Jodoh Tak Terduga (TAMAT)

Jodoh Tak Terduga (TAMAT)
JTT 32 Mantan Pacar?


__ADS_3

DiRumah Nico


Tin


Tin


Mobil Nico melintas masuk kedalam halaman rumah yang di bukakan oleh penjaga rumahnya.


"Sudah sampai tuan" Kata Tara yang sudah mematikan mesin mobilnya.


"hmm"


Lalu Tara membuka pintu mobil belakang yang di tumpangi Nico dan Neta. Nico dibukakan pintu oleh Tara, Neta di bukakan pintu oleh penjaga rumahnya yang barusan membuka gerbang rumahnya


Dengan gagahnya Nico keluar dengan sigap tampan rupanya tak kalah dengan Neta cantik putih manis senyumnya yang melihatnya pasti jatuh cinta. Sekarang Neta beda penampilan lebih terawat semenjak dengan Nico. Baju yang mahal dan indah.


Ibu ibu rempong lewat melihat mereka berdua merasa iri ingin anak anaknya dijodohkan kepada Nico apa boleh di kata semua itu mustahil,Neta merasa beruntung saat ini.


Neta dan Nico beranjak masuk dan di belakang di dampingi oleh Tara dan penjaga yang membawa barang koper kopernya kedalam rumah. Banyak yang menyambut mereka berdua berjejeran dengan rapi


"Selamat datang tuan muda,nyonya muda" sapa pelayan rumah itu


"Iya terimakasih" dengan senyum ramahnya Neta kepada pelayan pelayan rumah tersebut merasa malu sekarang menjadi nyonya besar di keluarga Grahan Nico.Beda dengan Nico yang biasa aja


Lalu mereka berdua menaiki anak tangga dan masuk kedalam kamar beserta koper kopernya itu sudah beralih di bawakan oleh beberapa pelayan dirumahnya tersebut.


"Ini kamar kita" Kata Nico yang sudah sampai dalam kamarnya


"hm sedikit berbeda" Neta melihat lihat setiap sudut kamarnya yang nampak sudah dirubah

__ADS_1


"iya aku meminta seseorang untuk merubahnya, oh ya bi bereskan baju kami kedalam lemari" Pandangan Nico berpindah kearah bi Sri


"Tidak usah Nico,biar aku sendiri saja" sahut Neta


"Tidak usah kamu istirahat saja"


"Gapapa Nico. Ya aku mohon"


"Hm baiklah,tapi di bantu sama bi Sri"


"Oke baiklah kalau begitu"


"Yasudah aku pergi keperusahaan dulu" Lalu berjalan menuju keluar kamar dengan diikuti oleh Tara,


"Tunggu! kebiasaan " Neta mengulurkan tangan dan lalu meraih tangan kanan Nico dan mencium punggung tangan kanan Nico


"hmm maaf" Nico tersenyum lalu berubah datar ketika Neta melihat wajah Nico kembali


"Hm"


"Hati hati dijalan"


.


"Bi Terimakasih sudah membantu membereskan baju baju kami."


"Tak apa nyonya ini sudah pekerjaan bibi nyonya"


"haduh bi panggil aja Neta. saya merasa seperti gimana gitu bi"

__ADS_1


"Maaf Nyonya ,bi Sri tidak berani takut Tuan muda marah"


"yaudah bi terserah bibi aja,oh iya bi ternyata baju Nico banyak banget ya hampir satu ruangan ini di penuhi bajunya seperti di butik aja"..


"Iya nyonya ini ruangan baju khusus baju tuan muda,oh iya nyonya disebelah sana baju baju nyonya sudah disediakan disana"


"apa bi? ini baju baru aku tata di lemari sini bi kok di sana ada baju bajuku bi mana bisa?"


"iya sudah lama bajunya di sana nyonya katanya untuk nyonya Neta"


Neta berjalan kearah lemari besar yang katanya sudah di sediakan baju untuk Neta


"Wow bi baanyak banget,ini bi bagus banget. Kenapa Nico membeli banyak banget seperti ini apa gak sayang kalau gak kepakai"


"Jangan takut soal itu nyonya,kalau bosan boleh buang kata tuan Nico"


"His apa sih bi bagus kek gini di buang"


"hehe nyonya kalau dilihat dari dekat cantik juga ya" imbun bi Sri


"hehe bibi bisa aja"


"Beneran nyonya,makanya tak heran tuan muda jatuh cinta sama nyonya,polos cantik baik dan ramah,beda dengan mantan pacarnya dulu"


"Mantan pacarnya? oh Tasya ya ya sudah tau aku bi"


"Bukan nyonya,nona Tasya itu juga baik sekali seperti nyonya Neta"


"maksdunya bi bisa di jelasin?"

__ADS_1


Bantu Like,Vote,komentar saran dengan senang hati boleh pemasukan yang baik baik saling menguntungkan ,author menghibur kalian , kalian berbalik memberi like,vote,rate 5 sukarela hati kalian sudah dari cukup memberi dukungan author❤❤


__ADS_2