Jodoh Tak Terduga (TAMAT)

Jodoh Tak Terduga (TAMAT)
JTT 63 Tara tersenyum


__ADS_3

Deddy William mulai menatap Ana begitu tajam,


"Katakan sekali lagi Ana!"


"Maafkan aku deddy hiks, aku cuma ingin Nico Ded." Ana menangis untuk mengambil simpati deddy William karena seperti itu deddy William pasti tidak tega melihatnya.


"Ana kenapa kamu menjadi seperti ini, deddy tidak menyangka kamu perbuat seperti itu dengan orang lain. Mamamu dulu orang baik,tetapi kamu jahat Ana."


"Deddy maafkan Ana,Ana khilaf. Ana akui kalau Ana Salah,semua itu karena Ana ingin bersama Nico Ded."


"Bukan cara seperti itu Ana!! Deddy sangat kecewa denganmu Ana!" William amat sayang dengan Ana,apapun akan dilakukan untuk kebahagiaan Ana. Tapi bukan terus seenakanya melakukan yang tidak deddy sukai.


Ana hanya menangis sejadi jadinya,membuat deddynya marah. Ana menyesalinya amat menyesalinya. Bukan menyesali menyelakai Neta tapi menyesal kenapa bisa keceplosan membuat deddynya marah.


William merasa kecewa dengan Ana mungkin benar adanya kalau Ana bukanlah anaknya karena tingkah lakunya berbeda sekali dengan Ana dan istrinya yang baik sekali.


"Lebih baik kamu kembali keapartemenmu dulu,deddy ingin sendiri." deddy william menjauh dari hadapan Ana menatap kaca besar menuju halaman rumah pemandangan hijau karena rindangnya pohon pohon yang tenang.


"Dan lagi Ana,lebih baik kamu meminta maaf dengan Nico begitu juga dengan Neta. Akui kesalahmu itu terima resiko yang kamu perbuat apabila mereka tidak memaafkanmu."


William masih memandang halaman rumahnya tanpa mengubah posisinya

__ADS_1


"Ded, ingat Ana anak deddy seharusnya deddy bisa memahklumi itu dan mendukung Ana. Tapi malah sebaliknya,dulu saja Ana melakukan lebih buruk dari ini deddy membela Ana tapi kenapa deddy marah besar berkaitan dengan ini. ada apa Deddy?" Tanya Ana yang mendakati deddy memandang pemandangan halaman rumah dibalik kaca .


"Kamu salah Ana!" William berbalik menghadap Ana yang sudah dibelakang William


"Deddy kenapa membentakku?" Lagi lagi menangis didepan William


"Kamu sudah besar Ana,kamu tau yang benar mana yang salah mana. Deddy tidak ingin kamu terjerumus langkah yang salah."


Entah kenapa William tidak lagi simpati dengan Ana karena kesalahan Ana atau Ana bukan anak kandungnya atau William tidak ingin Neta anaknya di lukai oleh Ana. iyalah sudahlah hanya author yang tau.hehe


"Kenapa deddy tidak memperdulikanku,biasanya deddy melihatku menangis seperti ini deddy langsung memelukku dan menenangkanku dan memaafkan semua kesalahku perbuat,apapun yang terjadi deddy mendukungku" Batin Ana


.


Dirumah Nico dan Neta


"Sayang kamu sudah pulang?" Tanya Neta yang duduk disofa berdiri melihat Nico masuk kedalam rumah


Nico berjalan menuju ke Neta spontan memeluk Neta,entah apa membuat Nico seperti ini.


"Sayang." Nico melepas pelukannya lalu menatap wajah Neta.

__ADS_1


"Kalau aku tidak punya apa apa lagi apa kamu masih mau?"


"Kenapa kamu bilang seperti itu?" Neta begitu kaget apa yang dikatakan Nico barusan


"Iya aku ingin mengatakan kalau sayang."


"Sayang kamu harus tau antara kamu dengan harta? aku memilih kamu jadi...."


"Sayang apapun yang terjadi kita akan bersama selamanya,mau kamu kaya miskin jelek ganteng buruk baik dan lainnya aku akan selalu ada untukmu. Aku tidak memperdulikan itu semua,cukup kamu bersamaku selalu lebih dari cukup"


"Sungguh!" Tanya Nico kembali,mereka tersenyum berdua,mereka lupa kalau masih ada Tara dan juga Luna di sana,terjadi ciuman itu tampak jelas di mata Luna dan Tara lihat.


"Haisss" Luna melihatnya pun mengalihkan pandangannya tak sengaja malah melihat Tara mereka pun saling menatap satu sama lain dan tersenyum.


"Apa Tara tersenyum! Apa aku gak salah lihat." Batin Luna


.


.


Bantu author dengan like dan komentarnya itu semua bentuk dukungan kalian untuk author. Terimakasih ā¤šŸ™

__ADS_1


__ADS_2