Jodoh Tak Terduga (TAMAT)

Jodoh Tak Terduga (TAMAT)
JTT 51 Musibah


__ADS_3

Usia kandungan Neta menginjak dua bulanan. Neta memilih menemani Nico di lokasi syutting. ternyata syutting tidak perlu tiga bulan,akhirnya cukup dua bulan dan sesegera mungkin kembali lagi pulang. Dan satu bulan akan dilakukan syutting didekat perusahaan GG.


Ana tidak bisa memungkiri secepat ini syuttingnya,belum apa apa dengan Nico sudah berakhir saja.


Ana melihat Neta didekat tangga,Neta sedang menerima telpon di sana. Luna entah kemana tidak ada disisinya akhirnya Ana sudah ada rencana licik untuk Neta. Mereka didalam villa. Jelas Nico sedang ada syutting diluar villa.


Orang-orang sedang melakukan syutting diluar tapi belum giliran Ana nampak untuk selanjutnya jadi pemeran.


Sebelumnya Ana sudah berencana dengan seseorang,dan lampu villa itu mati dengan tiba tiba.


Neta yang sudah mematikan panggilan telponnya pun panik karena lampu mati dimalam hari dan tidak ada seorangpun.


Hendak mau pergi turun kebawah dan meraba-raba pinggiran tembok.


Ana mendekati Neta dari belakang berjalan pelan pelan dan lalu Ana mendorong Neta dari atas tangga.


"Aaaaaaaa aaaahh"


Bugggg


Neta tergelincir jatuh berguling-guling disetiap anak tangga turun kebawah tersebut sampai lantai bawah dengan penuh darah keluar dari tengah bawah sana Neta,Neta meringis kesakitan dan bayangannya kabur hitam karena gelap mati lampu akhirnya Neta pingsan terlunglai lemas tak berdaya


"Akhirnya hahaha. semoga kamu mati Neta mati tidak ada yang tau kalau akulah yang mendorongmu karena gelap dan CCTV di villa ini semua mati." Batin Ana

__ADS_1


Lalu Ana pergi meninggalkan Neta begitu saja keluar dari villa penuh kemenangan.


.


Kyaarrrrrr


Nico tak sengaja menyenggol lampu led penerang untuk syutting itu.


Semua kaget karena kerasnya suara jatuh lampu led penerang itu. Lalu Nico membenarkan kembali lampu led nya dibantu orang orang yang disana. Tetapi Nico tersertum di jari telunjuknya


"Ahw" jari Nico tersertum dan keluar darah,firasat Nico tidak enak dia nampak buyar entah kenapa hatinya merasa gelisah.


"Tuan tidak apa apa?" tanya Tara menghampiri Nico


"Hm Neta dimana?" Nico mengabaikan tangan Nico yang terluka


"Tapi kenapa perasaanku tidak enak Tar."


"Mungkin perasaan tuan saja, nyonya Neta pasti baik baik saja. Sebaiknya saya obati luka tuan terlebih dulu.Saya carikan obat merah bentar tuan" hendak Tara pergi Ana mencegahnya


"Tidak usah aku sudah membawa obat merahnya untuk Nico." Ana menghampiri Nico dan Tara


"Tidak usah terimakasih."

__ADS_1


Nico pergi meninggalkan Ana begitu saja.


Nico hendak pergi kedalam villa terhenti oleh Ana,


"Tunggu tunggu Nico. obati dulu lukamu. "


Ana menyodorkan kotak merahnya kepada Tara,kalaupun dikasih ke Nico lagi lagi akan ditolaknya.


"Tar obati ini luka jari Nico,kamu saja. Aku mau lanjut syutting sudah giliranku."


Ana pergi meninggalkan mereka,Tara membawa kota merahnya dan mendekati Nico


"Sebaiknya saya obati dulu tuan."


"hm" lalu Nico duduk dikursi dengan Tara,Tara membersihkan luka Nico dan di pasangkan plester di jari yang terluka.


Nico melihat villa gelap,apa sedang terjadi. kok aneh villa mati lampu.


"Tara?" panggil Nico yang sudah selesai mengobati luka jari Nico


"Ada apa tuan?" tanya Tara


"Kenapa didalam villa mati lampunya?" Tanya Nico

__ADS_1


"Saya juga tidak tau tuan." Tara juga melihat villa itu gelap gulita tanpa penerangan sama sekali yang terang cuma di lokasi syutting


"Neta ada disana Tar,apa yang terjadi!" Nico tercengah apa firasatnya benar adanya hatinya pun mulai gelisah


__ADS_2