
Di makam mamah Inez
(almarhum istri dari William)
Mereka datang dengan baju putih bersih untuk berziarah di pemakaman mamahnya yang sudah meninggal.
"Mah,meski aku tidak bisa melihat mamah di dunia. Semoga di akhirat nanti kita di pertemukan kembali. Neta akan selalu mengirimkan doa untuk mamah setiap harinya,Semoga mamah di tempatkan di surganya Tuhan. Aamiin." Neta yang sudah didekat pemakaman mamah Inez langsung berjongkok di dekat pemakanan mamahnya yang ada didepannya yang bertulisan Inez binti Husein di batu nisannya itu.
"Mah,kini Neta sudah punya suami yang bisa jagain Neta yang sayang dengan Neta. Dan pastinya ada deddy William selaku ayah kandung Neta."
Neta menaburkan kelopak kelopak bunga di atas pemakaman mamahnya yang sudah dibersihkan karena banyak tanaman liar yang tumbuh di atas tanah mamah Inez. Akhirnya deddy William,Neta dan suaminya Nico pun mendoakan mamah Inez.
Setelah selesai berziarah langsung pergi makan bersama di restauran bersama sama. Kebetulan juga pak Raharja dan Bu Lila sudah kembali ke kampungnya sebelum di pemakaman mamahnya tadi sudah berpamitan.
Deddy William sangat bahagia sekali akhirnya bisa dekat dengan anaknya yaitu Neta dan menantunya Nico.
"Neta,deddy senang akhirnya bisa bersama denganmu nak. Meski deddy baru menemukanmu." Kata deddy William
"Ded,tidak apa apa. Neta juga senang bisa bertemu deddy,semua tidak ada yang terlambat. Sebentar lagi deddy punya cucu,deddy bisa ngulang kembali bersama cucu deddy ini." Neta mengelus ngelus perutnya itu.
"Pasti nak,deddy senang mendengarnya. Nanti kekuasaan deddy akan kuberikan untukmu dan kepada cucu deddy bolehkan?" tanya deddy William.
__ADS_1
"Benarkah? Apa tidak terlalu besar ded?"
"Tidak nak,harta deddy milikmu dan anakmu kelak. Itu semua karena deddy bahagia bisa bertemu kembali denganmu."
"Nico, deddy percayakan putriku untukmu. Deddy harap kamu juga bisa bertanggung jawab atas semuanya terhadap Neta setelah deddy tidak ada nantinya"
"Pasti Ded,karena Nico amat mencintai Neta."
Deddy William amat pucat sekali kaya seperti menahan sakit.
"Maksud deddy apa?" tanya Neta karena ada yang janggal dari ucapan deddynya seperti akan berakhir hidupnya.
"Begitu ya ded,tapi kenapa Neta merasa aneh atas perkataan deddy tadi. Dan kenapa deddy begitu pucat dan lemas seperti ada yang ditahan ada apa deddy?Deddy tidak apa apa kan?"
"Tidak apa apa Neta,deddy baik baik saja. Mungkin sudah tua sakit sakitan itu biasa,deddy cuma tidak enak badan saja." ngelak deddy William yang faktanya memang deddy William menahan sakitnya.
Setelah selesai makan,akhirnya Neta dan Nico pulang kerumahnya. Sedangkan William ke rumah sakit untuk perawatan dirinya, cuci darah tepatnya,kondisinya semakin melemah. Dia bertahan karena Neta.
》Bersambung.....
.
__ADS_1
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. 🤗
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE 🎖️
LIKE 👍
KOMENTAR 💬
FAVORIT ❤
TIP⭐
RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnya💝!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. 🙏
__ADS_1