
Satu bulan berlalu,
Anak buah dari William kuwalahan untuk mencari Ijah entah seakan ditelan bumi puluhan tahun baru kini mencarinya.
Tapi William tidak pernah putus asa untuk mencari tahu semua kebenarannya.
Suatu ketika tanpa sengaja William bertemu dengan Ijah di jalan,wanita yang di cari carinya. Tapi beda penampilan lebih buruk dari yang sebelumnya seakan tidak keurus sama sekali. William tampak prihatin dengan kondisinya sekarang.
"Ijah!" William sudah mendekati wanita itu yang sibuk ngorek ngorek sampah untuk mencari sesuatu entah apa yang dicarinya,sesuai perkiraan Ijah mencari sisa makanan untuk di makan hari ini.
Ijah melihat seseorang mendekati dirinya lalu menatap wajah William begitu lekat wajahnya berubah menjadi terkejut dan ketakutan. Ijah berusaha menghindar dan menjauhi William
"Tunggu Ijah!" William tetap mengejar wanita itu berlari lari tetapi lengan Ijah sudah ditarik oleh tangan William begitu mencengkeram
"Ke-kenapa tuan ada disini?" Ijah terbata bata mengatakannya tidak berani menatap William ia memilih menunduk kebawah
"Ijah banyak yang harus aku tanyakan padamu. Ada apa denganmu? kenapa kamu dengan kondisi seperti ini?"
"Maaf tuan ini masalah saya tuan,tuan William tidak perlu tahu." Ijah menepiskan genggamanan tangan William
"Tunggu Ijah, kamu tidak ingat Ana."
Ijah berhenti sejenak karena perkataan William
__ADS_1
"Ana siapa tuan?"
"Anakmu bukan!"
"Maaf tuan anak saya sudah meninggal."
Lalu menghadap kembali kearah William
"Meninggal ya! Tapi entah kenapa Ana itu bukan anak saya hm kalau Ana bukan anakku bisa aku buang saja bagaimana?" William berusaha untuk menakut nakutin Ijah karena dengan cara seperti ini membuat Ijah membuktikan benar tidaknya ada hubungannya dengan Ana.
"Maksud tuan? Ana bukan putri tuan?"
"Ijah aku sudah tau semua. Kalau kamu tidak ingin Ana kenapa kenapa kamu bisa ikut aku kalau kamu mau, kalau tidak ya lihat saja Ana tidak akan bisa bahagia dalam pengawasanku. Yang berani beraninya menipuku di masalaluku." Sebenarnya itu adalah gertakan William saja William tidak mungkin menyelakai Ana yang sudah dianggap anaknya sendiri
Ijah ketakutan benar adanya dulu Ijah menukarkan anaknya. Dan juga Ijah tidak ingin Ana menderita hidup bersamanya akhirnya menukarkannya agar Ana hidup dengan layak bercukupan.
"Tunggu tuan. Baik tuan saya akan ikut bersama tuan." Ijah menghentikan langkah William lalu menghadap ke William
William dan juga Ijah masuk kedalam mobil, Ijah dibawah kerumahnya ternyata rumahnya sama seperti dulu waktu dia berkerja disana.
"Bi bawa wanita ini membersihkan diri ganti bajunya dengan yang baru lalu biarkan dia makan. Aku mau keruang kerja nanti kalau sudah selesai aku akan turun." perintah William dengan salah satu pelayan dirumahnya
"Baik tuan."
__ADS_1
Akhirnya William masuk kedalam ruang kerja yang dirumah sedangkan Ijah membersihkan diri lalu lahap sekali makan entah berapa lama tidak makan. 5hari?1minggu?1bulan? entahlah hanya author yang tau.hehehe
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. ππ€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
__ADS_1
RATE 5 BINTANG βββββ
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author. Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih ππ