
Dirumah Nico dan Neta
"Sayang,aku senang sekali bisa bahagia bersamamu begini terus tidak ada yang bisa memisahkan kita." kata Neta
"Iya sayang aamiin, aku amat mencintaimu sayang dan kita tidak boleh berpisah." balas Nico membelai rambut Neta didalam dekapannya
"Apa lagi akan ada si buah hati yang akan menemani kita"
"Tentu sayang,aku senang sekali."
Mereka memadu kasih dengan hangatnya seakan-akan tidak akan ada yang memisahkan mereka.
Tring
Tring
Tringg
(Ponsel Nico berbunyi)
"Hello iya bagaimana?"
"Apa"
Raut wajah Nico berubah menjadi murka karena mendengar dibalik teleponnya.
"Ada apa sayang?" Tanya Neta
"Ana" jawab singkat Sonya
"Ana kenapa sayang?"
"Itu tadi telepon dari suruhanku sayang. Kalau sebenarnya yang menyelakaimu di villa itu adalah Ana!" Nico menjelaskannya
"Apa Ana?" Neta begitu terkejut mendengarnya
"Iya Sayang, aku akan memberi dia perhitungan." wajah Nico menjadi marah
__ADS_1
"Sayang sabar,jangan gegabah."
"Gegabah bagaimana? Dia yang hampir menghilangkan nyawamu.."
"Sayang aku tau......."
Ting tong
(Bell depan pintu rumah berbunyi ada seseorang bertamu.)
Pelayan rumah membukakan pintu dan langsung di persilahkan masuk bertemu dengan Neta dan Nico yang sudah diruang tengah.
"Ayah,mamah kenapa kesini lagi? ada yang ketinggalan" Tanya Neta menghampirinya langsung duduk di sofanya masing masing
"Kita kemari karena ada hal mamah dan ayah katakan padamu Neta."
"Apa itu mah?" Neta penasaran dengan perkataan mamahnya menggantung
Diam seketika di tempat, tiba tiba ada seseorang masuk kedalam rumah Neta yaitu William
"Biar pak Raharja dan juga bu Lila menjelaskan semua. Tenanglah tidak ada yang terjadi apa apa."
"Apanya yang tidak terjadi apa apa. Gara gara perbuatan anak direktur William membuat kami kehilangan anak kami dan untungnya Neta selamat kalau tidak saya akan membunuh anak anda yaitu Ana!" Nico di buru emosi
"Apa Nico dan Neta sudah tau kalau itu perbuatan Ana kenapa Ana tidak mengakui kesalahannya." Batin William
"Baik itu nanti kita bicarakan direktur Nico,tapi alangkah baiknya kita tenang sebentar. Soal Ana nanti biar saya yang akan mengurusnya." kata William untuk menenangkan Nico untuk kembali ketopik orang tuanya
"Nico kamu tenang dulu,disini ada ayah dan mamahku lho ada yang ingin mereka katakan. Entah soal direktur William datang kemarin untuk apa pasti ada hal penting. kamu duduk dulu Nico." Bujuk Neta dan akhirnya Nico mengikutinya dan duduk kembali. merek duduk di sofanya masing masing dengan tegang.
"Neta maafkan mamah dan ayah baru bilang sekarang."
"ada apa mah?"
"Kamu bukan anak kandung ayah dan mamah,Neta. Kamu anak dari pak William ini maafkan mamah baru bilang padamu."
"Apa mah? Mana mungkin dari kecil kita bersama. Kalian memberikan Neta kasih sayang yang tulus."
__ADS_1
Neta dan Nico pun terkejut apa yang di katakan Mamahnya.
"Maafkan mamah sayang,dulu mamah dan ayah frustasi sekali tidak bisa memiliki keturunan. Suatu ketika mamah dan papah di kota bersama dengan om Juna dan ada seseorang yang memberikan kamu untuk ayah dan mamah dengan imbalan uang. Om Juna lah yang memberikan uang itu kepada wanita itu untuk menebus mu sebagai anak adobsi untuk mamah dan ayah. Pada akhirnya kita tinggal di desa dan hidup bersama disana untuk mengasuhmu"
"Jadi ayah dan mamah bukan orang tua kandungku?" tanya Neta kembali
"Benar!"
Neta menatap William,Willam menatapnya begitu lekatnya.
Apa yang akan terjadi? Neta menerimanya atau tidak jangan lupa komentarnya💬
》Bersambung.....
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. 🤗
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE 🎖️
LIKE 👍
KOMENTAR 💬
FAVORIT ❤
TIP⭐
RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnya💝!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. 🙏
__ADS_1