
Disebuah perusahaan ternama dan sangat besar terkenal dimana mana,siapa sih yang tidak tau tentang Grahanesa Grup dengan sebutan GG itu dan CEO masih muda,tampan tapi sayang memiliki sikap berdarah dingin tapi memiliki hati hangat.
"Apaa?kecelakaan??..." jawab dari telpon ponselnya.
"baik baik saya akan segera ke sana. " dan terburu buru
" Tar siapkan mobil kita pergi ke RS X segera. "
"ada apa? apa ada masalah di RS X tuan? " balas Tara...
karena RS X itu adalah milik Nico karena sebelumnya RS X itu direkturi oleh papanya, sayang papanya sudah meninggal dan mama Nico juga sudah meninggal 2th yang lalu. Dia cuma memiliki kekasihnya saja yang dulu ada dan menghiburnya.
"Tasya kecelakaan.." jawab Nico
" Baik tuan."
__ADS_1
Menuju ke RS X hatinya sangat kacau balau ,sebenarnya Nico sudah tau sebenernya pacarnya tidak berselingkuh apa lagi tidur dengan laki-laki lain,Tasya cuma di jebak dia di fitnah,karena dia mendengar sendiri ketika mau berkunjung kerumah Bella sahabatnya itu didalam rumahnya Bella mengobrol dengan salah satu temannya,enggan mengetuk pintu dari luar Nico mendengarkan semua dari awal sampai akhir karena membawa bawa nama Tasya,tangan Nico mengepalkan kedua tangannya ternyata Bella yang merencanakan semua ini sehingga hubungan Nico dan Tasya hancur. dan saat itu juga Nico marah besar dan membuka lebar lebar pintu rumah Bella dengan keras dan sangat meluap emosinya semua ke Bella. Bella mengelak dan akhirnya merengek rengek minta maaf karena Bella amat mencintainya dari kecil sampai sekarang.
Tapi gak segitunya kali,kasian Nico sudah tidak punya sapa sapa. Hanya Tasya yang ia cintai.sehingga menghalalkan segara cara untuk mendapatkan Nico!.
sampailah Di RS X,Nico tergesa-gesa masuk ke dalam RS X ,dan datang ke resepsionis dan menanyakan kedatangan pasien baru datang yang kecelakaan yang bernama Tasya.
Ternyata Tasya diruang UGD untuk perawatan intensif dan lebih lanjut untuk operasi di otak karena benturan keras, menuju ke kesana dan di belakang ada Tara yang selalu mendampinginya,sampailah di depan UGD dan kebetulan dokter keluar dari ruangan tersebut dan dihujani banyak pertanyaan.
"maaf tuan..." kata dokter tersebut.
"Nona Tasya tidak bisa di selamatkan,karena terlalu banyak pendarahan keluar dari otaknya" dengan berat hati dokter mengatakannya.
"tidak mungkin dok,dok bercanda.. gak!gak mungkin!" sambil mengacak ngacak rambutnya atas kesedihannya itu harus menerima kenyataan kalau Tasya sudah tidak ada. dan Nico menangis begitu saja air terus mengalir dan Nico bersandar tembok dan mulai lunglai kakinya sehingga jadi duduk di lantai dengan lemas.
"Tuan.." kata Tara
__ADS_1
"andai waktu itu aku percaya sama Tasya tidak percaya begitu saja segala ucapan Bella tidak seemosi seperti waktu itu dan mendengarkan penjelasan Tasya semua tidak seperti ini jadinya Tar. aku menyesal..." sambil tangan Nico memukul mukul tembok dengan sejuta penyesalan di lubuk hatinya begitu sakit.
Dan Nico mulai berdiri masuk keruangan yang ada Tasya dan menatapnya dengan masih tersisa bekas darah dan beberapa luka di otaknya melihatnya begitu hatinya hancur dan mendekatinya.
"maafkan aku sayang... semua salahku aku sangat menyesalinya" imbun tangis Nico yang begitu rapuh,semua meluapkan kata isi hati Nico ke raga Tasya yang sudah tidak bernyawa lagi.
nasi sudah menjadi bubur,memang penyesalan di akhir kalau awal namanya pendaftaran.
hubungan itu di dasari kepercayaan dan tidak semudah itu percaya dengan orang lain begitu saja.
akhirnya dibawa pulang dan di abadikan keliang lahan,karena Tasya pun tidak punya siapa siapa dia yatim piatu. jadinya semua pemakaman yang mengurusi Nico hanya Nico dia punya.
13.00
sudah di makamkan dan ditancapkan batu nisan nama Tasya bin Toha. setelah mendoakan dan selesai orang orang mulai pergi masing masing hanya Nico dan Tara yang masih di situ . Nico menaburkan kelopak bungan mawar merah dan putuh di atas pemakamannya itu. Dan lagi lagi Nico menangis disitu.
__ADS_1