Jodoh Tak Terduga (TAMAT)

Jodoh Tak Terduga (TAMAT)
JTT 44 Kemesraan Nico&Neta


__ADS_3

Siang hari


Nampaknya Nico masih sibuk dengan pekerjaannya,waktu makan jam siang telah tiba.


"Sayangg" Neta sudah sampai di hadapan meja kerja Nico


"Sayang,kamu kok kesini?" Nico memandang Neta dengan penuh senyuman dan menutup kembali dokumen-dokumen yang ia baca


"Ini,aku membawakan kamu makan siang sayang,sudah waktunya jam makan siang" Neta mendekati Nico lalu Neta duduk ditangan kursi yang di duduki Nico


"oh iya hehe sayang,habisnya kerjaanku lupa akan hal makan sayang merasa tidak lapar" tangan Nico beralih pindah di pinggang Neta dan mengelus-ngelus perutnya


"sayang geli" Neta menghempaskan tangan Nico tapi Nico mencengkramnya kembali dengan lembut,lalu Nico mencium punggung di samping Neta


"Sayang makan dulu!" ajak Neta


"Habis makan boleh gitu dong" Nico memadang wajah Neta disampingnya penuh genit


"mesum!"


"mesumku kan cuma sama kamu sayang" goda Nico


"Makan tidak kalau tidak aku pulang!"


Muka merah kedua pipinya pura pura berubah kesal


"Baiklah aku makan" Nico memakan isi makanan di rantang yang sudah di buka dan di taruh di meja makan Nico dengan lahapnya Nico memakannya

__ADS_1


"Enak sekali sayang" Nico meneruskan makanannya


"Sayang aa" Nico mengarahkan sendok terisi makanannya ke mulut Neta


"aku sudah makan tadi"


"ayolah sayang makan lagi,masak aku aja yang makan. Habis tenagamu untuk mengantar makanan kesini untukku" melas Nico


"yaudah ia aa" Neta membuka mulutnya lalu Nico memasukan sendok berisi makanannya


Tara tak sengaja masuk melihat kemesraan Nico dan Neta,lalu kembali keluar tanpa disadari mereka berdua.dan kembali kedepan pintunya untuk mengetok ruangan Nico yang sudah terbuka


Tok


Tok


Tok


"masuk"


Neta langsung berdiri,dan merapikan diri


"Sebaiknya aku kembali pulang ya sayang"


"Iya sayang hati hati,terimakasih makanannya"


Lalu Neta keluar dari ruangan tersebut sambil menunduk sesekali melihat Tara lalu kembali berjalan pergi

__ADS_1


"Ada apa Tara?"


"Saya masih lajang meratapi diriku,tuan malah bermesraan. Iri saya tuan" mulut terlontar begitu saja dari mulut Tara tanpa di sadari


"hahahah,makanya cari pasangan!" Nico tertawa lebar,Tara yang tadinya takut apa yang barusan ia katanya malah membuat tuan mudanya tertawa. Memang nyonya muda Neta bisa merubah diri Nico yang tidak manusiawi,dingin,keras menjadi berubah dratis


"iya tuan,maafkan saya atas kelancangan saya barusan"


"Tidak apa apa Tara,saya yang tidak memberimu waktu untuk berkencan mencari kekasih malah saya menahanmu untuk selalu bekerja untukku" Tara tertegun yang dikatakan Nico karena anti baginya toleransi dalam bekerja, yang gila kerja kini berubah.


"Tapi tuan"


"kapan kamu ingin cuti? Untuk mencari pasangan. Hm dan soal pekerjaanku akan kuusahakan akan kukerjakan tanpa banyak merepotkanmu"


"Maaf tuan saya mengabdi untukmu"


"Patuhilah perintahku Tara!"


"Baik tuan"


"Jangan sampai kamu jadi perjaka tua,secepatnya kamu harus dapat kekasih dan kenalkan kepadaku dan Neta istriku,kami akan merestuimu"


Tara terkejut,karena belum terfikirkan oleh Tara untuk hal wanita dia enggan untuk itu. Tapi keinginan tuan mudanya hanya bisa menjawab kemauan tuan mudanya itu.


"Baik tuan saya akan usahakan. Begini tuan itu nanti saja di bahasnya lebih baik kita siap siap untuk meetingnya sebentar lagi,dan ini dokumen-dokumen yang di baca tuan" Tara memberikan dokumennya di meja Nico dan menyerahkannya


"Oh iya tuan,saya permisi terlebih dahulu" Tara keluar dari ruangan Nico,sesampainya di ambang pintu berhenti karena ucapan Nico

__ADS_1


"Jangan lupa tunjukan kekasihmu,saya beri waktu longgar untukmu berkencan!"


"Baik tuan" Tara langsung menutup pintu ruangan Nico dan menghela nafas,tuan mudanya kali ini bisa membuat Tara lebih setres dari apa kerjaan sebanyak apa yang diberikan untuknya.


__ADS_2