Jodoh Tak Terduga (TAMAT)

Jodoh Tak Terduga (TAMAT)
JTT 59 Kembalinya Dr.Tian


__ADS_3

Di RS X


Neta sengaja datang untuk menemui Luna. Luna seketika kaget atas kehadiran Neta yang seharusnya masih dirumah.


"Neta kenapa kamu datang kemari?" Tanya Luna yang sudah berhadapan dengan Neta


"Aku ingin bertemu denganmu,kamu bekerja kembali denganku dirumah. Bisa kan?"


"Yaampun Neta,kamu kan bisa meneleponku untuk datang kerumah. Jadi kamu tidak perlu perlu repot-repot kemari. Apa lagi fisikmu belum sehat betul." khawatir terlintas jelas di wajah Luna


"Tidak apa apa,aku cuma rindu RS X ini yang dulunya aku kerja di sini juga."


"Baiklah. Apa boleh buat."


"Oh ya lagi pula aku kesini untuk periksa kondisiku sekarang."


"Hm kalau begitu aku temani setelah itu kita pulang aku akan menjagamu dirumah. Dan aku janji aku akan menjaga mu dengan baik." Luna memeluk sekilas tubuh Neta


Neta pun menanggapi pelukannya dan tersenyum bersama.


Neta mulai diperiksa oleh dokter keadaan tubuhnya,semua jelas sudah baik tetapi jangan kembali mengalami jatuh pastinya ketika hamil nantinya . Bisa jadi trauma di rahim Neta yang lemah terulang lagi. Saat ini aman aman saja untuk mengandung. Yang di pikiran Neta ingin hamil kembali mengeluarkan anak dari Nico. Tapi butuh waktu.


"Aku pasti bisa hamil kembali kan?" Tanya Neta kepada Luna yang sudah periksa kondisinya kepada dokter dalam ruangan tadi.

__ADS_1


"Pasti Neta." Luna memberi semangat kepada Neta sehingga membuat Neta menjadi bahagia. Memang Luna teman yang bisa mendukung apapun untuk Neta yang terbaik.


Tanpa sengaja Luna dan Neta berpapasan dengan dokter Tian.


"Dokter Tian?" Sapa Neta menghentikan langkahnya


Dr.Tian hanya melihat Luna dan Neta dengan senyuman. Mereka berdua menghampiri Dr.Tian


"Dr.Tian bukankah kamu di luar negeri?" tanya Luna


"Hm betul. Saya kembali karena lebih baik saya kerja di RS X ini deket dari rumah bukan?"


"Seperti itu baiklah."


"Dokter Tian kenapa dokter tau kalau aku..."


"Oh itu,aku cuma menebak karena kamu ke rumah sakit pasti untuk periksa kan? Apa kamu sakit Neta?" Tian memotong perkataan barusan agar tidak ketahuan kalau dokter Tian mencemaskan kondisi Neta.


Sebenarnya dokter Tian masih khawatir dengan Neta, mendengar kabar dari seseorang suruhannya kalau Neta mengalami celakaan saat itu juga Tian beranjak kebandara terbang kembali ke Indonesia,melihat kondisi Neta sekarang dokter Tian merasa lega.


Iya dokter Tian sudah mengikhlaskan Neta,tetapi Tian tidak bisa melihat Neta kenapa kenapa. Tian tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada Neta. Kalau Neta bahagia selamanya Tian akan melepaskannya, Neta terluka ataupun sedih,Tian tidak segan segan untuk merebut Neta kembali untuk membahagiakan dengan caranya.


.

__ADS_1


Dirumah Direktur William


"*Aku pernah melihat wanita di foto itu bersama Nico. Tapi di mana ya?"


Direktur William masih kepikiran dengan foto di bingkai meja ruangan kerja Nico tadi.


Direktur William mengingat-ingat kembali,akhirnya dia ingat.


"Iya wanita itu yang menyelamatkanku."


"Iya aku tidak salah. Dia yang mendonorkan darahnya untukku,karena stok darah rumah sakit waktu itu habis."


"Tapi anehnya ketika aku meminta Ana mendonorkan darah untukku tidak sama,tapi dengan wanita itu sama. Padahal Ana adalah anak kandungku"


Direktur William akhirnya diam diam mencari tahu semuanya karena penasaran ia memerintahkan seseorang menyelidikinya.


.


.


.


Jangan lupa Like,Komentar dengan senang hati untuk author agar semangat Upnya setiap hari. Terimakasih. Jangan lupa setiap episode JTT nya di like oke.šŸ¤©šŸ¤

__ADS_1


__ADS_2