
Hujan mulai turun membasahi Nico dan Tara,Nico tak bergeming untuk bergerak pergi melainkan masih berjongkok di samping di pemakamannya Tasya memegang nisan Tasya
"Tuan ayo pulang ,hujan mulai turun nanti tuan sakit.." bujuk Tara tapi percuma
hujan semakin deras dan terus membasahi tubuh mereka berdua.
"kalau begitu kamu pulang terlebih dahulu, aku masih ingin disini nanti aku akan pulang. mana kunci mobilnya biar aku menyetir sendiri kamu naik taxi saja" balas Nico
"tapi tuaan... tu......" terpotong bicara Tara oleh Nico
" Tolong!aku ingin sendiri. mana kunci mobilnya Tar"
lalu Tara memberikan kunci mobilnya dan beranjak pergi meninggalkan Nico begitu saja
hujan dan terus hujan dengan petirnya awan mulai gelap,Nico masih di makam Tasya. dan pada akhirnya Nico pergi meninggalkan makan Tasya dengan berat dan menuju mobilnya itu lalu Nico menyalakan mobilnya dan mulai jalan mengemudinya perlahan lahan. Nico menyetir sambil memegangi kepalanya yang pusing itu dan melihat kedepan seperti berputar putar blur buyarrr ...
Nico mulai lemah akhirnya mobil Nico berpapasan dengan truk ,Nico memilih mengarahkan lajunya kesamping kanan menghindari truk yang menyalip di depannya..
"aaaaaaaaakkkhh"
braaaakkkkkkkkkkk........ mobil Nico menabrak pohon begitu keras dan akhirnya Nico kehilangan kesadarannya begitu saja..
__ADS_1
bergerumuran orang melihat dan ada yang bilang
"kecalakaann kecelakaan disana astagaa"
"ayoo kita bantu"
warga membantu Nico dan memanggil ambulan untuk di bawa ke RS ,
wiuuw wiuuw... ambulan datang dan membawa Nico ke RS ,
"astaga pak Nico" kata salah satu petugas ambulan
dan Nico mulai di tangani oleh dokter yang disana ,
seseorang mengabari seketaris Tara .dan Tara terkejut melihat kabar itu Tuan nya terjadi kecelakaan. Tara menuju ke RS X,sampai didepan UGD dan 2-3jam berlangsung menunggu dokter keluar dan tibalah dokter selesai dan keluar
"gimana dok,dengan Tuan Nico?" kata Tara
"pak Nico sudah melewati masa kritisnya sekarang.nanti langsung bisa dipindahkan keruang perawatan" balas dokter
" terimakasih dok"
__ADS_1
akhirnya Nico di pindahkan keruangan perawatan VIP, dan tubuh Nico yang lunglai lemah di atas kasur pasien dengan wajah pucat dan perban di kepalanya.
Hari demi hari Nico belum sadarkan diri.
sesekali Tara selalu bertanya ke dokter. kapan mulai sadar tuannya itu. karena banyak yang harus di urus perusahaanya itu . semua di tangani oleh Tara sebagai wakilnya setidaknya sedikit teratasi.
mulai bergerak jari jari tangan Nico dan matanya mulai membuka perlahan-lahan..
"ahhh sakit sekali kepalaku" ringis Nico
"Tuan.. tuan sudah bangun? syukurlah"
"aku di mana? aku kenapa ini Tar?"
"kamu habis kecelakaan tuan,sekarang di rumah sakit"
dan mulai duduk dan memegani kepalanya,tetapi anehnya kaki Nico gak bisa digerakan..
"kenapa ini? kakiku gak bisa digerakan Tar" kata Nico sambil memaksa menggerakan kakinya tapi sia sia.
akhirnya Tara memanggil dokter yang menangani Tuan Niconya itu,dokter menjelaskan semua kalau terjadi trauma pada otak yang menjalar , gangguan respon otak memerintah otot kakinya itu untuk bergerak dan mengakibatkan lumpuh pada kedua kaki Nico tapi tidak permanen.tetapi Nico bisa sembuh dengan terapi dan latihan bergerak supaya tidak kaku dan akan mau merespon lagi karena trauma refleks geraknya itu ,tak lupa rutin minum obat yang diresepkan dokter berikan.
__ADS_1