Jodoh Tak Terduga (TAMAT)

Jodoh Tak Terduga (TAMAT)
JTT 53 Kehilangan


__ADS_3

Neta di tidurkan di brankar rumah sakit tersebut lalu didorong oleh para perawat dan Nico pun ikut menemaninya,Luna pun juga ada di sisinya. Tara sedang memarkirkan mobilnya terlebih dulu menyusul mereka kedalam.


.


UGD


"Maaf tuan,nona. Lebih baik kalian tunggu diluar saja. Kalian tidak bisa masuk." Kata perawat mencegah mereka masuk kedalam UGD


"Selamatkan istri saya" pinta Nico yang gelisah itu


"Kami akan melakukan yang terbaik untuk pasien kami tuan." perawat menutup pintunya


30menit kemudian....


Dokter yang didalam keluar dari ruangan UGD itu,


"Maaf tuan,istri anda mengalami pendarahan hebat. janinnya segera diangkat keluar kalau tidak bisa membahayakan ibunya. ini tanda tangan persetujuan operasi pengangkatan janin segera tuan." dokter menyerahkan berkasnya untuk di tanda tangan


Nico pun tidak bisa berfikir banyak,semua itu demi keselamatan Neta seorang lalu Nico mensetujuinya tanpa pikir panjang yang gusar. Nico sedih karena harus kehilangan anaknya. Luna dan Tara pun merasakan apa yang dirasakan Nico.


Dokter masuk kedalam lalu keluar kembali dengan bet tidur yang ada Neta terbaring lemas. Bet tidurnya didorong para perawat dan dokter,Nico pun mengikuti mendorong Neta pindah keruang operasi diikuti Tara dan Luna.


.

__ADS_1


Ruang Operasi


Neta didalam ruangan tersebut,Nico mundar mandir didepan pintu ruang operasi lampu atas pintunya berwarna merah menandakan operasi masih dijalankan. Tara dan Luna duduk di kursi samping ruangan operasi.


"Tuan,lebih baik duduk dulu di sini. Saya belikan makan untuk tuan." kata Tara


"Tuan mau apa?" tanya Tara kembali


"Tidak usah Tar. aku tidak lapar." lemas perkataan Nico yang sudah bersender lemas samping pintu ruang operasi dengan tatapan kosongnya


"Tapi tuan,makan dulu."


"tuan"


Luna pun mengode Tara untuk tidak mendekati Nico dengan kondisinya masih seperti itu. Tara kembali duduk di kursi disamping Luna. Luna pun juga nampak cemas tapi berusaha untuk tegar.


Tiba tiba tangan Luna yang meremas kedua tangannya di pangkuannya digenggam oleh tangan Tara. Menandakan tenang saja semua akan baik baik saja. Hati Luna pun berdetak begitu kencang dan cepat. apakah Tara bisa mendengarnya,Tara yang dingin bisa lembut dan perhatian seperti itu.


"Tenang saja nyonya muda Neta akan baik baik saja." Tara turun bicara memecahkan tatapan mereka


"Tapi bagaimana dengan anaknya,kasian Neta." jawab sedih Luna


"Aku tau,tuan Nico pun tau saat ini terpenting keselamatan nyonya muda. semua pasti sudah ditakdirkan oleh Tuhan"

__ADS_1


.


Lampu merah atas ruang operasipun mati,menandakan operasi sudah selesai.


Pintu ruang operasipun terbuka.


Nico yang lemas di samping pintu operasi pun mendekat kearah dokter,menanyakan Neta. Luna dan Tarapun ikut mendekatinya


"Bagaimana istri saya dok?" tanya Nico


"Operasi berjalan lancar,tetapi istri tuan masih kritis tuan. Istri tuan lebih baik dirujuk ke rumah sakit besar untuk mendapatkan peralatan yang lengkap untuk penanganan istri tuan." jelas dokter


"Lakukan saja dokter segera!" kata Nico


"Baik tuan. Sesuai prosedurnya terlebih dulu anda tanda tangani persetujuan lalu di bawa ke Rumah Sakit besar melalui rujukan dari Rumah Sakit kami. Saya permisi tuan."


Nico mendatangani rujukan rumah sakit ke rumah sakit besar dimana RS X lah yang alat alat nya paling lengkap. Tara mengurus administrasi biaya rumah sakit tersebut. Semua sudah beres Neta di bawa ke RS X milik Nico sendiri.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like,vote,komentarnya dengan senang hati untuk author. Oh ya lagi gempar gemparnya konflik dulu kalau bahagia tamat dong. hehe. Semoga kalian suka.šŸ¤—šŸ™ā¤


__ADS_2