Jodoh Tak Terduga (TAMAT)

Jodoh Tak Terduga (TAMAT)
JTT 9 Perawat untuk Nico


__ADS_3

Hari berganti hari,Nico sudah di perbolehkan untuk pulang. dengan perawatan yang dirumah. rencana seketaris Tara untuk mencarikan seseorang untuk merawatnya,sehingga dia menghubungi manager RS X untuk mencarikan seorang perawat untuk merawat tuannya itu direktur RS X tersebut dirumah, mencari perawat yang telaten dan penuh sabar.


Dan Manager RS X menyuruh Neta karena menurutnya dia perawat penuh periang dan kesabarannya merawat pasien pasien yang mengeluh kesah dengannya dia bisa mengatasi.


Neta tidak bisa membantah akhirnya dia menjalankan perintah manager RS X tersebut tak ingin dipecat akhirnya menstujuinya kontrak kerjanya karena yang dia rawat nanti adalah direktur RS X tersebut.lalu manager RS X memberikan alamat nya kepada Neta,dan manager pergi meninggalkan Neta.


Neta menghelai nafas panjangg "huffstt"


DiRumah Nico


"kapan perawat akan sampai kesini Tar?" kata Nico dengan duduk dikursi roda di dorong Tara


"sebentar lagi akan datang tuan" imbun Tara


sambil mendorong masuk kedalam rumah menuju kamar Nico yang dibawah yang diatas dia belum bisa berjalan naiki tangga sementara dia tidur di kamar bawah dan masuk kekamar dengan didorong Tara ketika mau dipindahkan di kasur Nico memilih duduk dikursi roda menatap jendela melihat pemandangan di luar dan menyuruh Tara keluar kamar Nico.


tingtongg... bunyi bel rumah depan berbunyi


dibukakan pintu oleh pelayan rumah tersebut.

__ADS_1


"maaf bu, benarkan ini rumah pak Nico" kata Neta


"iya nona,nona perawat yang di panggil untuk merawat tuan Nico ya?" jawab pelayan tersebut


"iyaa bu..."


"silahkan masuk nonaa..." dan Neta berjalan masuk kedalam rumah dan Neta melongoh dalam rumahnya luas dan berkelas sekali dari luar tadi sudah begitu megah ketika masuk semua nampak mewah.


datanglah seorang laki laki yang menatap Neta. dan menyuruh Neta bertemu dengan tuan Nico. karena sudah tau kalau bakalan ada perawat yang datang merawat tuannya itu


"permisi pak" pintu kamar terbuka yang didalam masih fokus kedepan melihat pemandangan dari jendela


"bolehkah saya masuk pak"


"hmm...'


"saatnya pak Nico beristirahat ,siang makan dan meminum obatnya. nanti beberapa hari latihan berjalan pak untuk terapi kaki pak Nico agar segera pulih" Neta mendekat kearah Nico di belakangi Nico tepat Neta di belakangnya.


Nico membalikan kursi rodanya betapa kagetnya mereka berdua dengan bersamaan dan menunjuk satu sama lain dengan jari telunjuknya

__ADS_1


"kamuuu..." bersamaan


Tara melihat dan mendengarkan kebingungan apa sudah saling kenal,mengernyitkan dahinya alis hampir menyatu.


"Jadi kamu ,kamu yang waktu itu kan?" sambil mengingat ingat kejadian waktu itu Neta menjadi geram harus ketemu lagi dengan manusia seperti ini.


"hmmm,iya"


"iya?iya aja?? kamu gak merasa bersalah waktu itu" sedikit menaikan nada bicara Neta tehadap Nico.


"jaga bicara nona dengan Tuan Nico. anda berbicara dengan siapa nona beraninya mengeraskan bicara nona" sambar perkataan Tara


"maaf pak,anda tidak tau yang terjadi yang sebenarnya...." balas Neta kepada Tara sambil mengarah melihat Tara


"Nonaaa tap..." terpotong oleh bicara Nico


"sudah Tara ini masalahku dengan wanita ini kamu gak usah ikut campur bisakah kamu keluar dulu Tara..." sambil mengarahkan tangan Nico kepintu keluar agar Tara keluar dari kamarnya.


tinggalah Neta dan Nico di kamarnya..

__ADS_1


akhirnya Nico menjelaskan kejadian waktu itu dia tidak sengaja menabraknya karena telpon jatuh dan ingin minggir di jalan pas ada Neta di pinggir sana,saat itu mau menolong Neta posisi Nico penuh amarah dan memilih pergi melaju dengan mobilnya dengan cepat dilokasi pacar Nico yaitu Tasya sedang dihotel tidur bersama laki-laki lain.yang ternyata strategi Bella menjebak Tasya dengan memberikan obat tidur dan kesannya tidur bersama laki laki lain yaitu laki laki bayaran Bella.


__ADS_2