
DiApartemen Ana
"Deddy?" Ana membukakan pintu apartemennya dan terkejut melihatnya deddynya datang tapi Ana tertuju pada wanita yang disebelah deddynya
"Ded,dia siapa?" Tanya Ana menunjuk wanita itu dengan tanda tanya lalu menatap deddy William kembali
Ijah tersenyum melihat Ana tumbuh dewasa begitu cantik.
"Nanti deddy jelasin didalam biarkan deddy dan Ijah masuk."
Lalu Ana membukakan pintu masuk dan mereka duduk di sofa nya masing masing
"Ded bisa jelasin dia siapa?" Sesampainya mereka duduk di sofanya masing masing
"Ini kado ulang tahun kamu namanya Ijah."
"Iya terus ded?" Ana masih tidak mengerti maksud William
"Ana dia adalah ibu kandung kamu."
"Bentar bentar deh Ded, mama ku kan sudah meninggal waktu melahirkanku. Yang deddy katakan dulu." Ana menyangkalnya
"Dia bukan ibu kandung kamu,Ana. Wanita disamping deddy ini adalah ibu kandung kamu"
"Wah deddy bercandanya gak lucu,deddy mau ngeprank Ana kan ? karena hari ini adalah hari ulang tahun Ana. Iyakan!" percaya dirinya Ana begitu tinggi dengan senyum tipisnya
"Deddy serius!" sorot mata William begitu tegas,Ana tau sifat deddynya kalau William tidak lagi berbohong
"Apa deddy menikah lagi? Sehingga wanita ini menjadi ibu kandung aku lalu mama ku ibu tiriku."
__ADS_1
"Ana cukup. Deddy sebenarnya bukan ayah kandung kamu!"
"Deddy bohong kan. keterlaluan bohongnya"
"Terserah kamu Ana,deddy datang membawa kado sepesial yaitu ibu kandung kamu."
"Putri ibu, kamu anak ibu sayang ibu sangat merindukanmu." Ijah memeluk tubuh Ana tapi Ana refleks mendorong tubuh Ijah sampai terjatuh kelantai
"Enggak! Anda jangan berani beraninya sentuh saya ya!" Bentak Ana kepada ibunya yang berani menyentuhnya
Ijah meringis kesakitan di siku tangan kirinya menjadi memerah dan tiba tiba menangis atas perlakuan anaknya.
Plaaakkkkkkk
"Ana! kamu keterlaluan!"
"Tuan jangan tuan jangan marahi putri saya,saya yang salah tuan hiks hiks." Ijah menangis memegangi kaki kiri William
"Tapi Ana keterlaluan kepadamu Ijah,padahal kamu ibu kandungannya. Saya bertindak tegas untuknya."
"Ana deddy kecewa kepadamu,deddy tidak pernah mengajarkanmu kasar dengan orang apa lagi dia ibu kandungmu!" William amat marah dengan Ana
"Bukan! Dia bukan ibu kandungku."
Lalu Ana pergi dengan memegani pipi kanannya yang barusan William menamparnya dengan tangisan yang terus mengalir begitu deras. Ana tidak bisa menerima kenyataan ini.
Ijah terus menangis apa yang terjadi hari ini hatinya begitu sakit Ana tidak bisa menerima dirinya sebagai ibu kandunganya.
"Tuan mungkin ini hukuman saya tuan, saya menyesali perbuatan saya di masa lalu saya menyesal tuan hiks hiks."
__ADS_1
"Sudah Ijah kamu berdiri lebih baik kita pulang saja,besuk coba aku akan membujuknya kembali. Mungkin ini butuh waktu Ana menerima kenyataannya Ijah." Ijah mulai berdiri dengan William yang membantunya.
Ana yang sudah di dalam kamar menangis sejadi jadinya dia tidak menerima ibu kandungannya itu apa kata dunia kalau dia anak wanita itu yang dia lihat wanita biasa tidak ada sosial tinggi berarti wanita rendahan baginya. Apa lagi Ana adalah seorang model sekaligus artis terkenal.
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
RATE 5 BINTANG βββββ
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author. Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih.π
__ADS_1