantu semua keperluan Ana


"Tidak,sudah cukup. Sebaiknya kita segera berangkat."


Mereka bergegas pergi dari apartemennya dan masuk kedalam mobil dan berjalan pergi ke lokasi syutting.

__ADS_1


Lokasi Syutting


Disebuah villa yang terkenal dimana disekitarnya itu adalah hutan hutan yang rindang dan sejuk didekatnya lagi ada bungkit yang bisa menunjukan keindahan alamnya.


Orang berlalu lalang menyiapkan semuanya untuk syutting hari ini. Nico yang sudah sampai dilokasi syutting untuk beristirahat sejenak dengan kursi yang merenggangkan tubuhnya itu.


"Nico!" Seseorang itu menghampirinya


"Ana???" Nico tertegun apa yang dia lihat,dan berdiri menghadap ke Ana iya itu Ana


"Iya Nico aku kembali,dan di kita bertemu kembali dengan film yang sama kamu dan aku menjadi pemeran utama bukan?" Jelas Ana


"Kamu yang menjadi lawan mainku?"


"Iya benar.Oh iya apa kabar Nico aku merindukanmu." Ana memeluk tubuh Nico lalu Nico menepis tubuhnya yang hampir memeluknya itu


"Tidak. Aku sudah punya istri aku mencintainya!"


"Ayolah Nico hanya aku yang bisa melahirkan anakmu."


"Tutup mulutmu! Aku sudah melupakanmu!"


"Maafkan aku Nico aku pergi meninggalkanmu waktu itu. Aku amat menyesalinya sungguh maafkan aku." Ekpresi sedih di wajah Ana


"Cukup! Aku tidak ingin mengingatnya lagi!" Nico pergi dari hadapan Ana begitu saja.

__ADS_1


Ana merasa diabaikan merasa kesal pada dirinya sendiri.


"Lihat saja Nico aku pasti bisa mengambil hatimu lagi. Kamu milikku!" Ana mengepalkan kedua tangannya dengan senyum liciknya itu.


__ADS_2