
Dimalam hari,
Nico sampai rumahnya yang sudah menandakan sudah selesai dari perusahaannya untuk berkerja lalu menuju kamarnya
Ceklek
pintu kamarnya terbuka siapa lagi kalau bukan suaminya Nico.
"Nico kamu sudah pulang?" Sapa Neta yang duduk di sisi kasurnya dengan membaca majalahnya dan di tutup majalah karena melihat Nico sudah pulang
"hm" Nico beranjak pergi kekamar mandi,Neta merasa di abaikan tapi Neta bersikap biasa aja
.
Acara mandi sudah selesai lalu Nico duduk di sisi samping ranjang sebelah Neta untuk mengambil tab di sisi laci meja samping tidurnya
"Apa kamu sudah makan?" tanya Nico
"Sudah,kamu apa belum makan?aku akan menemanimu makan kalau kamu belum makan"
"aku sudah makan tadi di luar"
"hm baiklah"
"Yasudah aku mau mengerjakan berkas di ruang sebelah ruang kerjaku ada beberapa masalah di kantor yang aku urus sekarang"
__ADS_1
Nico langsung beranjang pergi keluar kamar menuju keruang kerjanya
.
Waktu semakin malam , Neta gelisah dia ingin menghampiri Nico di ruang kerjanya. tanpa buang buang waktu keluar kamar menuju kedapur membuat secangkir kopi untuk Nico lalu masuk kedalam ruang kerjanya,Tapi Nico tidak ada. Neta tak sengaja melihat foto kecil Nico dengan seorang gadis kecilnya di bingkai dipajang di meja kerja Nico. Dia ingat kalau itu foto masa kecilnya. Kepala Neta merasa sakit,cuplikan cuplikan teringat kembali dangan foto laki laki anak kecil itu adalah Nico yang dulu sering di pangggil Malaikat.
Neta mulai ingat semuanya. ini merasa tidak mungkin.
Ceklek
Nico masuk kedalam ruang kerjanya,Nico merasa kaget Neta berada diruang kerjanya.
"Kenapa kamu bisa disini?" Tanya Nico
"Bisa kamu jelasin foto ini Nico!" sambar balik tanya Neta
"Apa Nico? ha! Kenapa kamu pergi waktu itu.salah aku apa!"
"Maafkan aku Neta ,aku...."
Neta langsung pergi meninggalkan Nico begitu saja tanpa disadari Neta menangis
Apa Neta sudah ingat semua?apa Neta kecewa? Aku bodoh seharusnya aku ceritakan sebelum semua menjadi seperti ini.aargggg. Batin Nico.
.
__ADS_1
Dikamar
Nico masuk kekamar dan melihat Neta berdiri didepan balkon kamarnya , lalu menghampirinya.
"aku bisa jelasin Neta" Neta masih berdiam tanpa menghiraukan Nico
Lanjut Nico
"Waktu itu aku tidak punya pilihan lain , aku harus ikut orang tuaku di sini Neta. karena pekerjaan yang mendesak,kalau aku pamit sama kamu waktu itu pasti tidak akan mengizinkanku pergi karena aku sudah berjanji untuk selalu bersamamu,dengan berat hati aku mengingkari aku harus meninggalkanmu di desa,kalau papahku tidak mempertahankan aset aset semua ini aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu ini yaitu menikahmu. menikahmu harus hidup lebih baik dari sebelumnya aku tidak ingin kamu hidup susah Neta"
"kamu tidak tau setelah kepergianmu aku jadi kecelakaan,dan ini mungkin aku amnesia sejak kecil dan baru kembali ingatanku sekarang!!"
"aku tau Neta aku tau,ini salahku" Nico merasa bersalah
"Sekarang terserah kamu Neta,aku mencintaimu" Nico beranjak pergi dari posisinya itu
"Cih,Tasya?Ana? apakah bukannya itu juga kamu cintai ha!?"
Nico berhenti sejenak dari langkah jalannya menengok kearah Neta,
Kenapa Neta bisa tau soal Ana? . Batin Nico
Jeng
Jeng
__ADS_1
Jeng
Dukungannya all like vote komentarnya dong biar author lebih semangat up untuk menghibur kalian semua šššš