
HP terjatuh dari genggamanannya dan tubuhnya lunglai dan mulai lemas menjatuhkan kelantai dengan duduk bersandar di tepi ranjang tidurnya. seperti mimpi iya mimpi kan? gak gak gak.
"nak ? kamu dengar mama nak" isak mama
mulai tersadar kembali dan meraih hpnya yang terjatuh di sampingnya itu dengan berat hati Neta menjawab "iya ma besuk Neta akan pulang,tapi belum pasti Neta izin sama direktur RS dulu ma,kalau keluar begitu saja Neta kena denda yang begitu besar ma" , lalu di matikan lah telpon itu karena Neta takut banyam sambaran petir pertanyaan pertanyaan mama, masalah selalu bertubi-tubi dan berakhir di tangan juragan yang terkaya di desa itu yang sudah punya istri 3 masih nambah lagi karena dari lama juragan mengincar Neta,gadis anggun ya manis dan cantik ramah didesa Neta pusat perhatian para laki beda dengan wanita wanita yang iri dengannya.
Rumah Nico
pagi hari,jam menunjukan pukul 05.30 ia nampak gembira dan yakin Neta pasti akan menemuinya kembali untuk merawatnya yang sedang sakit itu,tapi di sisi lain kaki Nico sudah mulai membaik,tapi akan bisa pulih waktu dekat ini.
Ting tong.....
07.05
"pagi bi" sapa Neta ramahnya itu dengan pembantu rumah Nico,
"pagi non,dah sampai aja non pagi pagi. silahkan masuk non" balas bibi dengan membuka kedua pintu membelah rumahnya dengan lebar.
"iya nih bi hehe dah kebiasaan Neta nih" dengan berjalan masuk kedalam rumah Nico
__ADS_1
"oh iya pak Niconya di kamarnya bi,aku langsung kesana ya bi?" sambung Neta menuju ke kamar Nico
" iya non,Tuan Nico di kamar tadi belum keluar sama sekali,yasudah kesana saja non,saya siapkan sarapannya ya non" .
"iya bi,terimakasih bi"
Dikamar Nico
" pagi pak Nico"
"hmmm" Nico tak menoleh sama sekali hanya diam menatap melihat kearah pemandangan di luar kaca jendela yang besar itu tampak indah dengan sinar matahari yang menyentuh tubuh Nico yang cerah makin cerah dan tampan itu,tapi sayang saat ini ia menduduki kursi rodanya itu.
"Neta?"
"iya pak?"
" aku sudah bilang panggil saja Nico gak usah pakai pak"
"oh iya maaf aku lupa". tak ingin berbelit belit dengannya sudah iyain saja daripada makin panjang.
__ADS_1
" bisa mulai sekarang Nic?
"hm"
Net mulai mendekati kursi roda lalu mendorong ke keluar kamar untuk sarapan di meja makan,lalu meminumkan obat . Nico begitu senang. ya pastinya Neta di paksa juga untuk sarapan dengan mengancam nya dengan senang hati Neta sarapan dengan Nico. setelah selesai Neta mulai acaranya untuk melatih berjalan Nico, Nico menginginkan Neta mengajari di taman.
" Nico bisa pakai alat bantu ini ya"
"tidak! aku ingin kamu yang jadi penegak berdiriku ini,nanti kalau jatuh yang sakit bukan aku saja tapi kamu juga merasakan!"
bruggk....
yaa benar saja mereka jatuh kesamping dan saling tatap,ada 2 hati 2 jantung yang berdetak bersamaan yang begitu dag dig dug terus terusan dengan tatatapan itu. iyaa tatatapan itu tidak asing lagi untuk mereka berdua.
"maaf maaf,aku bantu kembali hayuk pelan pelan Nico" mulai tersadar lamunannya tak ingin berlama lama dibantulah Nico perlahan lahan kembali untuk bangkit.
ist padahal aku ingin lama memamandangimu terus Neta . desuh dalam hati Nico
Jangan lupa like dan votenya gratisnya all ā¤ššš
__ADS_1