
Perusahaan GG
Nico sudah duduk di kursi kebesarannya itu. Nico membaca dokumen dokumen yang barusan diberikan dari Tara.
Nico tetap tenang menghadapinya,Tara saja sudah gelisah tak menentu.
"Bagaimana ini tuan?"
"Tenang saja,aku akan mengatasinya." Nico tidak mau gegabah karena perbuatannya.
Kali ini Nico berkerja ekstra keras untuk presentasi beberapa hari kedepan. Malam pun tiba Nico masih sibuk dengan kerjaannya. Morgan dan Tara menghampiri Nico didalam ruangannya yang masih sibuk itu.
Tara masih lempengnya itu dengan muka datarnya. Beda dengan Morgan yang sudah menguap berkali kali karena ngantuknya.
"Kenapa masih lembur Nic?" tanya Morgan menghampiri Nico yang masih fokus dengan dokumennya dibolak balik.
"Pulang saja kalian duluan." Nico tanpa melihat mereka berdua yang berdiri didepan mejanya
Drttt
Drtt
(Telepon dari Neta)
"Itu angkat dulu. Inget kamu sudah punya istri waktunya pulang temani istrimu." bujuk Morgan.
Nico pun tersadar juga posisi dia adalah juga bukan seorang Ceo diperusahaan GG tapi melainkan juga sudah berperan sebagai suami Neta.
Nico langsung mengangkat telpon dari Neta dengan segera.
"Sayang kenapa belum pulang? ini sudah jam berapa?" Tanya Neta di balik teleponnya
"Maaf sayang,aku lembur. Baiklah aku akan segera pulang." Nico pun menutup dokumen dokumennya.
__ADS_1
Setelah selesai teleponannya Nico beranjak menata dokumennya dengan rapi. Morgan dan Tara saling pandang.
"Bin ajaib Neta. Akhirnya Nico pulang juga kalau tidak aku kasian dengan fisiknya itu."
Kata Morgan dengan Tara
"Tar,kamu dan Morgan pulang saja. Aku pulang sendiri tidak apa apa."
"Maaf tuan,saya akan mengantarkan tuan sampai kerumah dengan selamat."
"Yalah yalah terserah kamu saja Tara."
Nico pun membawa tas kerjanya lalu berjalan keluar dari ruangannya itu di buntuti dengan Tara begitu pun Morgan. Mereka menaiki mobilnya masing masing.
Morgan pulang kerumahnya sendiri,sedangnya Tara mengantar Nico sampai kerumah.
Dirumah
Neta sudah menunggu Nico sampai ketiduran di sofa ruang tamunya,mama dan ayahpun tak ada dirumah. Pelayan pelayanpun pasti sudah disuruh Neta tidur duluan,kebiasaan Neta kalau sperti itu.
Nico berinisiatif untuk menggendong Neta masuk kedalam kamar,tubuh Neta di selimuti tanpa bangun menandakan Neta sudah tertelelap tidurnya.
Nico pun beranjak mandi membersihkan diri. Lalu tidur di sisi sampingnya Neta dan di peluknya dalam dekapannya,dan lampunya di matikan. Mereka akhirnya terlelap tidur sampai pagi.
"pagi sayang." Neta yang sudah bangun melihat wjah Nico yang masih didalam dekapannya.
"Pagi juga sayang." Nico pun mencium dahi Neta begitu lembut.
Neta tersenyum akan perbuatan Nico di pagi hari.
"Sayang maafkan aku,aku lembur semalam." melas Nico
"Apa ada masalah di perusahaan?"
__ADS_1
"Katakan!"
" Bukannya kita sebagai suami istri saling terbuka."
"Hmm iya sayang. Aku akan terbuka untukmu."
Drrrrt
Drtt
(Telepon Nico pun berbunyi di sisi meja samping ranjangnya)
"Angkat aja dulu sayang."
Nicopun duduk dan bersandar kebelakang tidurnya,Neta pun juga ikut duduk melihat Nico mengangkat teleponnya.
"Baiklah aku akan segera keperusahaan."
telepon Nico mati setelah mendengar ucapan seseorang meneleponnya.
"Siapa sayang?" tanya Neta
"Morgan sayang. Sebentar lagi Tara akan menjemputku. Aku tidak bisa sarapan nanti kamu makan sendiri tidak apa apa kan?"
"Hmm,nggak apa apa sayang. Tapi aku bawakan kamu bekal makan untuk makan di perusahaan."
"Hm iya sayang." Nico pun bergegas dari ranjang tidurnya untuk mandi.
.
.
.
__ADS_1
Up Up nya butuh like komentar dengan senang hati. šš¤š